logoblog

Cari

Tutup Iklan

Ketika Sarjana Hindu Menulis Sejarah NU Lombok

Ketika Sarjana Hindu Menulis Sejarah NU Lombok

ADA empat judul buku terkait Nahdlatul Ulama (NU) Lombok dibagikan kepada para peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama & Konferensi Besar (Munas

Sosial & Keagamaan

KM HIDAYATUDDARAIN
Oleh KM HIDAYATUDDARAIN
09 Desember, 2017 17:19:31
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 8124 Kali

ADA empat judul buku terkait Nahdlatul Ulama (NU) Lombok dibagikan kepada para peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama & Konferensi Besar (Munas Alim Ulama & Kombes NU) pada tgl 23-25 Nopember 2017 lalu di Mataram. Salah satu dari 4 buku itu, “NU Lombok (1953-1984)” yang ditulis oleh sarjana dari Bali, Drs. Ida Bagus Putu Wijaya Kusumah. Buku ini merupakan hasil penelitian untuk skripsi Pak Ida di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Denpasar-Bali.

Bagi para peneliti dan pengakaji sejarah pergerakan organisasi ke-Islaman di tingkat lokal, kehadiran buku ini sangat penting untuk membantu membuka tabir dan narasi-narasi sejarah masa lalu. Apa lagi sebagian pelaku sejarah tidak meninggalkan catatan tertulis dinamika pergerakan mereka pada masa lampau. Satu sisi butuh waktu, tehnik dan ketelatenan tersendiri untuk menggali kepingan-kepingan sejarah yang telah diciptakan oleh aktor-aktor sejarah masa lalu.

Kahadiran buku sejarah ini sangat penting saat ini, kini cukup penting karena sangat banyak warga Nahdliyin Lombok yang tidak tahu sejarah NU Lombok selain melalui cerita-cerita orang tua dan para tuan guru. Buku ini menjadi jawaban akan kekhawatiran terhadap hilangnya fakta-fakta sejarah gerakan keagamaan NU di Lombok.         

Kalau memperhatikan penulisnya tentu saja dia seorang penganut Hindu yang berasal dari Bali. Bagi orang NU, tidak penting seseorang beragama apa selama ia memberikan manfaat kepada orang lain–apa lagi kepada Ormas Islam, orang tersebut patut diberi apresiasi atas karyanya. Uniknya pak Ida itu juga seorang aktivis Golkar di Bali.     

“Saya sangat gembira dengan terbitnya buku ini dan sangat mengapresiasi sebagai salah satu cara menampakkan identitas diri (Izhar NU) untuk meretas kembali sejarah kebesaran NU Lombok” kata TGH.LM.Turmuzi Badarudin, pimpinan Ponpes Qomarul Huda, Bagu dan Muhtasyar PBNU dalam endosmentnya. Ia juga memuji buku ini karena berhasil menggali referensi dan informan dari pelaku sejarah NU seperti TGH.Faisal, Praya (Rois Syuriah NU NTB), TGH.Ibrahim (Pimpinan Ponpes Islahudiny, Kediri), TGH.Abhar (Pimpinan Ponpes Darul Falah, Pagutan), H.Fathurrahman Zakaria, Pagutan, H.Achsid Muzhar, Masbagek dan tokoh-tokoh NU lain.

Apresiasi yang sama datang dari Drs.TGH. Ahmad Taqiuddin Mansyur, selaku ketua PW NU NTB saat ini. “Apa bila NU Lombok di lihat dengan kacamatan tokoh dan warganya, maka itu biasa dan cendrung subyektif. Namun kalau NU Lombok menggunakan kacamatan orang luas (non muslim) maka itu luar biasa karena keberanian dan independensinya,” kata Pimpinan Ponpes Al-Mansyuriah, Bondir, Lombok Tengah ini.  

 

Baca Juga :


Membaca buku ini akan ditemukan tiga garis besar yang dibahas dalam buku ini, mulai dari latar belakang kelahiran NU di Lombok, proses lahir dan berkembang termasuk  pergolakan yang terjadi diinternal NU Lombok. Selain itu, tentu mengulas struktur organisasi, aktivitas pendidikan, sosial, politik, dan dakwah yang dilakukan oleh NU bersama tokoh-tokoh penggeraknya. Dan saya salah satu kelebihan dan kekuatan buku ini menurut saya, penulis buku ini berhasil menemui 25 orang narasumber dari tokoh-tokoh NU dari pengurus awal sampai sekarang.

Dan buku ini sengaja dicetak ulang oleh panitia lokal Munas Alim Ulama & Kombes NU sebagai oleh-oleh kepada musyawirin yang hadir untuk mengetahui sejarah kelahiran NU di Lombok. Tentu sebagai Ormas keagamaan utama di Lombok, NU tidak bisa dilepaskan dengan kelahiran dan perkembangan ratusan pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang dipimpin oleh tuan guru. Kini buku ini sudah mengalami naik cetak sebanyak 3 kali.

Melalui risalah buku yang ditulis oleh orang non Muslim ini, kita berharap sejarah, gerakan dan karya-karya tokoh NU semakin nampak (izhar) di gumi Lombok. Tidak ada yang sia-sia diciptakan oleh yang Maha Pencipta.[]       



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan