Cari

Tutup Iklan

Sosial & Keagamaan

Pembinaan Dirjen Pembimas Hindu Kemenag RI

Pembinaan Dirjen Pembimas Hindu Kemenag RI

Pembinaan Dirjen Pembimas Hindu Kemenag RI

KM. RENGGANIS
Oleh KM. RENGGANIS
19 Juni, 2017 12:52:46
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 266 Kali


Mataram _ Inmas, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyaraka Hindu Kementerian Agama RI Prof. I Ketut Windyi, M.Fil,P.Hd kunjungan dalam rangka pembinaan tata kelola Rumah Ibadah Umat Hindu dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat berinteraksi terkait dengan Visi Misi Dirjen untuk meningkatkan pengamalam ajaran-ajaran agama Hindu, menurut I Ketut sampai saat ini penilaianya sangat kurang memahami bahwa umat Hindu Indonesia ciri sehari-hari adalah sembahyang pance sembah dan puje trisandie dilakukan setiap hari tapi umat Hindu tidak trisanie atau tidak dilakukan, maka diminta tingkatkan trisanie dan pancasembah dihadirkan 33 ribu dewa yang menyaksikan yang melaksanakan sembahyang pada saat itu semua keinginan akan terwujud atau dipenuhi selalu dekatkan kepadanya mengingatkan diri kita kepadanya banyak hari suci untuk mengingatkan supaya manusia tidak lupa dirinya sendiri dan tuhan himbauannya.

Selanjutnya tidak ingat tuhan tidak ada nilai hambanya, sembahyang ini yang membedakan manusian dan binatang sebagai mahluk utama melakukan sembahyang membangun sejarah membangun peradaban yang abadi dan mati, kemudian tujuan hidup dunia mempraktekan agama menunggu kematian memperbaiki karma untuk membangun peradaban, poros peradaban keluarga atau kawin didalam agama Hindu keluarga itu poros utama pembangunan peradaban didalam keluarga dilakukan segala sesuatu Bramasari, grista membangun keluarga melakukan pancamahayada, pengabdian sosial mendatangi orang meninggal menjadi prisade, kramapure atau lembaga sosial, memberikan dana punia artinya memberikan bantua berupa uang atau  melakukan tugas utama dan sosial kemasyarakatan.

Lebih lanjut terkait dengan perkawinan awalnya penderitaan yang dialami setelah menjadi suami istri membagi perasaan kemudian mempunyai anak diasuh dengan baik dan ibunya melakukan pertapaan 10 tahun sampe anaknya bisa mandiri, kawin itu sebenarnya suatu penderita tapi ingin membangun peradaban atau ingin membangun spesies manusia atau mempunyai keturunan perkawinan gihasta artinya untuk kehidupan rohani untuk pembangunan peradaban, dirihalmedi yaitu perkawinan untuk memberikan kebahagiaan atau diartikan kegiatan rohani kegiatan itu manis dan bahagia, kita lihat mamfatnya Pure ini dalam konteks peradaban atau pusat peradaban, kemudian pada zaman majapahit tempat-tempat suci mau hilang saat kita membangun peradaban pada 17 agustus 1945 peradaban bangkit bahwa Hindu Bali tandanya adat disetiap Provinsi jumlah Pure di Indonesia 21 ribu  di Papua 34 Pure dipalembang dibangun Pure terindah di Asia Tenggara.

I Ketut mengajak pada umat momen ini agar dijaga membentuk peradaban Hindu Indonesia dan berterima kasih kepada pemerintah  selalu  bersinergi membangun serangkaian pembinaan berbagai cara umat Hindu Papuan mengundang Pembimas DKI Jakarta khusus untuk membuat Gayah ini luar biasa karena agama Hindu itu mudah dipraktekan tapi sulit dipelajari. Dalam sejarah umat Hindu Indonesia berbagai elemen yang mempengaruhi ada Weda, Tantra, ada Budha Mahyana, ada pengaruh tradisi lokal sulit dipelajari, tapi secara husus dipelajari I Ketut meminta Sarjana-sarjana yang akan datang meneliti sejaran peradaban Umat Hindi Indonesia yang mana sejarah tradisi yang mana merupakan dipengaruhi oleh Weda mana yang muncul dari ceritra setempat, kemudian ada pengaruh Budhak tapi anti Weda sebenarnya Budhak artinya anagma kalau Weda percaya pada anagma, tujuan peradaban untuk mencapai pembebasan dan tuhan itu untuk mengetahui tuhan, maka tuhan itu mesteri yang absolute bisa dibedah atau ditelanjangi, kemudian tandra muncul diluar sejarah Weda tapi mempraktekan agama mempunyai pengalaman membedah tuhan agama Hindu adalah agama praktek yang berbentuk metode Yoga dan lain sebagainya praktek bermetode mempunyai pengalaman spiritual ditentukan oleh parktek kita tahu tuhan karena mempraktekan agama kalau agama tidak dipraktekan tidak akan memberikan pengalaman kerohanian atau tidak mesakan ketuhanan agama .

Tujuan hidup untuk mencapai pembebasan apa masalah kita yang menenggelamkan diri kita, kita ini adalah roh  tetapi hidup ini jangan lupa kematian agama memberikan kepastian lahir sebagai manusia itulah membahagiakan diri kita sendiri jangan menyesal kalau miskin justru miskin itulah menjadi sahabat tuhan karena miskin itu apapun diawali dengan doa dan lewat kedudukan itu selalu berdoa kita berpikir seolah-olah besok akan mati maka kita usahakan yang baik pasti surga menghamba pada kita. Bapak Dirjen mengajak tingkatkan keimanan membangun dalam peradaban itu perlunya Pura dikelola karena pura pusat peradaban pura membuat manajemen yang bagus bagaimana orang nyaman sembahyang yang bagus ini tata kelola.Muhamad……. () -03

 



 
KM. RENGGANIS

KM. RENGGANIS

Lalu Abdullah Jalan Mars Blok B-71 Dusun Mavilla Rengganis Desa Bajur Labuapi Email : lalu.abdullah@gmail.com Contak Person : HP. 081 907 841 480

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan