logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gladik Resik Pagelaran Seni Untuk Pembukaan MTQ di Bima

Gladik Resik Pagelaran Seni Untuk  Pembukaan MTQ di Bima

KM LENGGE,- Berbagai persiapan dilakukan oleh panitia untuk menyambut pembukaan Musabqah Tilawatul Quran (MTQ) ke  XXVII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sosial & Keagamaan

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
25 Oktober, 2017 13:49:31
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 13774 Kali

KM LENGGE,- Berbagai persiapan dilakukan oleh panitia untuk menyambut pembukaan Musabqah Tilawatul Quran (MTQ) ke  XXVII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tanggal 26 Oktober sampai dengan 2 November 2017 yang akan digelar di halaman kantor Pemkab Bima.

 

Sejak Senin (23/10) kemarin, tim kesenian yang akan tampil saat acara ceremonial pembukaan hari pertama misalnya, sibuk melakukan gladi resik untuk bisa menguasai arena.

 

Panitia telah mempersiapkan dengan matang olah vocal, olah gerak yang berupa tarian dan kesenian daerah yang akan dipentaskan saat pembukaan acara Musabqah Tilawatul Quran (MTQ) ke  XXVII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kolaborasi para penggiat seni dan budaya Bima akan ditampilkan saat pembukaan MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB. Sanggar La Diha dari kecamatan Wawo akan menampilkan Theather mewakili 3 suku Sasak, Samawa Mbojo ( sasambo ).

 

Tarian Gendang Beleg dari Lombok , tari Sentek Kemang dari Sumbawa , Kareku Kandei dari Bima akan dipanggungkan. Sanggar La Diha pun akan menampilkan tarian ILO (lampu petak) yang di padu gerakan tari bima dengan media Ilo di peragakan oleh Sanggar La Diha Kecamatan Wawo Kabupaten Bima.

Sedangkan SMB Sape  dan seluruh tim SMB, pemain musik, repertoar, konfigurasi akan menampilkan performance mereka. SMB Sape telah berlatih selama hampir 1 bulan untuk tampil di arena MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB.

 

Baca Juga :


 

Bukan saja Sanggar dari Sape dan Wawo saja, beberapa Sanggar, seperti Sanggar Smabel , Sanggar Cenggu, Sanggar dari beberapa kecamatan lain yang ada di Kabupaten Bima serta gabungan siswa-siswi SMA Sape, Bolo, Belo dan Woha serta beberapa SMA lainya tampil berlatih keras selama 1 bulan dengan arahan panitia, penggiat seni dan budaya, seperti Aan Saputra,  Iyek Faris Al-Habsyi, Akbar dari Dinas Pariwisata dan panitia lainya.

 

Berbagai seni, tari dan budaya Mbojo Bima akan ditampilkan di pembukaan MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB, seperti tari wura bongi monca, gantao, tari lenggo, dan atraksi tari budaya dan kreasi lainya.

 

Mucklis dari Sanggar La Diha merasa bangga tampil di pelaksanaan MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB untuk mementaskan  Gendang Beleg. “Saya senang bisa tampil di arena MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB, soalnya harus tunggu 7 atau 8 tahun lagi baru tampil kembali di Kabupaten Bima,”ujar Muchlis.

 

Peserta lain yang akan tampil juga merasa bangga pentas di arena MTQ ke  XXVII tingkat Provinsi NTB, mewakili dan terpilih menjadi perwakilan dari masyarakat Bima. (Efan)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan