logoblog

Cari

Tutup Iklan

Si Jae Gelandangan Dermaga Kayangan

Si Jae Gelandangan Dermaga Kayangan

KM. Serambi_Brangrea – Kisah memilukan terukir dari bibir polos si Jae  (13th) seorang anak gelandangan di Dermaga Kayangan. Ia menceritakan kegiatan

Sosial & Keagamaan

KM. Serambi Brangrea
Oleh KM. Serambi Brangrea
31 Januari, 2014 10:31:15
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 5071 Kali

KM. Serambi_Brangrea – Kisah memilukan terukir dari bibir polos si Jae  (13th) seorang anak gelandangan di Dermaga Kayangan. Ia menceritakan kegiatan sehari-harinya yang hanya diisi dengan mengemis dan mengharap belas kasihan orang agar diberikan uang receh sebagai penyambung hidupnya. Sejak pagi buta ia sudah bekeliaran di area Dermaga bahkan sampai dengan turut berlayar bersama dengan kapal penyeberangan kayangan - poto tano ataupun sebaliknya.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini telah ditinggalkan oleh orang tuanya sejak 2 tahun lalu. Latar belakang keluarga yang telah Broken home membuatnya harus berusaha menjalani hidupnya sendiri dimasa usianya yang masih sangat muda. Ibunya telah kembali ke kampung halamannya di Lombok Tengah sedangkan ayahnya sendiri sudah merantau ke Kalimantan. Jadi sekarang saya hanya sebatang kara ucap Jae dengan mimik yang sangat sedih.

Hari-hari fikiran Jae hanya dipenuhi dengan bagaimana caranya agar hari ini ia bisa mendapatkan uang untuk membeli sesuap nasi. Namun hal yang patut diteladani adalah bahwa Jae selalu memegang prinsip ia lebih baik kelaparan daripada harus mencuri atau mengambil barang milik orang lain. Sungguh prinsip yang luar biasa untuk anak seusia Jae.

Setiap harinya jika beruntung Jae bisa mengantongi uang sampai dengan Rp.30.000,- namun jika sedang tidak beruntung hanya beberapa ribu saja yang ia dapatkan. Hasil yang diperoleh ia gunakan untuk membeli makan dan sisanya untuk ditabung agar nanti saya bisa menyewa tempat kost sehingga tidak harus tidur di ruang tunggu dermaga kayangan seperti yang sudah saya jalani 2 tahun terakhir.

 

Baca Juga :


Jae juga mengutarakan harapannya agar ia bisa bersekolah karena selama ini ia tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah, dan pastinya sampai hari ini ia masih buta huruf. Ia juga berkeinginan untuk bisa berkumpul lagi dengan anggota keluarga lainnya. Saudara-saudaranya telah terpisah dan entah dimana keberadaannya, ia hanya menuturkan bahwa adiknya ada yang dititip kepada orang lain dan kakaknya juga sudah ada yang berkerja. Akan tetapi selama ini kami tidak pernah berjumpa ataupun saling menghubungi. Mudah-mudahan saja apa yang menjadi harapan si Jae bisa terwujud dan menjadi kenyataan. (©_benk VH)



 
KM. Serambi Brangrea

KM. Serambi Brangrea

http://serambibrangrea.blogspot.com Helmy Wahyunadi (Motivator) Agus Sudono (IT) Sri Handayani (Penulis) Indah Fuji Astuti (Penulis) Roman Indra Jaya (Penulis)

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan