logoblog

Cari

Populasi BOBO di Sambelia Cukup Banyak

Populasi BOBO di Sambelia Cukup Banyak

Salah satu dari penyebab kecelakaan berkendaraan adalah hewan. Mahluk hidup yang satu ini memang tak bisa ditebak kapan dan bagiman pola

Sosial & Keagamaan

Muhammad Madun Anwar
Oleh Muhammad Madun Anwar
25 Juni, 2014 11:28:46
Sosial & Keagamaan
Komentar: 3
Dibaca: 5015 Kali

Salah satu dari penyebab kecelakaan berkendaraan adalah hewan. Mahluk hidup yang satu ini memang tak bisa ditebak kapan dan bagiman pola tingkahnya muncul secara tiba-tiba. Jika tidak bisa dihindari, maka kecelakaan akan menghampiri, bahkan nyawa pun bisa jadi taruhannya. Mahluk hidup yang dimaksud dalam hal ini adalah anjing. Untuk lebih sopannya anjing sengaja di ganti dengan ‘bobo’.

            ‘Bobo’ adalah pendamping hidup bagi manusia. Bobo bisa digunakan di sawah, rumah, bahkan bila ada yang terlatih bisa digunakan untuk pendeteksi (digunakan oleh polisi). Keberadaannya di buka bumi ini bisa dihitung beberapa persen. Bisa dikatakan di setiap daerah pasti ada, tak terkecuali di Sambelia.

            Sambelia adalah salah satu daerah yang penduduknya cukup padat. Jika Anda ingin pergi ke Bayan, atau daerah lainnya (sekitaran Bayan) pasti Anda akan melewati Sambelia. Begitu sebaliknya, bila Anda berasal dari Bayan, Kokok Putek, Obel-obel, atau Belanting, hendak ke Lombok, Aikmel atau Selong, maka Anda akan melewatinya.

            Tentu, saat Anda berpergian, hal yang utama yang Anda perhatikan adalah keselamatan. Saat Anda berpergian, dan melewati Sambelia, hendaklah hati-hati. Sebab, bisa dikatakan di setiap jalan, ‘bobo’ pasti akan melintas. Bahkan, bisa dikatakan di setiap beberapa kilo ‘bobo’ akan muncul. Tak bisa dipungkiri bahwa ‘bobo’ atau populasi ‘bobo’ di Sambelia cukup banyak.

            Populasi ‘bobo’ di Sambelia yang cukup banyak menyebabkan Penulis bertanya : apakah ‘bobo-bobo’ itu sengaja dipelihara? Atau ...? Entahlah, sejauh ini Penulis belum melakukan survei yang mendetail. Hanya saja, Penulis melakukan observasi ketika hendak berpergian. Dan dari hasil observasi tersebut, Penulis mengambil kesimpulan bahwa populasi ‘bobo’ di Sambelia cukup banyak.

 

Baca Juga :


            Tulisan ini bukan bertujuan untuk hal-hal lain (buruk). Hanya saja, penulis mengingatkan bila melewati Sambelia (apalagi saat malam) maka lebih berhati-hatilah.

            “Sayangilah diri sendiri dengan memperhatikan keselamatan.” (adoeen) - 05



 
Muhammad Madun Anwar

Muhammad Madun Anwar

Bertekat membahagiakan kedua orang tua dan keluarga. Sekarang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu sekolah Negeri pinggiran di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB. Dapat dihubungi ke: 085-903-157-401. E-mail: muhammadadoeen@yahoo.co.id.

Artikel Terkait

3 KOMENTAR

  1. KM Kaula

    KM Kaula

    26 Juni, 2014

    Gimana pendapat teman-teman warga kampung Media, terhadap SKPD yang kurang taat pada perintah Bapak Gubernur?.


  • Muhammad Madun Anwar

    Muhammad Madun Anwar

    25 Juni, 2014

    Nah, kalau yang itu memang secara individual sudah begitu. Bukankah setiap mahluk hidup harus pandai beradaptasi? Jika tidak bisa, tentu generasi penerusnya akan punah. Bobo pun demikian, beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Bukankah sekarang manusia membuang kotorannya di kamar mandi? Jadi... makanannya sulit diperoleh bukan? ^_^


  • KM Kaula

    KM Kaula

    25 Juni, 2014

    penting di ketahui juga Bahwa kalau dulu, hanya satu dua bobo yang suka makan unggas piaraan warga, tapi kalau sekarang rata-rata bobo itu suka makan unggas piaraan warga. penyebab salah satunya adalah karena bobo hari ini sudah sedikit mengikuti pola makan manusia yang cendrung mau makan makanan enak.


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan