logoblog

Cari

Tutup Iklan

Menpora Berikan Perhatian Khusus Para Atlet Disabilitas

Menpora Berikan Perhatian Khusus Para Atlet Disabilitas

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi sebut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. KH.Said Aqil Siroj, MA

Sosial & Keagamaan

Aan Harmiawan
Oleh Aan Harmiawan
23 November, 2017 13:02:59
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 4821 Kali

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi sebut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. KH.Said Aqil Siroj, MA sebagai orang tua sekaligus guru yang selalu menuntunnya selama ini.

Hal tersebut ia sampaikan pada saat membuka acara Bazar UMKM yang diawali dengan Pawai Ta’aruf dari rentetan acara Munas dan Konbes NU berpusat di Ballroom Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Rabu,(22/11/17).

Mengawali sambutannya, Imam Nahrawi berharap akan bermanfaatnya kegiatan nasional tersebut. “Semoga sukses berkah manfaat dan menginspirasi bagi kita semua,” tandasnya dihadapan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Sekjen PBNU, H. Helmy Faisal, Tokoh Ulama, dan para peserta pawai yang membanjiri sepanjang Jalan Langko kemarin..

Selanjutnya, Menpora mengatakan akan memberikan perhatian khusus kepada atlet disabilitas. Ia katakan sejak tahun 2015 yang lalu, atlet disabilitas yang menjadi juara, mulai dari uang saku, honor dan bonusnya disamakan dengan atlet yang sempurna. Bukan hanya para atlet yang telah mendapatkan medali emas pada Sea Games diangkat menjadi PNS. “Atlet Para Games yang disabilitas juga diangkat menjadi PNS,” terangnya.

 

Baca Juga :


Beberapa hal lain dalam perkembangan olahraga turut disampaikan, salah satunya Liga Santri yang akan terus dikembangkan dan tengah dibuatkan rekomendasi ke persatuan sepak bola tertinggi dunia FIFA. Semua pemain sepak bola sebelum tanding nantinya harus mencium tangan wasit dulu. “ Ini inspirasi yang berkembang di Liga Santri,” tegas Menpora. “Sebelum memulai pertandingan, khususnya yang beragama islam akan berdoa dan membaca surat Al-Fatihah dulu,” tambahnya.

Seluruh regulasi tersebut akan diterapkan agar tidak terdengar lagi ujaran-ujaran kebencian yang ada di tribun-tribun stadion. Sehingga nanti terdengar suara kumandang tahlil dan sholawat badar dari bangku penonton. “Semua itu dilakukan karena sepak bola adalah alat pemersatu negeri ini,” pungkasnya. (aan)



 
Aan Harmiawan

Aan Harmiawan

Lahir di Mataram bertepatan dengan HUT Provinsi Bumi Gora Nusa Tenggara Barat, ingin mencoba menggapai sebuah cita dengan imajinasi yang tertuang dalam media digital. Belajar dan terus belajar!

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan