logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pentingnya Penyempurnaan Pelayanan Komponen Haji

Pentingnya Penyempurnaan Pelayanan Komponen Haji

Mataram (Rengganis),_Direktur Pelayanan Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Sri Ilham Lubis dalam pemaparan materinya tentang Komponen Pelaksanaan

Sosial & Keagamaan

KM. RENGGANIS
Oleh KM. RENGGANIS
15 Desember, 2016 20:32:52
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 4771 Kali

Mataram (Rengganis),_Direktur Pelayanan Luar Negeri Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Sri Ilham Lubis dalam pemaparan materinya tentang Komponen Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji Tahun 1438 H/2017M di Hotel The Santosa Senggigi sore ini (Kamis, 15-12) menyampaikan bahwa pelayanan terhadap jamaah calon haji akan ditingkatkan, terutama pada Akomodasi, konsumsi dan pada transportasi. “Dalam kesempatan itu, saya jelaskan apa saja komponen yang mempengaruhi besaran BPIH sesuai dengan pengalaman saya bekerja sebagai Direktur Pelayanan Luar Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.


Menurut hemat saya, apa yang saya sampaikan kepada Bapak Ibu juga perlu diketahui oleh masyarakat. Sebab, ini menyangkut kepentingan umat dan uang yang harus mereka bayarkan agar bisa melaksanakan ibadah haji dan mendapatkan pelayanan yang baik selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.


Sebetulnya, komponen BPIH banyak sekali. Ada biaya perjalanan, sewa pemondokan, biaya hidup selama di Arab Saudi, konsumsi, akomodasi, pengurusan dokumen keimigrasian, honor petugas haji, dan biaya-biaya operasional lainnya. Namun, untuk lebih mudahnya, Kementerian Agama biasanya membagi biaya-biaya itu menjadi dua kategori, yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost), tambahnya didepan para Kasi PHU Kemenag Kabupaten/Kota dalam acara Pembahasan Komponen Pelaksanaan Anggaran Operasional Haji yang akan berlangsung selama 3 hari tersebut dari tanggal 15 sampai dengan 17 Desember 2016.


Biaya tidak langsung artinya biaya yang tidak ditanggung secara langsung oleh jamaah, tetapi dibayarkan dari keuntungan pengelolaan dana setoran awal yang mengendap selama bertahun-tahun sesuai dengan lamanya masa tunggu. Biaya tidak langsung ini sering kali disebut sebagai subsidi meskipun sebetulnya berasal dari dana jamaah haji juga. Besaran biaya tidak langsung ini dibahas antara pemerintah dan DPR. Biaya tidak langsung meliputi banyak hal selain biaya penerbangan, sewa pemondokan di Makkah dan Madinah, dan biaya hidup atau uang saku yang diberikan kepada jamaah haji, termasuk di dalamnya adalah subsidi sebagian sewa pemondokan.

Adapun biaya langsung adalah biaya yang langsung ditanggung oleh calon jamaah haji. Biaya inilah yang secara salah kaprah disebut dengan BPIH. Padahal, sebetulnya BPIH tidak hanya itu. Biaya langsung meliputi tiga hal, yaitu (1) biaya penerbangan, (2) biaya pemondokan di Makkah dan Madinah, dan (3) biaya hidup atau uang saku yang diberikan kepada jamaah haji. Tiga komponen inilah yang harus dibayar oleh jamaah haji melalui dua tahapan, yakni setoran awal untuk mendapatkan nomor porsi dan pelunasan menjelang keberangkatan.

 

Baca Juga :



Besaran BPIH sangat dipengaruhi oleh, pertama, harga tiket pesawat yang naik-turun sesuai fluktuasi harga minyak dunia. Kedua, kurs dolar AS. Ketiga, harga sewa pemondokan di Makkah. Keempat, subsidi dari hasil pengelolaan setoran awal calon jamaah haji. Harga tiket pesawat merupakan komponen yang sangat besar persentasenya terhadap besaran BPIH.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan