logoblog

Cari

Tutup Iklan

Nilai Kebenaran harus Disampaikan

Nilai Kebenaran harus Disampaikan

KM Wadupa’a: Jurnalis memiliki tanggungjawab moral menyampaikan nilai-nilai kebenaran dalam masyarakat secara utuh, sehingga media merupakan benteng terakhir sebuah kebenaran. Hal

Sosial & Keagamaan

KM. Wadupa-a
Oleh KM. Wadupa-a
26 Januari, 2014 16:19:19
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 6097 Kali

KM Wadupa’a: Jurnalis memiliki tanggungjawab moral menyampaikan nilai-nilai kebenaran dalam masyarakat secara utuh, sehingga media merupakan benteng terakhir sebuah kebenaran. Hal ini disampaikan Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Khairudin M Ali, saat menjadi pemateri pelatihan jurnalistik yang digelar MJC.

Dikatakannya, media massa adalah benteng terakhir sebuah keadilan sehingga tidak heran jika dihadapkan masalah, masyarakat tidak akan mengeluh kepada kepala daerah tetapi menyampaikan kepada wartawan. Salahsatu cara wartawan menunjukkan integritas dengan menyampaikan fakta secara utuh. Misalnya tidak memberitakan jumlah demontrasan puluhan jika memang faktanya hanya bbelasan orang.“Tapi kalau media massa tidak bisa dipercaya lagi, inikan kiamat. Selesai sudah. Semenang-menang sudah pemerintah,” ujar Khairudin saat menjadi pemateri pelatihan yang dihelat MJC, Sabtu lalu.

Dikatakannya, sesuaai amanat Undang-Undang, setiap wartawan harus menjadi kontrol yang kuat terhadap penyimpangan. Namun dalam praktiknya media massa juga harus memerhatikan banyak aspek termasuk mematuhi serangkaaian aturan (kode etik). Salahsatunya bersifat independen. Untuk itu, harus memerjuangkan nilai-nilai kebenaran yang dianut banyak orang.“Media itu bersikap independen, kalau soal sikap media itu ada pada  catatan redaksi. Berita itu bukan sikap media, tapi narasumber,” katanya.

Menurut Khairudin pemilik media bisa saja disisipi kepentingan. Namun bagian redaksi sangat sulit dipengaruhi. Sebagai contoh fenomenal, media ‘melahirkan’ pemimpin seperti Jokowi, melalui pemberitaan intesif.

 

Baca Juga :


Diingatkannya, setiap wartawan juga tidak boleh overdosis percaya diri sehingga tidak mau menaati ketentuan tertentu, misalnya peraturan berlalulintas. Selama ini wartawan yang mengabaikan ketentuan berlalulintas merupakan fenomena umum. “Sampai kita menulis Polisi yang kutip-kutip di jalan sementara kita sendiri tidak menaati aturan lalulintas. Jangan over PD, misaalnya saya nggak bisa ditilang kalau tidak menggunakan helm. Sikap-sikap dasar seperti ini kita harus menjadi contoh,” ujarnya.  (FS/AH)



 
KM. Wadupa-a

KM. Wadupa-a

Koordinator: FACHRUNNAS Email : kampungmediawadupaa@gmail.com Komunitas Jurnalisme Warga. Menyuguhkan Informasi seputaran Soromandi dan Wilayah Sekitar.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan