logoblog

Cari

Tutup Iklan

Kesehatan KankerJadi Materi Imtaq

Kesehatan KankerJadi Materi Imtaq

Imtaq yang dilakukan oleh Dinas Kominfotik NTB selalu berbeda dibanding imtaq pada umum. Imtaq yang dilakukan besifat universal dan humanizem. Bisa

Sosial & Keagamaan

EDY IRFAN
Oleh EDY IRFAN
04 Mei, 2018 22:57:13
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 1037 Kali

Imtaq yang dilakukan oleh Dinas Kominfotik NTB selalu berbeda dibanding imtaq pada umum. Imtaq yang dilakukan besifat universal dan humanizem. Bisa diikuti oleh seluruh ASN dari lintas agama karena informasi yang disampaikan oleh narasumber berisi hal-hal umum yang terjadi dalam kehidupan. Misalnya hal tentang info rumah tangga, pendidikan, kesehatan dan hal lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan tentang kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN), pada kegiatan Imtaq, Jum'at (4/5) di Aula Diskominfotik.

Menurut Kadis Diskominfotik Provinsi NTB Tribudi Prayitno, bahwa kedisiplinan merupakan bagian dari kinerja ASN. "Disiplin bagian dari kinerja, jadi jangan abaikan," tegas Kadis.

Disiplin dalam semua hal, antara lain misalnya disiplin masuk kerja, ijin meninggalkan kerja dan disiplin lainnya. Tentunya hal tersebut mempunyai aturan dan mekanisme dalam prosesnya.

"Kedisiplinan dalam masuk kerja atau meninggalkan kerja tentu ada mekanisnenya, misalnya ijin meninggalkan kerja tentu harus minta ijin atasan dan mengisi blanko ijin," jelas Tribudi Prayitno.

Sedangkan Sekretaris Dinas Kominfotik NTB Fairuz Abadi, SH yang memandu acara dari awal mengingatkan untuk disiplin dan ramah dalam menyambut setiap tamu yang di undang maupun tidak di undang di kantor Diskominfotik NTB.

Fairuz mengajak untuk mengikuti adab dan cara pegawai hotel. Setiap tamu yang memasuki area hotel baik itu cleaning service sampai direktur selalu ramah menerima tamu.

"Kita perhatikan ketika datang ke hotel, semua staf hotel dari tukang kebun sampai direktur, mereka menghampiri kita dengan ramah menanyakan, ada yang bisa kami bantu pak?," jelas Sekdis.

Nah pertanyaan dan kalimat ini yang menjadi jargon bagi staf hotel. Berbeda dengan kita pada umumnya. "Kita ketika tamu datang ke kantor, kalimat yang kita lontarkan, cari siapa pak, kalimat kita beda dengan staf hotel tadi," ujar Fairuz.

Kegiatan Imtaq edisi ini, menghadirkan Yayasan Informasi Kesehatan Kanker Indonesia (YIKKI), Mataram Selamet dan Miftah, yang memberikan edukasi tentang Kanker.

Narasumber Yayasan Informasi Kesehatan Kanker Indonesia (YIKKI) Mataram Selamet dan Miftah, menjelaskan tentang kanker dan dan cara menghindari. 

 

Baca Juga :


Menurut Selamat, di Indonesia mengidap penyakit kanker merupakan salahsatu penyakit pembunuh. Setiap tahun angkah penderita semakin banyak. 

Kanker bukanlah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, banyaknya kasus kematian akibat penyakit kanker sebagian besar akibat kurangnya pengetahuan terhadap penyakit ini, sehingga kanker tidak terdeteksi sejak dini dan diagnosis menjadi terlambat.

Membangun kesadaran
Orang tentang suatu penyakit itu penting. Pengetahuan tentang bahayanya suatu penyakit akan membuat orang mawas diri agar tidak terdampak. "Dengan demikian ada kesadaran untuk menjauhi hal-hal yang mengakibatkan penyakit itu datang," jelasnya.

Deteksi sejak dini sangat diperkukan.
Ada empat tindakan yang dikenal dalam dunia kesehatan, yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. "Dalam hal penyakit kanker kita sepakat pencegahan lebih baik dari pengobatan," ajak Selamet.

Narasumber kedua dari YKKI Miftah menjelaskan, Jumlah kanker tertinggi menyerang perempuan yaitu kanker payudara dan kanker serviks, sedangkan pada laki-laki ialah kanker paru dan kanker kolorektal. Sedangkan leukemia merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang anak-anak.

Melanjutkan penjelesan Selamet, Miftah menganjurkan khususnya perempuan, untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. 

Banyak penderita kanker tidak menyadari bahwa tubuhnya mengidap kanker. "Mirisnya, itu disebabkan karena kebanyakan mereka tidak memiliki biaya untuk menjalani pemeriksaan," jelas Miftah

Penjelasan tentang Kanker cukup serius di perhatikan semua ASN Diskominfotik NTB. Gist ini dihadiri Kadis Kominfotik NTB Tribudi Prayitno, Sekdis Fairuz Abadi, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan semua ASN Diskominfotik NTB. ( Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan