logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kalibrasi Arah Kiblat Penting Untuk Keakuratan Arah Kiblat

Kalibrasi Arah Kiblat Penting Untuk Keakuratan Arah Kiblat

Mataram (Rengganis),_Aktivitas penentuan arah kiblat dengan menggunakan kecanggihan alat-alat modern sebenarnya bukanlah hal yang baru. Hal ini nyata pada sikap apresiatif

Sosial & Keagamaan

KM. RENGGANIS
Oleh KM. RENGGANIS
29 November, 2016 17:49:04
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 9817 Kali

Mataram (Rengganis),_Aktivitas penentuan arah kiblat dengan menggunakan kecanggihan alat-alat modern sebenarnya bukanlah hal yang baru. Hal ini nyata pada sikap apresiatif Pembimbing Syariah H. Khairi pada saat beliau ditanya tentang penggunaan kompas (bait al-ibrah) yang pada eranya dinilai canggih dan modern sebagai sarana penunjuk arah kiblat. K. Khairi menjawab bahwa penggunaan untuk tujuan tersebut diperbolehkan karena kompas memberikan hasil kesimpulan yang sama nilainya dengan ijtihad, yakni sama-sama menghasilkan kesimpulan yang bersifat zhanni. Dari pandangan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa alat-alat semacam GPS, Theodolit dan Google Earth boleh dan sah dijadikan sebagai sarana bantu mencari arah kiblat.

 

Berawal dari latar belakang inilah Kementerian Agama Provinsi NTB melalui Pembimbing Syari'ah merasa perlu untuk melakukan pengukuran atau kalibrasi arah kiblat semata-mata sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap aspek peribadatan umat islam. Pembimbing Syari'ah H. Khairi mengatakan, memahami dan menyadari bahwa cakrawala fiqih islam teramat luas, banyak ijtihad-ijtihad fiqhiyah yang berbeda antara satu dengan yang lainnya termasuk yang berhubungan dengan kiblat. Oleh sebab itu status data-data yang dihasilkan dari metode dan peralatan yang kami jadikan instrumen pengukuran modern mesti dipahami sebagai bentuk upaya ijtihadiyah yang bersifat zhanni, yang tentunya sejajar dengan ijtihad-ijtihad ulama terdahulu dalam menentukan arah kiblat.

 

Selanjutnya dikatakan masih banyak masyarakat yang tidak memahami arah kiblat dan penentuan arah kiblat suatu bangunan rumah ibadah masih mengandalkan pekerja bangunan (tukang). Patokan arah kiblat masih mengarah ke barat tidak memahami berapa derajat sebenarnya dari arah utara atau dengan kata lain masih sekitar lima puluh persen kesalahan persis kearah barat.

 

 

Baca Juga :


Seratus Sembilan puluh delapan bangunan Masjid dan Musholla se Pulau Lombok menjadi sasaran Tim Kalibrasi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk turun mengecek kembali posisi sebenarnya dari Masjid dan Musholla tersebut, “Walaupun diterpa derasnya hujan namun semangat kami dari Tim Kalibrasi terus tetap melaksanakan kalibrasi ini” ungkap salah satu Tim Kalibrasi Kanwil Kemenag Provinsi NTB Ida Suryati.

 

Dari pelaksanaan kalibrasi yang dilakukan Tim Kalibrasi, Tim berharap untuk dapat menghasilkan tujuan dengan menggunakan beberapa strategi dan metode, meliputi kegiatan aktivitas bersama masyarakat dan tokoh agama dalam menentukan arah kiblat, "Kegiatan ini dirasa penting, karena hampir semua masjid di NTB belum tersertifikasi pemutahiran kalibrasi arah kiblat dan belum ada kemandirian dan kemampuan dari takmir masjid untuk menentukan waktu shalat yang harus disesuaikan dengan wilayah masing-masing," pungkas Ida Suryati. LA



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan