logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pentingnya Kebersamaan Dalam Keluarga

Pentingnya Kebersamaan Dalam Keluarga

Gunungsari. Ini bukan acara maulidan ataupun acara seremonial, melainkan acara biasa saat makan siang keluarga di Gunungsari. Acara sederhana yang diselingi

Sosial & Keagamaan

KM Gunungsari
Oleh KM Gunungsari
25 Januari, 2015 10:53:34
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 73784 Kali

Gunungsari. Ini bukan acara maulidan ataupun acara seremonial, melainkan acara biasa saat makan siang keluarga di Gunungsari. Acara sederhana yang diselingi dengan canda tawa dalam suasana kebersamaan. Berkumpulnya sebuah keluarga yang terpisah jauh karena tugas dan pekerjaan memiliki arti penting dalam menjalin ukhuwah karena akan memberikan tambahan energi positif pada masing-masing anggota keluarga. Kondisi kehidupan modern yang makin banyak memberikan tuntutan hidup, memaka suami, istri bahkan anak yang semestinya belajar harus bekerja sehingga waktu untuk menjalin kebersamaan dalam keluarga menjadi sangat sempit. Tidak jarang dari mereka kesulitan dalam menentukan waktu berlibur bersama karena aktifikas keseharian yang sampai sore, bahkan sering kita melihat anak harus dijaga oleh pengasuhnya. Kemajuan teknologi informasi dan jejaring sosial yang pada awalnya diciptakan untuk memudahkan komunikasi terkadang berubah menjadi sumber pemicu retaknya komunikasi itu sendiri.

Pentingnya kebersamaan dalam keluarga tidak hanya tercermin dari kebersamaan fisik semata, tapi mesti dibarengi dengan kedekatan emosional pada seluruh keluarga karena kebersamaan dalam kualitas yang bagus tidak dipengaruhi oleh interval waktu. Dalam mewujudkannya, berkomunikasi dengan baik, santun dan berkelanjutan memiliki peran penting, karena pada kenyataanya dalam menjalankan roda rumah tangga tidak terlepas dari masalah yang selalu menghampiri. Orang yang terampil dalam berkomunikasi dengan baik tidak akan mudah untuk terjebak dalam konflik bekepanjangan karena sesuatu hal yang remeh dan sepele.

Keterampilan menjalin keserasian dalam kebersamaan kekeluargaan menjadi penting karena didasari oleh berkumpulnya  beberapa individu yang berbeda meskipun dalam satu bingkai keluarga. Untuk mendapatkan keserasian kebersamaan tersebut diperlukan sikap arif dalam menjalankan peran masing-masing. Peran sebagai suami-istri misalnya, contoh model kerjasama terletak pada sikap pembagian peran dalam pendidikan anak. Membicarakan bentuk kerjasama tersebut berarti melakukan negosiasi bagaimana menyatukan karakteristik pribadi masing-masing secara terbuka.

Hal lain yang menjadi penting untuk menjaga kebersamaan dalam keluarga adalah tidak memendam kebencian satu sama lain. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
"Tidak boleh seorang mu'min (suami) membenci seorang mu'minah (isterinya), bila dia tidak menyenangi satu dari perilakunya, dia tentu menyukai (perilakunya) yang lain." (HR. Muslim). Dari hadits ini didapat faedah bahwa ketika didapati pasangan dan anggota keluarga lainnya memiliki kekurangan maka hendaknya ditimbang dengan kebaikannya. Dengan menutup mata kekurangan-kekurangannya dan memperhatikan kebaikan-kebaikannya, maka persahabatan dan hubungan akan tetap terjalin serta perasaan pun menjadi tenang. Disamping itu hendaklah kita berusaha menghilangkan kesedihan dan kegelisahan, menjaga hubungan baik, selalu memberikan hak-hak yang harus dipenuhi, sehingga tercipta ketenangan di antara kedua belah pihak.

 

Baca Juga :


Dalam menerapkan hal di atas sebagai upaya untuk menjalin kebersamaan tersebut banyak cara ringan yang dapat dilakukan seperti bercanda, bemain, belajar, ataupun rekreasi bersama keuarga. Kedekatan antar keluarga saat makan bersama pun dapat menjadi sarana ampuh dalam menjalin kedekatan emosional tersebut selain mendatangkan keberkahan. Rasulullah bersabda dari Wahsyi bin Harb, "Sesungguhnya para Sahabat Rasulullah Saw. pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, seseungguhnya kami makan namun tidak merasa kenyang." Nabi bersabda (menjawab), "Adakah kalian makan sendiri-sendiri?", Sahabat menjawab, "Betul". Nabi lalu menjawab, "Untuk itu, makanlah bersama-sama serta sebutlah nama Allah sebelumnya, sehingga makanan tersebut menjadi berkah." (HR. Abu Dawud).

Hidup dalam sebuah rumah tangga berarti kita hidup dalam sebuah kebersamaan. Karena hal tersebut, maka untuk menciptakaan keharmonisan keluarga, kita harus selalu mengedepankan kebersamaan dalam setiap keinginan. Jika kita lebih mengutamakan kebutuhan diri dan mengabaikan kebutuhan pasangan kita, maka pada saatnya akan berhadapan dengan pasangan kita sebagai sosok yang berseberangansehingga kita telah kehilangan jalan menuju kebersamaan dan keharmonisan keluarga. (fix) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan