logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hikmah Dari Batu Mulia dan Indah

Hikmah Dari Batu Mulia dan Indah

Batu akik atau sejenisnya, sudah lama dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan sejarah membuktikan bagaimana manusia menggunakan batu sebagai alat yang multifungsi.

Sosial & Keagamaan

Thaomapin
Oleh Thaomapin
07 Mei, 2015 12:23:08
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 5732 Kali

Batu akik atau sejenisnya, sudah lama dikenal oleh masyarakat luas. Bahkan sejarah membuktikan bagaimana manusia menggunakan batu sebagai alat yang multifungsi. Baik sebagai peralatan rumah tangga seperti cobek dan ulekannya, kampak untuk memotong atau membelah kayu, dan yang lainnya. Namun dengan bergulirnya waktu ditambah lagi adanya banyak penemuan alat-alat canggih, masyarakat mulai meninggalkan batu walaupun masih ada masyarakat yang mempertahannya.

Alquran menjelaskan bahwa ada berapa batu mulia dan indah yang sampai sekarang menjadi incaran para penggila batu. Diantaranya adalah allu`lu` atau mutiara, ada lagi Marjan yaitu batu dari terumbu karang dan Yakut batu dari darat atau dikenal dengan Rubi. Ketiga nama-nama batu ini disebutkan dalam Alquran di surat Arrahman ayat 22 dan 58.

Ummat Islam juga sudah mengenal batu dengan nama Hajar Aswad (batu hitam) yang ada di Ka`bah, batu ini jelaskan oleh Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wasallam berasal dari surga berwarna putih, namun karena dosa manusia berubah menjadi hitam. Walaupun demikian tidak boleh meyakini bahwa batu tersebut memiliki mudharat ataupun manfaat, Umar radhiallahu anhu berkata: "aku tahu bahwa kamu adalah batu tidak akan memberikan manfaat dan mudharat, jikalau seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu aku tidak akan menciummu" (HR. Ashhabussittah)

Kini, batu telah menjadi incaran, baik untuk mata cincin, kalung ataupun yang lainnya. Ini menjadi berkah bagi yang mau mencari lapangan kerja sebagian orang. Keindahan dan keunikan batu ini, menjadi daya tarik sendiri bagi para peminatnya, hingga ada yang memujanya sampai pada tarap kesyrikan kepada Allah azza. Wal`iyadzu billah

 

Baca Juga :


Batu cincin tidak hanya dilihat dari mulia dan indahnya saja, tapi lihatlah prosesnya. Dari pencariannya, penggalian, penghancuran, pemilihan urat, menjadi bongkahan kemudian digrinda, dibentuk dan dipoles. Jadilah indah dan mulia di jari... Begitulah hakekat kehidupan manusia, bahwasannya apa yang ia hadapi selama ini adalah sebagai proses untuk membentuk dirinya menjadi insan mulia di sisi Allah dan indah dipandang manusia.

wassalam. () -01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan