logoblog

Cari

Mengaji Itu Penting

Mengaji Itu Penting

KM. Serambi_Brangrea; Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) menjadi salah satu pilihan orang tua untuk memberikan pendidikan dalam rangka membentuk moral anak yang

Sosial & Keagamaan

KM. Serambi Brangrea
Oleh KM. Serambi Brangrea
04 Februari, 2015 21:00:40
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 41950 Kali

KM. Serambi_Brangrea; Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) menjadi salah satu pilihan orang tua untuk memberikan pendidikan dalam rangka membentuk moral anak yang sesuai dengan ajaran agama. Jika selama ini orang tua orang tua selalu memberikan pendidikan tambahan dengan les bahasa inggris, matematika, music dan sebagainya maka saat ini kita harus berfikir untuk memberikan pelajaran lebih tentang ilmu keagamaan dalam menghapi dunia yang kian bebas.

TPQ Daarul Istoqomah yang berdiri sejak tahun awal tahun 2014 lalu dan melaksanakan pembelajaran Alqur’an metode “Qiroati” memberikan salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada wali santri dengan menyelenggarakan kegiatan Khataman dan Imtihan terbuka untuk salah satu santri Husnida Mubarokah yang baru berusia 6 tahun lebih. Kegiatan yang diselenggarakan hari minggu (1/2) yang lalu bertempat di SDN Desaberu Kecamatan Brangrea dimaksudkan sekaligus menjadi wadah syiar tentang pentingnya mengaji dan mempelajari Alqur’an.

Dalam sambutannya ketua panitia Helmy wahyunadi menyampaikan beberapa hal terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut. Selain sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan santri dalam mengikuti pembelajaran Alqur’an metode Qiroati, kegiatan Khotaman dan Imtihan terbuka merupakan wadah syiar tentang perlunya pembelajaran Alqur’an sejak dini dan harus ditangani dengan serius.

“Mengaji Itu Penting Bukan Yang Penting Mengaji” adalah motto yang sering didengungkan oleh TPQ Daarul Istiqomah yang dipimpin oleh H. Siddik Parmono, S.Pd. Pembelajaran Alqur’an tidak boleh sekedar menjadi kegiatan sampingan saja, melainkan harus menjadi focus utama. Seperti halnya orang tua yang sangat mementingkan pendidikan formal maka pendidikan Alqur’an harus menjadi penting juga bagi orang tua.

Dengan dasar pengetahuan agama yang baik maka insyaAllah anak akan menjadi orang-orang cerdas dan berperilaku sesuai dengan tuntutan agama. Metode pembelajaran Alquran yang didirikan oleh KH. Dahlan Salim Zarkasyi tahun 1962 silam ini tergolong masih baru bagi masyarakat KSB umumnya. Tercatat sampai dengan hari ini hanya TPQ Daarul Istiqomah yang berlokasi di Desa Desaberu Kecamatan Brang Rea yang menyelenggarakan pendidikan Alqur’an Metode Qiroati ini. Kendati masih berusia belia TPQ Daarul Istiqomah telah memiliki 65 orang santri anak-anak, 23 santri dewasa dengan 5 orang ustadz yang telah bersyahadah atau bersertifikat layak mengajar.

Penyelenggaraan pendidikan Alqur’an metode Qiroati yang berpusat di Semarang ini sudah menetapkan standar minimal pelaksanaan pembelajaran. System adiministrasi yang dikelola secara disiplin dan rapi, hak dan kewajiban santri yang selalu ditegakkan menjadikan segala proses penyelenggaraan pendidikannya tidak kalah dengan pendidikan formal. Sebagaimana ditegaskan kepala TPQ H. Siddik bahwa pembelajaraan Alqur’an harus dilaksanakan dengan serius dan tidak boleh setengah-setengah sehingga nanti hasil yang diperolehpun sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Target capaian kurikulum yang diharapkan dari proses pembelajaran metode Qiroati ini adalah agar bagaimana santri dapat membaca Alqur’an dengan LCTB (Lancar, Cepat, Tepat, Benar) artinya santri bisa membaca dengan sebagaimana seharusnya dan tidak terbata-bata. Dengan program yang telah ditetapkan maka santri yang tekun mengikuti akan dapat menyelesaikan program pembelajaran selama dua tahun. Jika santri mulai mengikuti pendidikan sejak usia 3 tahun maka dapat dipastikan santri tersebut akan mampu membaca Alqur’an dengan LCTB ketika ia mencapai usia 5 tahun. Tidak hanya itu saja, selain mampu membaca Alqur’an santri juga dibekali dengan doa sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi lengkap dengan artinya. Selanjutnya santri juga telah dibekali dengan praktik sholat lengkap dengan bacaannya yang diharapkan ketika anak berusia 7 tahun dan mendapat perintah sholat maka anak tersebut sudah siap dengan segala ilmu yang dimilikinya.

 

Baca Juga :


Koordinator TPQ Metode Qiroati wilayah NTB Buya Tajuddin Nur dalam kesempatan acara khotaman dan imtihan terbuka menyampaikan beberapa pesan kepada santri agar Alqur’an dijadikan sebagai bagian dari dirinya. Amalan-amalan seperti tadarussan minimal 1 juz sehari, berbuat baik kepada orang tua, mencari teman bergaul yang baik harus terus dijaga. Kepada orang tua atau wali santri harus tetap menjaga dan mengawal anak untuk terus melanjutkan ke tingkat pembelajaran tahfizd atau menghafal Al-qur’an.

Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga pukul 11.00 tersebut diikuti oleh tamu undangan dengan penuh kekhusu’an. Peserta khotaman memulai acara dengan membaca hafalan muali dari surat Addhuha hingga Annas yang kemudian dilanjutkan dengan uraian tajwid serta peragaan Ghorib. Selain itu tamu undangan juga berkesempatan untuk ikut aktif dalam sesi imtihan atau dialog terbuka. Tamu undangan diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan  seputar bacaan Alqur’an, tajwid dan Ghorib. Tanpa terkendala sedikitpun peserta khotaman Nida sapaan akrabnya mampu menjawab pertanyaan para tamu undangan.

Tidak sedikit dari tamu undangan yang rata-rata menjadi tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Sumbawa Barat terharu menyaksikan hal tersebut. Luar biasa, kita saja yang sudah usia dewasa seperti ini belum memiliki kemampuan seperti anak usia 6 tahun ungkap Sanul salah seorang tamu udangan.

Direncanakan khotaman dan imtihan ke-2 yang diagendakan 6 bulan mendatang bisa diikuti oleh lebih banyak peserta. Karena ini adalah kali pertama maka segala kekurangan yang dirasakan dalam proses acara dari awal hingga akhir akan disempurnakan pada kesempatan berikutnya. (anie) - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan