logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sisi Lain MTQN 26 di Mataran

Sisi Lain MTQN 26 di Mataran

  Acara perhelatan akbar MTQ Tingkat Nasional 2016 di NTB telah ditutup pada hari sabtu 6 Agustus 2016 oleh Bpk Mentri Agama

Sosial & Keagamaan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
09 Agustus, 2016 12:43:08
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 17230 Kali

Acara perhelatan akbar MTQ Tingkat Nasional 2016 di NTB telah ditutup pada hari sabtu 6 Agustus 2016 oleh Bpk Mentri Agama Bpk. Lukman Hakim Syaifuddin.

Begitu deras antusiasme masyarakat NTB sehingga sebelas  arena tempat berlangsungnya MTQ dipadati oleh masyarakat untuk melihat dari dekat wajah para kafilah yang tampil mengumandangkan Alqur’an. Mereka tidak peduli hujan, panas atau dingin pada malam hari untuk menikmati suasana MTQ dibawah panggung utama khususnya yang dipusatkan di Islamic Center. Beberapa ruas jalan yang bersingungan dengan arena telah ditutup fihak kepolisian untuk memeberikan rasa aman  dan ruang yang lebih luas bagi pengunjungn.

Akibatnya kemacetan tidak bisa dihindarkan dihampir setiap sudut jantung kota Mataram terutama jalur menuju arena utama MTQ. Terlihat pada gambar salah satu kemacetan yang terjadi pada malam terakhir MTQ yang mengakibat antrian kendaraan terutama roda empat sampai enam kilo meter. Untunglah para pengendara sadar dan tertib serta mereka tetap menjaga rasa tanggung jawab untuk sama-sama mensukseskan MTQ Tingkat Nasonal yang berlangsung didaerah mereka.

Ditempat lain yaitu dibeberapa asrama pondok pesantren Al-Aziziyah Gunung Sari Kapek Lombok Barat beberapa santri mengaku gembira dan bangga bahwa salah satu arena pada cabang Hifzil Qur’an 10 dan 20 juz dipusatkan dimesjid utama Pondok Pesantren Al-Aziziyah.

Sedangkan untuk hafalan 30 Juz arenanya dipusatkan di Taman Budaya Kota Mataram. Pondok Pesantren Al-Aziziyah ini adalah pondok yang secara khusus membentuk santri menjadi penghafal Qur’an atau Tahfiz, sehingga mereka sangat antusias menyimak para peserta tahfiz utusan dari seluruh propinsi.

 

Baca Juga :


Mereka seolah-olah menjadi dewan juri secara langsung karena mereka juga notabenenya adalah tahfiz. Secara teratur waktu ditetapkan oleh fihak Pondok Pesantren bagi santri dan santriwati agar secara bergilir keluar asrama untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional pada cabang Tahfizul Qur’an di Pondok mereka.

Yang unik dari para santri adalah sedikit perasaan suntuk karena sejak tanggal 25 Juli 2016 masuknya tahun ajaran baru sampai dengan penutupan MTQ mereka tidak dapat belajar seperti biasa dibangku madrasah karena perhelatan MTQ ini.

Beberapa dari mereka terutama santri yang baru masuk ketika ditemui Inmas mengaku sedikit suntuk tidak mendapatkan pelajaran selama berlangsungnya MTQ. Diantara mereka yaitu Muhammad Genta Dafa, Ahmad Jessa, Muhammad Safwan dan fathur yang mencoba kegiatan-kegiatan lainnya selain tahfiz didalam asrama agar mereka selalu happy selama MTQ berlangsung, karena para santri tidak bebas berada diluar asrama selain sekolah atau kunjungan orangtua wali. Mereka selalu membuat canda ria selesai setiap kegiatan pengajian dalam asrama untuk membuat suasana tidak membosankan…tony-joko…



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan