logoblog

Cari

Tutup Iklan

Jokowi di Munas NU NTB

Jokowi di Munas NU NTB

Pulau Lombok adalah pulau seribu menara. Hal ini tentu memberi gambaran kalau mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Selain itu, di pulau

Sosial & Keagamaan

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
24 November, 2017 12:37:53
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 3097 Kali

Pulau Lombok adalah pulau seribu menara. Hal ini tentu memberi gambaran kalau mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Selain itu, di pulau wisata yang mendapatkan penghargaan terbaik wisata dunia banyak memunculkan pondok pesantren yang mana bermula ketika Maulana Syekh Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyebarkan ajaran Islam di Lombok dan mengajarkan nilai-nilai Ke-Islaman di sebuah pondok pesantren yang bernama Darunahdlatin Nahdlatul Wathan Pancor di Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur pada zaman penjajahan Belanda, yang kini dipimpin oleh Hj Sitti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, ibunda Gubernur NTB TGB Zainul Majdi. Di pulau ini pula banyak bermunculan kyai-kyai yang berperan untuk menyebarkan ajaran Islam pada geenerasi bangsa atau masyarakat. Tapi bukan hanya di Pulau Lombok, di Pulau Sumbawa pun yang merupakan wilayah pemerintahan Nusa Tenggara Barat banyak bermunculan alim ulama atau kyai dengan tujuan untuk menyebar-luaskan ajaran Islam yang sekaligus mengajak ummat Islam untuk memperkokoh kesatuan bangsa dan negara. Itulah sebabnya Nusa Tenggara Barat terpilih sebagai tempat berlangsungnya Musyawarah Nasional Nahdlatul Ulama dan Konprensi Besar Nahdlatul Ulama dengan tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga”.

Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konprensi Besar Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Masjid Islamic Center Nusa Tenggara Barat adalah suatu agenda besar bagi warga Nahdlatul Ulama yang sungguh luar biasa keberlangsungannya. Ketua PBNU, Prof. KH Akil Siradj, MA sangat bersyukur atas terselenggaranya MUNAS NU 2017 yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat, dan ia pun terkenang nan bersedih pada MUNAS NU dan KONBES tahun 1997 di Bagu, Pondok Pesantren Qamarul Huda, Lombok Tengah. “Pada waktu tak ada pejabat yang datang di acara MUNAS NU di Bagu kecuali Gubernur NTB, Warsito,” ungkap  KH Said Aqil Siradj, di atas panggung MUNAS NU.Perbandingan dari kedua agenda MUNAS dan Konbes NU yang beerlangsung pada tahun 1997 di Bagu dan di Islamic Center Mataram 2017 memang tampak jelas. Munas dan Konbes NU kini (2017) telah dihadiri oleh Bapak Presiden RI Jokowi; Meneteri Pemuda dan Olah Raga, H. Imam Nahrawi, S.Ag, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi , dan para pejabat lainnya. Bahkan dalam acara kebesaran NU yang berlangsung di halaman Masjid Raya Hubbul Wathan IC NTB sempat dihadiri oleh tamu dari luar negeri, seperti tamu undangan yanag berasal dari Afganistan. Selain itu, sejumlah tokoh alim ulama NU dan toko agama lain turut berpartisipasi dalam menghadiri agenda yang bergensi ini. Pada kesempatan ini pula, 40 PWNU se-Indonesia menjadi tamu undangan dan sekaligus mengikuti agenda kegiatan khusus, seperti seminar dan simposium yang berlokasi di Gedung Islamic Center dan di berbagai pondok pesantern NU yang telah disiapkan oleh pihak panitia.