logoblog

Cari

Tutup Iklan

DPW Agama Kabupaten Sumbawa Adakan Pengajian

DPW Agama Kabupaten Sumbawa Adakan Pengajian

Dharma Wanita Persatuan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap awal bulan kegiatan dipimpin langsung

Sosial & Keagamaan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
04 Desember, 2017 13:19:37
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 3147 Kali

Dharma Wanita Persatuan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan Pengajian rutin yang dilaksanakan setiap awal bulan kegiatan dipimpin langsung Ketua DWP Agama Ny.Tambas H, Sukri di Mushola Khairul Bariyah, 4/12/2017.

Hadiri kegiatan pengajian Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Agama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, serta Kepala Kantor Kementerian Agama, Para Kepala Seksi, Karyawan serta para Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan se kabupaten Sumbawa.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa, Drs.H. Sukri, M.Si mengajak kepada seluruh komponen yang ada di lingkup kemenag untuk dapat selalu melaksanakan tugas dengan disiplin dan dedikasi yang tinggi dan bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas dan pokok masing-masing, serta pembinaan dalam keluarga Sakinah, Mawaddah, dan warrahma ,

(QS : Ar-Ruum:21) yang artinya “ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“

Dalam ayat diatas, Allah menyampaikan bahwa manusia diciptakan berpasangan antara istri dan suaminya untuk mendapatkan keternangan, keterntraman, dan kasih sayang. Hal tersebut merupakan tanda kuasa Allah dan nikmat yang diberikan bagi mereka yang bisa mengambil pelajarannya. Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para muslim yang telah menikah dan membina keluarga.

Keluarga Sakinah, Mawaddah, dan Mawarahmah tentunya bukan hanya sekedar semboyan belaka dalam ajaran Islam. Hal ini menjadi tujuan dari pernikahan sekaligus nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya.

 

Baca Juga :


Kepala Kemenag Sumbawa menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada pengurus dan anggota DWP yang selama ini aktif mengikuti pertemuan dan kegiatan. Dharma Wanita Persatuan (DWP) merupakan salah satu ujung tombak dalam mengimplementasikan program pemerintah. Menurut H.Sukri, pertemuan DWP memiliki arti penting karena anggota jadi tahu bagaimana tugas yang selama ini dilakukan oleh suami, dan hal apa yang harus dilakukan oleh isteri dari seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). “ Sekarang”, PNS memiliki tugas yang berat karena selain dituntut disiplin yang tinggi, PNS diminta untuk dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan dengan baik dan ini butuh dukungan anggota DWP selaku pendamping suami.”

Dalam Ceramah yang disampaikan oleh Ustad Bukron, S.Pdi mengambil tema tentang memenuhi perintah Allah, bahwa kita diciptakan di dunia ini untuk satu hikmah yang agung dan bukan hanya untuk bersenang-senang dan bermain-main. Tujuan dan himah penciptaan ini telah dijelaskan dalam firman Allah: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ مَآأُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ إِنَّ اللهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh” (QS. Adz Dzariyat: 56-58) Allah telah menjelaskan dalam ayat-ayat ini bahwa tujuan asasi dari penciptaan manusia adalah ibadah kepadaNya saja tanpa berbuat syirik. Sehingga Allah pun menjelaskan salahnya dugaan dan keyakinan sekelompok manusia yang belum mengetahui hikmah tersebut dengan menyakini mereka diciptakan tanpa satu tujuan tertentu dalam firmanNya : أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ تُرْجَعُونَ “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami” (QS. 23:115)

Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara main-main saja, namun diciptakan untuk satu hikmah. Allah tidak menjadikan manusia hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang dengan perhiasan dunia, serta tidak dimintai pertanggung jawaban atas semua prilakunya didunia ini. Tentu saja jawabannya adalah kita semua diciptakan untuk satu himah dan tujuan yang agung dan dibebani perintah dan larangan, kewajiban dan pengharaman, untuk kemudian dibalas dengan pahala atas kebaikan dan disiksa atas keburukan (yang dia amalkan) serta (mendapatkan) suurga atau neraka.

Demikianlah seorang manusia yang ingin sukses harus dapat bersikap profesional dan proporsional dalam mencapai tujuan tersebut, sebab sesungguhnya tujuan akhir seorang manusia adalah mewujudkan peribadatan kepada Allah dengan iman dan taqwa. Oleh karena itu orang yang paling sukses dan paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah: إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. 49:13).



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan