logoblog

Cari

Tutup Iklan

Seminar Nasional FOMNUS Berjalan Lancar.

Seminar Nasional FOMNUS Berjalan Lancar.

Seminar Nasional, tanggal 23, April 2018 dengan Tema "Islam Bukan Teroris : peran Pemuda Dalam Mewaspadai Idiologi Radikalisme  Yang Mengatas Namakan

Sosial & Keagamaan

Ahyansyah
Oleh Ahyansyah
24 April, 2018 06:52:11
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 7123 Kali

Seminar Nasional, tanggal 23, April 2018 dengan Tema "Islam Bukan Teroris : peran Pemuda Dalam Mewaspadai Idiologi Radikalisme  Yang Mengatas Namakan Agama" yang diselenggrakan oleh Forum Masyarakat Nusantara (Fomnus ) NTB yang bertempat di Aula PGRI Prov. NTB dihadiri oleh banyak mahasiswa dan siswa, berjalan dengan lancar.

Mengingat banyaknya kejadian yg terjadi di Indonesia maupun diluar Negeri, tentang paham radikalisme, kegiatan seminar ini bertujuan untuk memberikan upaya penanggulanangan pada pemikiran radikalisme terutama kepada generasi penerus bangsa agar mampu saling mengharai satu sama lain, tidak memandang Agama dan Ras masing-masing.

Terkait tentang radikalisme, pemateri pertama yaitu Bpk Prof. H. Syaiful Muslim MM (Ketua MUI NTB) menyampaikan bahwa Radikalisme merupakan paham atau idelogi yg menuntut pembaruan atau perubahan  sistem  sosial dan politik dgn cara kekerasan.
Teroris selalu identik dgn kekerasan, pelecehan seksual, yg terjadi dimana-mana seperti yg terjadi di Palestina, Syiria, Kasmir dan negara-negara timur tengah lainya.
Islam bukanlah teroris hanya saja sebagian orang belum memahaminya. Setiap kejadian atau informasi yang berkaitan dengan Islam selalu saja disembunyikan dari media seperti pemboman di Palestina yg tidak disentuh media dan tidak dipublikasikan sehingga sebagian orang berpendapat bahwa Islam sebagai teroris. ketika Islam melakukan perlawanan kepada Israel barulah mereka meliput dan sehingga gegerlah bahwa Islam itu agama teroris padahal Islam adalah Rahmatan lilalamin.

Di Indonesia sendiri, banyak sekali golongan Islam seperti Radikalisme, fanatisme, dan  Libaralisme, tegas ketua MUI NTB.

Adapun upaya-upaya dalam penanggulangan radikalisme yg disampaikan oleh ketua MUI NTB adalah : 
* Menghadirkan  para 
Ulama yg meluruskan makna jihad, serta memberikan fasilitas kepada anak- anak dan remaja dalam bentuk buku saku sebagai pegangan.
* Mengembangkan Budaya toleransi dengan. menghargai 6 budaya agama yg boleh berkembang di Indonesia.
* Mengadakan dialog antara Agama.
* Para Da'i atau para pemuka Agama harus diberikan wawasan tentang paham Agama.
* Penegakan Hukum
* Program Kedamaian 
* Melemahkan Ego radikal.
* Menyebarkan bergai informasi atau kegiatan yg pernah dilakukan.
* mengawasi media yang meliput berita.

Demikian penuturan dan penyampaian dari pemateri pertama kemudian dilanjutkan oleh pemateri kedua yaitu Rektor UIN Mataram Bpk. Prof. Dr. H. Mutawalli, pemateri menyampaikan upaya menetralisir orang-orang yang membawa paham radikalisme. Di Indonesia sendiri terdapat sejumlah agama, pulau, suku, ras, dan semuanya menjadikan kita satu kesatuan. Di Indonesia meskipun terdiri dari berbagai macam kabilah dan suku tetapi mampu menciptakan nuansa kedamaian, saling menjaga hubungan baik antara sesama.

Islam Nusantara yg selalu menjaga nilai luhur dan adat istiadat yang memberi kemajuan kepada masyarakat, sebab Islam Nusantara adalah Islam yang saling menghargai kebiasaan dari suatu masyarakat dan meleatarikan tradisi yang baik. Terakhir pemateri menuturkan bahwa betapa pentingnya dialog keagamaan  sehingga tidak ada lagi permasalahan-Permasalahan.

 

Baca Juga :



Kemudian Terkait Radikalisme Drs. H. Lalu Normal Suzana perwakilan dari (Bakesdagpoldagri)NTB sebagai pemateri yang ke 3
 juga menyampaikan tentang radikalisme  merupakan sikap atau paham yang ada di indonesia, karena setiap orang itu pasti memiliki pemahaman yang berbeda-bedadan perbedaan itu indah, perbedaan adalah kodrat yang menjadi landasan pemikiran kita.

Peran pemuda pada zaman milenia ini sangat dibutuhkan terkait dengan mengakses informasi yg ada dimasyarakat, dengan begitu setiap informasi akan cepat di update yg paling penting adalah kita mampu memfilter setiap informasi yang kita terima, karena setiap informasi yang kita terima akan membawa dampak positif dan negatifnya jangan langsung diterima mentah-mentah tuturnya.

Demikian kegiatan seminar, semua berjalan lancar dan sesuai yg dihapkan. Banyak yang harus kita petik sebagai pegangan, apalagi sebagai generasi penerus bangsa harus selalu berjuang di jalan kebenaran. Sebab Islam itu Indah selalu menebarkan kebaikan.

Oleh:  Bq. Lily Anggriani (Peserta Seminar) Mahasiwi Tadris Fisika UIN Mataram.



 
Ahyansyah

Ahyansyah

Ahyansyah. Fresh graduate lulusan UIN Mataram tahun 2017. Pemerhati pendidikan. Asal dari kecamatan Kempo kabupaten Dompu. E-mail : Ahyansyah.iain55@gmail.com. HP. 085239186574.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan