logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kapolres Mataram Jadi Khotib

Kapolres Mataram Jadi Khotib

(16/3/2018). Rombongan dari Kapolres Mataram tadi siang ikut sholat jumat berjamah di Masjid Husnul Khotimah Kampung Karang Buaya Pagutan Timur Kota

Sosial & Keagamaan

Kampung Media Karaya
Oleh Kampung Media Karaya
16 Maret, 2018 17:28:03
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 3893 Kali

(16/3/2018). Rombongan dari Kapolres Mataram tadi siang ikut sholat jumat berjamah di Masjid Husnul Khotimah Kampung Karang Buaya Pagutan Timur Kota Mataram.Bertindak selaku Muazzin pertama adalah Kapolsek Pagutan Ipda.Agus Rahman dan Khotib adalah Kapolres Mataram AKBP,Muhammad, S.Ik.

Dalam Khotbahnya Muhammad mengajak para jamaah untuk bersama-sama meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar iman dan sebenar benar takwa khususnya kepada dirinya AKBP Muhammad dan kepada seluruh jamaah sholat jumat. Bagaimana caranya, tentunya dengan melaksanakan perintahNya dan Menjauhi laranganNya.

Dikutip dari surat Al Imran ayt 103, Muhammad menyampaikan yang artinya ‘Berpegang teguhlah kamu semua kepada tali agama Allah,dan janganlah kamu bercerai berai”.

“Berpegang teguhlah kepada agama Allah artinya yang mejadi peganggan hidup kita adalah Agama Allah yakni islam yang artinya kedamaian, keselamatan. Islam mengajarkan kedamaian. Islam tidak mengajarkan perpecahan dan pertikaian dan komflik dan lain sebagainya, makanya dalam quran Surat Al Imran “Wala Tafarroqu” janganlah kamu bercerai berai, justru kita harapkan diri kita dengan persatuan dan kesatuan”. Kata Muhammad dalam Khotbahnya.

Dalam Khotbahnya juga Muhammad menegaskan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia memiliki satu palsafah. Satu pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikenal dengan pancasila yang memiliki 5 butir yang mengatur bagaimana kita hidup bernegara seperti berketuhanan,bersosialisasi,menjaga persatuan dan kesatuan dan lain sebagainya.

Bahkan kalau dicermati kata Muhammad dalam butir-butir pancasila itu ada dalam Alquran seperti butir pertama “Katuhanan yang maha esa” ini sesuai dengan surat Al-ikhlas ayat pertama “Katakanlah bahwa Tuhan itu satu”. Begitu juga dengan butir-butir yang lain.

Lebih jauh Muhammad menyampaikan bahwa dulunya bangsa Indonesia dijajah selama 3 setengah abad oleh belanda dan Negara-negara lain, mereka tidak berani lagi menjajah bangsa Indonesia dengan fisik karna Indoensia sekarang sudah menjadi Negara kuat namun yang harus diwaspadai adalah penjajahan melalui pengetahuan teknologi informasi , inilah yang harus diantisipasi

 

Baca Juga :


“Penjajahan melalui handphone,alat komunikasi, adanya berita-berita Hoax (bohong) tersebar dimana-mana sehingga terjadi perpecahan,konflik, hancur semua, fasilitas pemerintah,rumah-rumah ibadah dan lain sebagainya ini hancur gara-gara pemberitaan bohong yang disebarkan melalui alat komunikasi”. Sambung Muhammad

Terkait dengan berita Hoax atau bohong yang banyak beredar, Muhammad mengajak agar bijak dalam menyikapi berita, dicek dulu apakah berita ini benar atau tidak.

Muhammad mengajak melalui khotbah ini agar kita menjadi pioneer atau pelopor gerakan persatuan dan kesatuan apalagi saat ini sedang digelar pilkada Gubernur dan bupati dibeberapa daerah seperti Lombok Barat,Lombok Timur dan Kota Bima. Tentu di sana ada bibit konflik karna adanya perbedaan pilihan,bereda partai. Untuk itu Muhammad berharap agar perbedaan itu jangan dijadikan konflik atau bibit perseteruan,tetapi sebaliknya jadikan perbedaan itu menjadi jembatan emas untuk menuju persatuan dan kesatuan. (Abdi)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan