logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tradisi Dile Jojor di Bulan Ramadhan

Tradisi Dile Jojor di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan. Pada golongan islam di bulan ini, tentu disibukkan dengan berbagai kegiatan ibadah

Sosial & Keagamaan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
19 Juni, 2017 16:38:43
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 2926 Kali

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang penuh dengan keberkahan. Pada golongan islam di bulan ini, tentu disibukkan dengan berbagai kegiatan ibadah : puasa, sholat, zakat, dan lain sebagainya. Namun dalam mengambil nikmat di bulan yang penuh berkah ini, berbagai kelompok masyarakat islam menjalankan suatu tradisi religi. Pada masyarakat sasak di Lombok Barat, sebuah bentuk tradisi yang tidak pernah tertinggal pada bulan suci ini, yakni tradisi di malam ganjil bulan ramadhan dengan menyalakan cahaya “Dile Jojor” di sudut-sudut rumah, dan juga di tempat pemakaman.

Menyalakan “Dile Jojor” merupakan suatu bentuk tradisi masyarakat Lombok pada malam ganjil bulan ramadhan. Tradisi ini bertujuan agar warga masyarakat tetap terjaga dan beribadah untuk menyambut malam lailatul qadar.

Mereka menyalakan 'Dile Jojor', sejenis obor yang berasal dari buah jamplung yang dibakar. Oleh masyarakat Lombok, seperti di Gerung, Lombok Barat, NTB, tradisi ini disebut sebagai tradisi 'maleman'. Menurut Hardi, tradisi “maleman” dilakukan pada setiap malam ganjil di bulan Ramadhan yakni tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.

Tradisi Ramadhan yang selalu ditunggu-tunggu ini, yaitu  menyalakan “Dile Jojor” adalah suatu bentuk kebiasaan dari masyarakat Gerung yang ada di Lombok Barat yang berlangsung secara turun- temurun.  Mereka meyakini bahwa pada malam-malam ganjil, di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan,  yang mana  malam lailatul qadar adalah suatu malam spesial yang dalam al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Olehnya itu, masyarakat yang ada di Gerung lombok Barat, sejak malam ke-21 harus terus terjaga saat malam, menjaga Lailatul Qadar untuk ibadah.

Dalam menjalankan tradisi ramdhan ini, warga setempat di Gerung mengawali dengan membawa 'dulang' berisi nasi dan lauk-pauk ke masjid. Di saat waktu magrib tiba, warga setempat bersama tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) berkumpul di masjid guna nelakukan buka puasa bersama dengan menjamu hidangan berbuka yang telah disiapkan dalam dulang.

“Dile Jojor” dinyalakan disaat  warga setempat selesai menjalankan shalat magrib. Situasi gelap yang pada awalnya mewarnai sebuah Dusun telah berubah menjadi terang setelah terkena sinar dari nyala api “Dile Jojor”. Warga masyarakat : Pria, wanita dan anak-anak di setiap susdut-sudut kampung  meletakkan “Dile Jojor” di setiap sudut rumah dan tempat pemakaman yang ada di desa..

.

Oh Iyya, untuk jelasnya, “Dile  Jojor”  dapat diartikan sebagai lampu atau penerangan. “Dile Jojor” memiliki bentuk seperti obor kecil. “Dile Jojor” terbuat dari sebatang bambu yang sudah dibentuk, yang layaknya tampak bagai tusukan sate. Bahan “Dile Jojor” diambil dari biji kenyamplungan yang ditumbuk,  kemudian ditambahkan dengan kapas dan ataupun kapuk. Setelah itu, bahan dari biji kenyamplungan dan kapuk tersebut dililitkan ke batang bambu.

Baca Juga :


Selain itu, sebelum “Dile Jojor” dinyalakan, terlebih dahulu di jemur hingga kering sampai mengeluarkan sedikit minyak. Setelah itu barulah akan dinyalakan dan dipasang di semua area pekarangan rumah, pintu gerbang,  dan jalanan menuju rumah.

“Dile Jojor” sangat disenangi oleh anak-anak. Pada waktu malam, yaitu ketika tiba waktunya untuk menyalakan “Dile Jojor”, anak-anak senang melibatkan diri dengan keliling kampung sembari meletakkan “Dile Jojor” di sudut-sudut tertentu.

Tradisi “Dile Jojor”  biasanya diadakan sebagai penanda pada 10 hari terakhir Ramadhan. Malam penuh berkah ini turun pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan malam terakhir, 29 Ramadhan.() -01

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan