logoblog

Cari

Tutup Iklan

Formuda Tastura Gelar Diskusi Wisata Halal.

Formuda Tastura Gelar Diskusi Wisata Halal.

Forum Rembug Pemuda (ForMuda) Tastura Lombok Tengah menggelar diskusi bersama tokoh Masyarakat, Bappeda, Dinas Pariwisata dan lembaga-lembaga penggiat pariwisata pada Kamis,

Sosial & Keagamaan

Hadi Wijaya
Oleh Hadi Wijaya
23 April, 2018 07:45:12
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 2482 Kali

Forum Rembug Pemuda (ForMuda) Tastura Lombok Tengah menggelar diskusi bersama tokoh Masyarakat, Bappeda, Dinas Pariwisata dan lembaga-lembaga penggiat pariwisata pada Kamis, (11/4) berlokasi di Kedai Amor Praya, dengan tema Menyoal Pariwisata Halal di Lombok Tengah.

Hadir sebagai narasumber: H. L, Putria (Kadis Budpar Loteng), Lalu Wiranata  (Kabid. Fisik  Bappeda Loteng), dan Agus Wahaji (Sekretaris PHRI Loteng).

Wahyu Satriadi Ketua Formuda Tastura  Lombok tengah dalam sambutannya mengatakakan, diskusi ini ingin memantik tema besar NTB tentang wisata halal.

"Kita ingin tau program pemerintah, sejauhmana dampak positif-negatifnya, sejauhmana harapan dan tantangannya" Ungkap Wahyu.

Kadis Budpar Loteng H. Lalu Putria dalam penyampaiannya, mengingatkan, pembangunan sumber daya manusia sangat penting dalam menghadapi kemajuan pariwisata Lombok tengah.

Dikatakannya, SDM yang baik akan mempengaruhi tingkat kesadaran masyarakat terhadap pariwisata.

“Wisata Halal di Lombok Tengah harus berjalan beriringan dengan kearifan lokal masyarakat Lombok Tengah, bukan berarti karena wisata halal terus wisatawan pake cadar, itu keliru. identitas Lombok ini kan sudah islami sekali, tinggal itu yang kita pertegas" Kata Putria.

Sementara itu, Kabid Fisik Bappeda Loteng, Lalu Wiranata menjelaskan,Bappeda terus melakukan perubahan-perubahan dalam perencanaan pengembangan pariwisata di Loteng dengan melihat kebutuhan jaman now.

 

Baca Juga :


"Sekarang kita menghadapi wisatawan yang sangat banyak, infrastruktur jalan, kamar hotel, restoran dan lain-lain tentu harus kita antisipasi dan terus tingkatkan. Bapedda menggali juga masukan pakar dan masyarakat lokal" Ungkapnya.

Sementara Agus Wahaji yang menjabat sekretaris PHRI Loteng, mengatakan Halal tourism berebeda dengan pariwisata syariah. Lombok Tengah brandnya Halal tourism bukan Syariah tourism.

Halal tourism prinsipnya kita penuhi hak-hak wisatawan muslim misalnya di hotel sudah ada sajadah alat solat, alquran, arah kiblat, masakan steril dari sesuatu yang haram.

"Kami dari PHRI sudah menyurati hotel-hotel untuk memenuhi hak-hak wisatawan Muslim dalam aspek pelayanan ini, namun tentu tanpa meninggalkan kekuatan kita yang lain, kearifan dan budaya lokal" Jelas Agus.

Acara Diskusi ini juga sebagai kegiatan untuk melaunching Forum Rembug Pemuda (ForMuda) Tastura. ForMuda Tastura adalah wadah kajian dan diskusi pemuda Lombok Tengah. Diharapkan setiap isu dan permasalahan dalam berbagai aspek  akan didiskusikan di ForMuda Tastura.

Narasumber  sangat mengapresiasi dibentuknya ForMuda Tastura. Mereka berharap lembaga kajian ini  menjadi salah satu pilar dalam mewujudkan kemajuan Lombok tengah. ForMuda Tastura secara resmi dilaunching oleh Kadisbudpar Loteng.



 
Hadi Wijaya

Hadi Wijaya

Hadi Wijaya,alamat pepekat desa batunyala kec Praya tengah kab Lombok tengah NTB, Dosen Universitas NU NTB,phone 087 863 786 060

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan