logoblog

Cari

Tutup Iklan

Koperasi Bintang Muda Lombok Timur Gelar Diskusi

Koperasi Bintang Muda Lombok Timur Gelar Diskusi

Lombok Timur_ Koperasi Bintang Muda Lombok Timur (KBM LOTIM) gelar diskusi Pengusahaan Kayu Rakyat Berbasis Koperasi, diskusi tersebut dihadiri dari perwakilan

Sosial & Keagamaan

RASYID RIDHO
Oleh RASYID RIDHO
13 September, 2015 01:14:20
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 3777 Kali

Lombok Timur_ Koperasi Bintang Muda Lombok Timur (KBM LOTIM) gelar diskusi Pengusahaan Kayu Rakyat Berbasis Koperasi, diskusi tersebut dihadiri dari perwakilan masyarakat 5 Desa (Suela, Mekarsari, Bebibidas, Wanasaba dan Beririjarak) di 2 Kecamatan (Suela dan Wanasaba).

Pengusahaan kayu rakyat berbasis koperasi merupakan sebuah gerakan yang di inisiasi dan di fasilitasi oleh Telapak yang bekerjasama dengan Gema Alam NTB. Gerakan tersebut disebut dengan comlog (community loging), comlog ini merupakan perkumpulan dari para petani kayu dan mempunyai kepentingan yang sama. Gerakan comlog merupakan himpunan dari para petani kayu yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, kemudian ini sebagai lapangan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja bagi komunitas di sekitar hutan, Gerakan ini dibangun sebagai pemberdayaan dan penciptaan peluang sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat sekitar hutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan untuk membuktikan bahwa masyarkat mampu megelola dan menjaga kawasan hutan secara lestari dan berkelanjutan, “terang Wenn. Pengawas Koperasi Bintang Muda Lombok Timur (KBM LOTIM) dan Ketua badan teritori Nusa Tenggara di Telapak, Jumat (11/09).

Diskusi berjalan lancar pada hari Jumat (11/09/2015) jam 14.00 Wit sampai selesai yang bertempat di sekretariat KBM LOTIM di desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.

 

Baca Juga :


Diskusi tersebut bisa memberikan gambaran kepada masyarakat bagaimana mengelola hutan rakyat secara lestari dan berkelanjutan dan mensejahterkan rakyat. Hutan rakyat merupakan kumpulan pohon yang berada di tanah hak dan tumbuh pada lahan-lahan milik perorangan. Artinya, atas dasar sukarela rakyat menanam, memelihara, dan sekaligus akan menebang sesuai dengan kebutuhannya. [] - 05



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan