Cari

Tutup Iklan

Qubah Masjid Direhab, Swadaya Dihimpun Sekejab

Qubah Masjid Direhab, Swadaya Dihimpun Sekejab

Meski hanya rehab pembangunan masjid, hanya perubahan bentuk qubah, geliat masyarakat desa untuk tetap mempertahankan tradisi gotong-royong tak pernah pudar. Justru

Sosial & Keagamaan

Qubah Masjid Direhab, Swadaya Dihimpun Sekejab

Qubah Masjid Direhab, Swadaya Dihimpun Sekejab

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
23 November, 2015 19:44:09
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 2182 Kali

Meski hanya rehab pembangunan masjid, hanya perubahan bentuk qubah, geliat masyarakat desa untuk tetap mempertahankan tradisi gotong-royong tak pernah pudar. Justru disini semangat kebersamaan melalui semangat gotong-royong ditunjukkan masyarakat Dusun Panarukan Lauq, Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Untuk menuntaskan pembuatan qubah masjid tersebut, masyarakat setempat tak terlalu banyak berharap sumberdana dari APBD alias Bansos yang dilakukan sejumlah pengurus masjid untuk mendapatkan kucuran dana. Masjid Nurul Huda nama masjid yang mampu menampung hingga 700-an jamaah ini sama sekali tak terlalu berharap banyak dari bantuan pemerintah. Justru dana swadaya menjadi andalan warga yang sebagian besar petani jagung ini.

HM. Taufiq, salah seorang tokoh masyarakat Panarukan Lauq yang juga pengurus masjid setempat tidak membantah, ketika ditanyakan keswadayaan masyarakat lebih ditonjolkan dalam pembangunan masjid ini. “Rencana Anggaran Biaya (RAB) masjid ini hingga Rp. 300 juta lebih. RAB tersebut diperuntukkan bagi penyelesaian pembangunan qubah baru dan sebagian pelebaran lantai dua masjid. Mudah-mudahan hajat masyarakat untuk penyelesaian rencana pembangunan ini dapat rampung,” kata HM. Taufiq di Panarukan Lauq, Senin (23/11) ini.

Terkait penghimpunan anggaran pembangunan, HM. Taufiq menuturkan, tahap uji coba pertama masyarakat setempat dikenakan sumbangan wajib senilai Rp. 100 ribu. Kecuali itu warga lainnya juga ada yang menyalurkan sumbangan berupa bahan material berupa semen. “Saat itu juga bias terkumpul 50 sak semen,” ujar HM. Taufiq.

Baca Juga :


Selain itu, kata HM. Taufiq, para donator dari masyarakat setempat terbagi dalam tiga tingkatan. Ia menyebut untuk donator kelas I (orang kaya) dikenakan Rp. 2 juta. Masyarakat berpenghasilan kelas menengah dipungut Rp. 1 juta dan masyarakat biasa ditarik Rp. 500 ribu saja. “Dengan pola seperti ini dalam waktu singkat justru terkumpul dana melebihi dari RAB yang sudah ditentukan. Inilah bentuk kegotong-royongan dan kekompakan masyarakat kami,” kata HM. Taufiq, seraya menambahkan, tidak menutup kemungkinan tambahan sumbangan dari donator lainnya. (wardi) - 05



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan