logoblog

Cari

Tutup Iklan

Pertahankan Ukuwah Islamiyah

Pertahankan Ukuwah Islamiyah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup resmi Konferensi Internasional dan Multaqa IV Alumni Al-Azhar, Mesir  di Islamic Center, Mataram, NTB Kamis (19/10). Dihadiri

Sosial & Keagamaan

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
20 Oktober, 2017 21:44:32
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 2568 Kali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup resmi Konferensi Internasional dan Multaqa IV Alumni Al-Azhar, Mesir  di Islamic Center, Mataram, NTB Kamis (19/10).

Dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara Presiden mengingatkan secara umum kepada ummat muslim di Indonesia termasuk di NTB untuk tetap menjaga Ukuwah Islamiah, Ukuwah Wathoniah dan Ukuwah Basariah. “Jika kondusifitas dan kerukunan tersebut mampu kita pertahankan dengan baik, maka bisa menjadi kekaguman dan kebanggaan bangsa Indonesia yang bisa diadopsi negara lain. Ingat negara kita ini cukup majemuk dan plural, tapi mampu kita pertahankan kerukunan tersebut secara berkesinambungan,” ujar Presiden Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, kerukunan bangsa Indonesia dengan tetap menjaga toleransi antar ummat beragama menjadi sebuah tanda tanya bagi negara-negara asing seperti Afganistan. Meski Indonesia merupakan penganut agama Islam terbesar di dunia dengan berbagai suku, agama dan ras yang cukup banyak, namun Indonesia mampu menjaga toleransi dengan baik.

Presiden Joko Widodo juga menjelaskan, dalam lawatannya ke berbagai negara Islam yang ada di Timur Tengah atau Jazirah Arab, ia selalu katakan, bahwa Indonesiamerupakan salah satu negara yang penduduk muslim terbesar di dunia. Jumlah jiwa 250 juta jiwa, sebanyak 17.000 pulau, 714 suku yang berbeda-beda dengan 1.100 lebih bahasa daerah serta agama yang berbeda juga. “Saat itu, presiden Afganistan langsung berpesan, jangan tunggu berlarut ketika ada konflik, langsung diselesaikan,” kata Jokowi mengikuti pesan presiden Afganistan.

Presiden juga mengungkapkan alasannya hadir pada acara penutupan Muktamar alumni Al-Azhar tersebut. Hal ini disebabkan Al-Azhar merupakan lembaga pendidikan besar dan cukup bergengsi dengan pemikiran yang juga besar. Al- Azhar berperan di era dunia global yang semuanya mulai berubah.

Presiden juga menyinggung terkait keberadaan media sosial  dan lainnya. Semuanya sangat dimudahkan, namun Presiden mengingatkan untuk tetap berhati-hati. Karena dapat mempengaruhi karakter negara, anak, bahkan santri. “Contoh, sekarang berdakwah dengan leluasa di medsos. Yang jadi pertanyaan, siapa yang menyaring dakwah tersebut?. Apakah pendapat atau dakwah itu benar, bukan tafsir pribadi,” tanyanya.

 

Baca Juga :


Jokowi juga heran saat ini begitu mudahnya seseorang mengkafirkan orang lain. Sehingga kedepan metode menggunakan dakwah medsos harus diefektifkan, harus dirangkul. Namun jangan sampai yang dirangkul keliru. “Karena itu tugas bersama anak bangsa ini ke depan , khususnya para alumni Al-Azhar,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Alumni Al-Azhar Cairo Indonesia Prof. Dr. Qurais Shihab, MA mengaku bangga atas kehadiran Presiden Jokowi yang membuat bangga alumni universitas yang berbasis di Kairo Mesir itu. “"Saya dapat memastikan bahwa bukan hanya kami alumni Al-Azhar di Indonesia, tapi alumni Al-Azhar di seluruh dunia sangat bangga dengan kehadiran Bapak Presiden," kata Quraish Shihab.

Quraish Shihab juga menyatakan kehadiran Presiden sebagai kebanggaan alumni Al-Azhar karena membaca tulisan di koran terbesar Mesir. Hal ini ditunjukkan dengan beredarnya pemberitaan di media Mesir atas kehadiran Presiden Jokowi yang mehutuf konfrensi Multaqa Alumni Mesir ini.
Ditambahkan Qurais Shihab, Al-Azhar merupakan universitas yang dibangun pada 1970 di Mesir, menjadi salah satu universitas tertua di dunia. Universitas Al-Azhar mengedepankan toleransi dan memahami teks-teks keagamaan tanpa melepaskan peran akal. (wardi)



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan