logoblog

Cari

Tutup Iklan

Lima Pasti Umrah Disampaikan Kabid Haji

Lima Pasti Umrah Disampaikan Kabid Haji

Mataram_Animo masyarakat Indonesia sangat tinggi untuk melaksanakan ibadah umrah, dikarenakan daftar tunggu (waiting list) haji reguler lamanya belasan bahkan puluhan tahun.

Sosial & Keagamaan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
26 April, 2018 07:11:53
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 14807 Kali

Mataram_Animo masyarakat Indonesia sangat tinggi untuk melaksanakan ibadah umrah, dikarenakan daftar tunggu (waiting list) haji reguler lamanya belasan bahkan puluhan tahun. Seperti Provinsi Sulawesi Selatan paling lama daftar tunggunya dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia, yaitu: 27 tahun. Makanya masyarakat memilih jalur umrah.

Hal ini yang dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan penipuan travel dengan berkedok umrah. Seperti kasus First Travel dan Abu Tour yang memakan begitu banyak korban di beberapa provinsi di Indonesia, disampaikan Kabid Haji Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat pada saat Sosialisasi Produk Hukum Kementerian Agama di Mataram baru baru ini. yang dihadiri oleh, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Kepala Urusan Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri dan Staf Kantor Urusan Agama Se kabupaten Sumbawa Untuk mencegah agar tak terjadi hal serupa, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) merilis 8 (delapan) nama travel yang telah mengantongi izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang telah membuka cabang di Provinsi NTB.

Ke- 8 travel umrah tersebut yakni: PT. Biro Perjalanan Wisata Muhsinin, PT. Gaido Azza Darussalam, PT. Mideast Express Tour & Travel, PT. Qadr Jaya Mandiri Tour & Travel, PT. Al Mahdar Tour & Travel, PT. Musafir Lintas Sahara, PT. Armindo Travel, dan PT. Darul Manasek Internasional. H.M. Ali Fikri, S.Ag, MM, Kepala Bidang PHU Kanwil Kemenag Prov. NTB melakukan sosialisasi cara memilih travel umrah yang aman dengan “5 Pasti Umrah”. 5 Pasti Umrah terdiri dari 5 tips umrah yang aman, yakni Pasti Travelnya Berizin, Pasti Jadwalnya, Pasti Terbangnya, Pasti Hotelnya, dan Pasti Visanya. “Kita menjaga jangan sampai masyarakat tertipu dengan travel-travel bodong yang berkedok ibadah umrah.

Peserta Sosialisasi Produk Hukum Se Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Grand Madani Mataram  

Kanwil Kemenag Prov. NTB merilis data-data PPIU yang telah mengantongi izin resmi sehingga dapat mencegah terjadinya penipuan travel berkedok ibadah umrah. Masyarakat harus berhati-hati kepada travel PPIU yang menjanjikan perjalanan umrah murah”, harap Ali Fikri .

 

Baca Juga :


Ali Fikri menjelaskan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa pihaknya saat ini memberlakukan moratorium perizinan PPIU, yakni terkait adanya moratorium izin biro travel baru. Menag menegaskan bahwa izin PPIU yang diberikan oleh Kemenag hanya boleh digunakan untuk umrah, bukan untuk bisnis atau investasi. Apalagi Kementerian Agama telah menerbitkan regulasi baru, yaitu Peraturan Menteri Agama (PMA) No.8 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. “PPIU harus sudah memberangkatkan Jama’ah selambatnya 6 bulan setelah mendaftar.

Bahkan 3 bulan sejak Jama’ah yang melunasi biaya ibadah umrah, PPIU harus memberangkatkan Jama’ah tersebut. Regulasi baru ini cukup memberikan pijakan bagi Kemenag untuk melakukan tindakan secara lebih tegas. Jadi, tidak ada lagi PPIU yang menawarkan kepada masyarakat berumrah tahun depan atau dua tahun lagi, lalu dananya digunakan untuk hal yang tidak ada urusannya dengan umrah. Dana umrah tidak boleh dikelola dengan sistem MLM dan sejenisnya.

Dana umrah harus dikelola berbasis syari’ah sesuai dengan PMA No.8 Tahun 2018 tersebut”, tegas Ali Fikri saat dihubungi via ponsel. Ali Fikri mengingatkan kepada masyarakat khususnya masyarakat di Provinsi NTB yang hendak beribadah umrah agar jangan cepat percaya dengan travel yang menjanjikan berangkat haji cepat dan umrah murah. Perlu diketahui bahwa waiting list (daftar tunggu) haji reguler untuk Provinsi NTB lamanya 23 tahun dan minimal ongkos umrah saat ini adalah di atas 20 juta. []



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan