logoblog

Cari

Tutup Iklan

Islam Di Dompu, Catatan Dari Islamic Center NTB

Islam Di Dompu, Catatan Dari Islamic Center NTB

Menanti buka puasa bersama di Masjid Islamic Center (IC) NTB yang terletak di Jalan Udayana Mataram adalah hal yang menyenangkan. Selain

Sosial & Keagamaan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
06 Juni, 2017 16:04:55
Sosial & Keagamaan
Komentar: 2
Dibaca: 6695 Kali

Menanti buka puasa bersama di Masjid Islamic Center (IC) NTB yang terletak di Jalan Udayana Mataram adalah hal yang menyenangkan. Selain menyaksikan musik religi di panggung Pesona Khas Ramadhan, kitapun bisa memainkan busur anak panah di halaman Masjid yang megah ini. Selain itu, kuliner halal dengan tampilan menu khas sasak siap menanti kita untuk berbuka puasa. fashion Show busana Islam dapat disaksikan di Ball Room, serta pameran buku religi dan koleksi pedang Nabi. Tapi bagi pecinta pendidikan dan perkembangan sejarah islam, dalam Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center NTB ini menampilkan koleksi sejarah islam di pulau Lombok-Sumbawa. Catatan sejarah islam Dompu (pulau Sumbawa) adalah salah satu catatan sejarah yang menjadi informasi tertulis dan tampil menarik dalam pameran yang digelar di IC NTB. Tulisan sejarah tentang masuknya islam di Dompu, saya tulis di sebuah memorandum, dan kali ini saya kembali ungkap catatan sejarah tersebut.

  

Penyebar agama islam yang pertama kali datang ke Dompu yaitu sekitar tahun 1528 adalah seorang ulama dari  Arab bernama Syekh Nurdin.

Pada saat itu Dompu dibawah pemerintahan Raja Bumi Luma Na’a yang bergelar Dewa Mawa’a Tahi.

 

Syekh Nurdin, yang selain menyebarkan agama islam juga melakukan perdagangan, dan ajarannya dengan cepat diterima oleh rakyat kerajaan Dompu termasuk dari kalanga istana.

Sekitar tahun 1585, datanglah beberapa pedagang yang sekaligus ulama Islam yaitu Syekh Hasanuddin dari Sumatera,  Syekh Abdullah dari Makssar, dan Syekh Umar Al Bantani dari Madium Jawa Timur. Mereka mendapat simpatik dari sultan Dompu dan masyarakat di sekitar kesultanan Dompu.

 

Baca Juga :


Untuk membuktikan rasa simpatik dan hormat dari Sultan Dompu  terhadap ke tiga orang ulama besar tersebut, Syekh Hasanuddin akhirnya mendapat kehormatan dari sultan Syamsuddin untuk menduduki salah satu jabatan qodi (setingkat dengan menteri agama di kesultanan) bergelar Waru kali. Kemudian Syekh Umar Al Bantani dan Syekh  Abdullah dipercaya oleh Sultan Syamsuddin sebagai Imam Masjid di kesultanan Dompu.

Syekh hasanuddin wafat dan dimakamkan di Kandai I. Oleh masyarakat Dompu, lokasi atau komplek pemakaman dari Syekh hasanuddin  kini dikenal dengan sebutan Waro Kali.

Itulah gambaran singkat tentang masuknya islam di Dompu (pulau sumbawa) yang saya peroleh di pameran Islamic center (IC) NTB. Nah, bagi pecinta sejarah dan perkembangan islam NTB, silahkan datang di acara pameran “Pesona Khazanah Ramadhan di Islamic Center” yang digelar selama berlangsungnya bulan ramadhan. Lokasi pameran tentang sejaran perkembangan islam, dapat berkunjung langsung di Ball Room IC. () -03

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    07 Juni, 2017

    tulisan tentang sejarah perkembangan Islam NTB ada di Islamic Center


  • KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    07 Juni, 2017

    informasi tentang wista religi ada di Islamic Center


  •  
     

    TULIS KOMENTAR

    Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
     
    Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
     
    Tutup Iklan