logoblog

Cari

Lakalantas Pudarkan Masa Depan Abd Hamid

Lakalantas Pudarkan Masa Depan Abd Hamid

Bima, KM Sarei Ndai.- Sungguh malang nasib yang dialami Abd Hamid (30 tahun), warga Desa Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima ini harus

Sosial & Keagamaan

KM Sarei Ndai
Oleh KM Sarei Ndai
12 Maret, 2014 08:56:00
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 8288 Kali

Bima, KM Sarei Ndai.- Sungguh malang nasib yang dialami Abd Hamid (30), warga Desa Keli, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima ini harus menanggung kehidupan yang tidak pernah diharapkannya. Setelah mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalantas) sekira 3 tahun lalu. Kini, Hamid hanya bisa duduk diam sambil menahan sakit yang diderita.

Seluruh badannya membengkak. Yang paling memprihatinkan kaki bagian kanan mulai dari betis hingga pergelangan kaki seluruh dagingnya terkelupas hingga yang tampak hanya tulang.

Peristiwa memilukan itu terjadi saat Hamid pulang dari bertani bawang di lokasi pertanian Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Saat itu, Hamid yang merngendarai sepeda motor tiba-tiba diserempet sebuah bus. Korban sempat terseret beberapa meter hingga menyebabkan daging pada bagian betis kanan terkelupas.

Ditemui KM Sarei Ndai, Hamid yang memiliki dua anak ini menuturkan, tidak ada santunan yang didapat, baik dari pemilik bus atau Jasaraharja. Awalnya, antara korban dengan pemilik bus ada kesepakatan damai dengan membayar seluruh biaya pengobatan dan lainnya hingga sembuh. Korban diminta tidak melaporkan persoalan itu ke polisi. Tawaran itu diterima dan disepakati oleh keluarga korban. Namun, isi dari kesepakatan itu hingga saat ini tidak terwujud, “Saya orang kecil Pak, tidak tahu harus berbuat apalagi,” katanya.

Apa yang bisa dilakukan Hamid dengan keadaannya saat ini? Tidak ada yang bisa dilakukan, jangankan untuk mencari nafkah buat anak dan istrinya, untuk menahan rasa sakit yang dialami saja sudah luar biasa. Hamid kini hanya bisa duduk dan menunggu nasib dan pasrah dengan keadaan.

Sebelumnya, anak sulung dari dua bersaudara itu adalah pekerja yang ulet. Sejak usia remaja setelah ditinggal mati ayahnya sejak masih balita, Hamid sudah menjadi tulang punggung keluarga. Korban harus membiaya kehidupan ibu dan adik perempuannya, “Hampa rasanya hidup ini setelah kejadian itu,” ujarnya lirih.

 

Baca Juga :


Sejak peristiwa tragis itu, kondisi kesehatan Hamid semakin hari semakin memburuk. Seluruh badan membengkak. Demikian juga dengan bagian kaki kanan semakin membesar seperti penderita kaki gajah. Beberapa hari lalu, Hamid pernah diminta untuk dibawa ke Puskesmas Woha. Dokter Puskesmas Woha, H Ganis KP yang sempat melihat kondisi Hamid mengatakan, pembengkakan badan Hamid diduga disebabkan oleh obat yang dikonsumsinya selama ini. Hal itu, sesuai dengan pengakuan Hamid bahwa sejak kejadian itu rasa sakit yang dialami sangat luar biasa. Satu-satunya yang bisa meredakan rasa sakit hanya dengan mengonsumsi obat tertentu, “Kalau pas obatnya habis rasa sakit yang amat sangat kembali muncul. Kalau sudah minum obat sakitnya reda,” katanya.

Sedangkan pembengkakan pada kaki yang dialami Hamid selain akibat kesalahan konsumsi obat juga diduga akibat kesalahan jahit pada luka saat awal kejadian.

Ganis menyarankan, agar Hamid dirawat intensif di RSUD Bima. Awalnya, korban sangat senang. Apalagi sudah mengantungi Kartu Jamkesmas. Namun, dengan berbagai pertimbangan, perawatan di RSUD Bima dibatalkan karena tidak ada biaya, “Memang saya punya kartu Jamkesmas, tapi biaya untuk makan minum yang menjaga saya di sana tidak ada. Belum lagi jika ada resep dokter yang harus ditebus diluar tanggungan Jamkesmas. Inilah yang jadi pertimbangan keluarga,” ujarnya.

Harapan satu-satunya Hamid adalah dengan memohon bantuan pemerintah atau pihak-pihak yang peduli. Seperti dengan bantuan modal usaha kios atau lainnya yang tidak membutuhkan gerak badan yang berlebihan, “Kalau untuk menjaga kios kecil bisa saja, daripada saya duduk diam meski hasilnya cukup untuk kebutuhan dua anak saya. Tapi untuk membuka usaha itu saya tidak punya modal,” keluhnya. (Yad) - (01)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2020 | Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan