logoblog

Cari

Gocek Manok, Penyalahgunaan Sebuah Tradisi Dan Budaya Luhur

Gocek Manok, Penyalahgunaan Sebuah Tradisi Dan Budaya Luhur

Sabung ayam ataupun adu ayam jago atau gocek manok adalah permainan rakyat yang dimana dua ayam jago saling berlaga di arena.

Sosial & Keagamaan

rato rizal
Oleh rato rizal
21 November, 2016 22:21:46
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 53034 Kali

Sabung ayam ataupun adu ayam jago atau gocek manok adalah permainan rakyat yang dimana dua ayam jago saling berlaga di arena. Dan permainan ini sudah berumur kira-kira 1400 SM dan para sejarahwan mencatat bahwa orang dulu melakukan sabung ayam untuk mengusir gangguan roh jahat di suatu wilayah tertentu dan ada yang menganggap ini sebagai ritual

Sebut saja cerita rakyat dari Jawa yang terkenal adalah cerita ayam sakti milik Cindelaras.Tapi lain di Jawa, lain pula di Bali. Di Bali sabung ayam dikenal dengan istilah Tajen yang berasal dari Tabuh Rah, sebuah ritual untuk menyelaraskan hubungan manusia dengan Yang Maha Kuasa. Ritual ini biasanya menggunakan ayam atau hewan berdarah panas lainnya. Dan perlu diingat bahwa masyarakat Bali setempat menggangap ini ritual suci, sehingga terdapat aturan wanita dilarang untuk masuk ke tempat yang dijadikan arena ritual tersebut. Bahkan konon dalam sebuah cerita rakyat sabung ayam merupakan media bertemunya seorang anak dengan ayahnya yang telah lama berpisah.

Beberapa informasi yang kumpulkan memang dikutip dari berbagai sumber bacaan dan media terpercaya sehingga tidak banyak tambahan tentang bagaimana asal muasal dan perjalanan gocek di Lombok. Dari banyak catatan dan cerita tentang kerajaan masa lalu, bisa dikatakan sabung ayam merupakan sebuah acara hiburan masyarakat jauh sejak zaman praaksara. Dan terjadi dihampir seluruh penjuru Indonesia. Hal ini merupakan suatu kegiatan rutin suatu kalangan masyarakat dalam merayakan atau prosesi keagamaan, maklumlah hanya sabung ayam saja yang merupakan hiburan paling merakyat. Pengaruh kuat masuknya agama hindu yang juga membawa serta kebudayaannya secara langsung telah memberikan warna tersendiri pada pola hidup masyarakat pada zaman dahulu.

Sabung Ayam dalam bahasa sasak terkenal dengan sebutan begocek, juga masuk melalui masa masuknya ajaran hindu yang dibawa oleh kerajaan hindu saat itu, salah satunya kerajaan Karang Asem. Sebenarnya begocek lebih pada ritual agama yang harus dilakukan oleh pemuka agama Hindu. Agar apa yang dihajatkan dapat terkabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sepak terjang sabung ayam di Indonesia juga sudah terbilang lama usianya, bahkan sering dikait-kaitkan dengan cerita kehidupan social, budaya ataupun politik. Walaupun ada larangan dari pemerintah tentang praktik judi sabung ayam, namun rakyat menganggap angin lalu dan keberadaannya masih tetap ada. Permainan sabung ayam ini tetap dipelihara walau dikecam oleh pemerintah karena alasan berdasarkan warisan leluhur serta cerita rakyat yang masih kental mewarnai sabung ayam tersebut.

 

Baca Juga :


Pada masa kini begocek telah jauh meleset dari makna sesungguhnya, malah oleh beberapa oknum, Begocek dijadikan sebagai arena perjudian kelas kakap dengan omset yang terbilang tidak sedikit. Sehingga pemerintah menerbitkan Undang undang yang memasukkan begocek sebagai salah satu kategori tindakan melawan dan melanggar hukum. Tak hanya di Indonesia, diberbagai negara didunia pun juga masih menggelar acara Sabung Ayam, bahkan yang lebih luar biasa lagi dijadikan sebagai jenis judi on line. Parah banget.

Sudah tak ada lagi tradisi dan budaya begocek yang dulu memang kita harapkan sebagai sarana dalam rangka memajukan industri pariwisata. ( rizal) -03



 
rato rizal

rato rizal

Mohamad Rizal Suryadin,S.Pd beralamat di Barabali PNS di SMPN Satu Atap 1 Batukliang . Hp. 08175748304 e-mail rato_suryadin@yahoo.co.id sejarah digali dari tulisan, maka nanti tulisan kita akan menjadi sejarah.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan