logoblog

Cari

Kakek Penjual Kacang Sejati

Kakek Penjual Kacang Sejati

  Bima, Kampung Media.- Ama Hima sapa’an akrabnya. Bapak dari tujuh bersaudara ini sudah menginjak umur (80 tahnu). Namun, kebiasaannya tidak

Sosial & Keagamaan

Andre Salahuddin
Oleh Andre Salahuddin
07 Maret, 2014 13:35:21
Sosial & Keagamaan
Komentar: 1
Dibaca: 25939 Kali

 

Bima, Kampung Media.- Ama Hima sapa’an akrabnya. Bapak dari tujuh bersaudara ini sudah menginjak umur (80 tahnu). Namun, kebiasaannya tidak pernah terlewatkan. Yakni “ penjual kacang sejati”. Sejatinya seorang bapak rela berkorban demi keluarganya, begitu juga yang dilakukan Abdul Hamid (menyebut nama aslinya).

Bapak asal Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kab. Bima ini selayaknya dipanggil kakek. Begitu hebatnya sang kake, hasil penjualan kacannya, bisa menyekolahkan anak-ankanya. Bahkan ke 7 tujuh anaknya sudah selesai semua walaupun hanya tingkat SMA.

Kacang goreng dan kacang rebus menjadi pendamping hidupnya selain keluarganya. Sejak menginjak umur 25 tahun kakek sudah bergeliputi sebagai penjual kacang. Bahakan, sampai sekarang bapak yang sudah ubanan itu masih juga menjalankan profesinya tersebut. Kenapa tidak? Profesinya tersebut jika tidak dilakukan maka kebutuhan ekonomi bapak ini akan terbengkalai.

Sebutan kakek, dari empat cucunya. Ta’ kena lelah, langkah demi langkah yang dilakukan kakek itu, tidak mengenal siang dan malam sang kakek tetap mencari pelanggan untuk menghabiskan dagangannya.

 

Baca Juga :


Suara Orgen tunggal menjadi langganan si-kakek, dimana music tersebut terdengar oleh kakek, disitu pasti ada kakek. Mulai sejak pukul 20.00 wita sudah stanbay hingga dini hari sang kakek masih menunggu kedatangan pelanggan, untuk membelikan kacangnya. Hingga pukul 02.00 wita sang kakek pum masih menahan dinginya suasana malam demi meraih hasil jualan untuk kebutuhan keluarganya.

Kebutuhyan keluarga menjadi pendorong sang kakek, Walaupun usaha kecil-kecilan sang kakek tetap semangat untuk mendapatkan modal demi mencapai cita-citanya, yakni memberi, memberi dan memberi untuk kebutuhan keluarga walaupun sealar kadar.

Tidak memandang lelah sang kakek itu terus menunggu dan menunggu kapan para pelanggan untuk membeli kacangnya. Sedikit yang laku, sangat bermanfaat bagi kakek untuk berbuat terhadap anak dan cucunya. Dan itulah yang membuat kakek tidak patah semangat dalam hidupnya berjualan. (Andre)

- (01)



 
Andre Salahuddin

Andre Salahuddin

Citezen Journalist. Pernah Aktif di Kampung Media Sareindai Belo Kabupaten Bima.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    07 Juni, 2014

    tidak salah kan di komentari sekalipun sudah lama?.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan