logoblog

Cari

Tutup Iklan

Hindari Mengambil Yang Bukan Hak Kita

Hindari Mengambil Yang Bukan Hak Kita

Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Imtak, Jumat (19/1) di Graha Bakti Praja

Sosial & Keagamaan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
19 Januari, 2018 13:51:54
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 2043 Kali

Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Imtak, Jumat (19/1) di Graha Bakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Ratusan pejabat eselon II, III,IV,  kepala OPD, dan seluruh ASN di lingkup Pemprov NTB hikmad mendengarkan tausiah yang disampaikan Drs. TGH. M. Munajid Kholid

TGH. M. Munajid Kholid mengupas ayat 38-40 surat Al Maidah dalam Al Quran, yang berkaitan degan fenomena mencuri,  ekonomi, bangsa dan negara.

Dalam Al Quran "Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.  (5: 38)"

Menurut  Drs. TGH. M. Munajid Kholid, telah dijelaskan mengenai hukum-hukum global mengenai seseorang yang menentang. Yakni, seseorang yang dengan terang-terangan melakukan ancaman menggunakan senjata, yang dapat merenggut jiwa dan harta masyarakat.

Ayat ini juga menerangkan syarat-syarat tertentu mengenai hukum mencuri, yang menurut kebiasaanya pencuri itu mengambil harta atau milik seseorang secara diam-diam.

"Biasanya, pencuri melaksanakan aksinya dengan menggunakan tangannya. Karena itu tangan tersebut berkhianat terhadap harta milik masyarakat, maka ia tidak ada nilainya," ujar TGH.Munajid Kholid

Oleh sebab itulah, Allah Swt dalam ayat ini mengatakan, barangsiapa yang mencuri, baik laki-laki maupun perempuan, maka tangan keduanya harus dipotong.

 

Baca Juga :


Balasan ini adalah hasil dari perbuatannya sendiri, dan bukan kezaliman Allah. Karena Allah Swt yang Maha Bijaksana telah menentukan balasan yang berat semacam ini, guna menjaga keamanan masyarakat.

Tidak semua pencuri harus dipotong tangannya. Seorang pencuri akan dipotong tangannya, jika harta yang dicurinya itu mencapai ukuran yaitu seperempat mitsqal emas.

Pencuri itu melakukan pencuriannya tidak karena dorongan keadaan yang memaksanya mencuri, dan ada  syarat-syarat lain sebagaimana yang disebutkan dalam hukum-hukum fiqih. Hukum potong tangan juga harus diberikan setelah melalui proses hukum yang sah.

Pada akhir tausiahnya TGH.Munajid Kholid  mengajak para ASN lingkup Pemrov NTB untuk menghindari mencuri.

(Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan