logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berharap Tetesan Ilmu Dari Bumi Sangkawana

Berharap Tetesan Ilmu Dari Bumi Sangkawana

                Bumi Sangkawana, bukanlah nama bumi khusus yang penuh sensasi. Namun Sangkawana adalah satu diantara dusun yang berada dalam wilayah Desa

Sosial & Keagamaan

KM Rinjani Lombok
Oleh KM Rinjani Lombok
26 Mei, 2018 13:36:34
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 1921 Kali

                Bumi Sangkawana, bukanlah nama bumi khusus yang penuh sensasi. Namun Sangkawana adalah satu diantara dusun yang berada dalam wilayah Desa Pagutan, Kecamatan Batukeliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Dusun bersahaja, dengan tofografi alam yang sejuk, hamparan persawahan yang menghijau menyerupai terasering atau sawah bertingkat menjadi bukti jika alam di bumi Sangkawana ini subur dan agak basah.

                Di sela tanaman padi yang dipisahkan dengan bentangan pematang sawah, kebanyakan warga setempat menanaminya dengan tanaman sayur. Ada komak, kacang panjang, kecipir, turi, lebui, cabe dan atau tanaman jenis sayuran dimanfaatkan penduduk setempat untuk bertani.

                Sebagian besar warga disini selain hudup dari petani juga dari hasil beternak. Istilah warga di dusun yang memiliki 150 KK ini disebutnya pengarat. Pengarat bisa diartikan sebagai sang pengembala atau lazimya peternak yang memelihara sapi sebagai ladang tambahan hidup yang punya arti khusus.

                Menyoal sarana pendidikan di dusun ini yang berstatus negeri hanya bisa diperoleh di desa sebelah yang harus ditempuh dengan berjalan kaki. Karena itu tokoh masyatrakat setempat yang peduli akan pendidikan umum dan agama membangun Madrasah mulai dari tingkat TK Islam hingga SD Islam. Di bawah naungan dan suporting dari yayasan Babussalam NTB. Madrasah ini perlahan namun pasti berdiri sudah hampir tiga tahun lebih. “Perlhan-lahan kita bangun ruangan baru, kita percantik dan kita lengkapi dengan sarana prasarana belajar pendukung lainnya. Maksudnya bagaimana memancing warga masyarakat kita di sini untuk bisa bersekolah,” tukas H. Idris tokoh masyarakat setempat.

                Semangat warga untuk menyekolahkan anaknya di madrasah yang bersebelahan dengan Masjid Al Ijtihad Dusun Sangkawana ini memang perlu dipompa terus. Pasalnya dari tahun ke tahun kerap kali dibuka penerimaan murid baru madrasah yang berafiliasi pada Ponpes Babussalam ini, madrasah ini selalu mengalami krisis murid baru. Padahal Yayasan sudah menyiapkan madrasah untuk menimba ilmu baik ilmu umum terlebih ilmu agama. Malah warga lebih memilih menyekolahkan anaknya ke SD Negeri meski jalan yang ditempuh agak renggang dari pemukiman.

                Dalam kunjungan Tim Safari Ramadan Yayasan Babussalam NTB Kamis malam (24/5/2018) di Masjid Nurul Jihad, Sangkawana tim mendapatkan informasi jika di madrasah tersebut muridnya sangat sedikit. Hanya TK saja yang sedikit lumayan. Namun SD yang baru sampai kelas III saja muridnya bisa dihitung dengan jari. Kelas 2 saja muridnya hanya 3 orang. Sementara tenaga pengajar dan tenaga kependidikan lainnya jumlah tujuh. “Kedatangan kami ke sini disamping memotivasi warga untuk bisa bersekolah, juga untuk memberi support pada guru dan tenaga kependidikan lainnya. Bahkan kita bawakan sarung untuk lebaran. Tapi yang datang untuk bersilaturrahmi saja hanya beberapa orang,” kata Dr. H. Lemen Arjiman, MT, M.Pd pendiri sekaligus pembina Yayasan Babussalam Tarbiyah Islamiyah NTB.

                Lemen jjuga mengingatkan warga untuk rajin menuntut ilmu dan mendorong putra-putrinya untuk bisa berseolah ke lembaga pendidikan agama seperti yang disiapkan oleh Yayasan Babusalam NTB. “Dengan menunut ilmu sekaligus bersilaturahmi akan bisa meraih kebahagiaan dunia dan akhirat,” ajak Lemen.

                Lemen Arjiman mengutarakan, misi pendidikan di Ponpes Babussalam yakni menjadikan lembaga pendidikan yang mandiri, religius selamat dunia dan akhirat dan memiliki iman dan ilmu. Pendidikan yang dikelola dari tingkat TK, SD, SMP, SMK hingga Perguruan Tinggi. Biaya sekolah dan pakaianpun gratis. Dalam prjalanannya Ponpes Babussalam tidak sedikit murid ataupun mahasiswanya berasal dari luar darah seperti Plres, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa, Bima dan daerah lainnya. “Yang spesifik di Ponpes Babussalam yakni sistem pendidikan yang mengharuskan siswanya untuk hafal Alquran. Selain mencetak lulusan yang mandri, siap kerja juga melahirkan lulusan dengan predikat seorag hafiz atau penghapal Al-Quran,” jelas Lemen.

 

Baca Juga :


                Tausyiah Ramadhan disampaikan TGH. Sidiq, Pimpinan Majlis Taqlim Nurul Baiah Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Menurutnya tegaknya dunia ini disebabkan beberapa perkara. Pertama dengan ilmu yang dimiliki dan disebarkan oleh para ulama pewaris nabi. Karena itu kepada masyarakat Sangkawana untuk menuntut ilmu dengan menyekolahkan anak-anaknya ke Ponpes babussalam.

                Selanjutnya banyaknya orang kaya yang bersedekah atau menginfaqkan sebagian hartanya untuk pendidikan agama. Seandainya tak ada sedekah orang kaya maka kehidupan orang fakir menjadi hancur. “Banyak cara untuk bersedekah. Tidak hanya dengan harta, namun juga dengan waktu, tenaga, pikiran dan ilmu bahkan dengan hati sekalipun,” ujar TGH Siddiq.

                Kaitannya dengan bulan Ramadan TGH Siddiq menyatakan, barangsiapa yang senang akan datangnya bulan Ramadan dan melaksanakannya dengan tulus ikhlas berhara semata-mata pahala Alloh, maka Alloh menjaminnya masuk surga.  Keutamaan bulan ramadan pada 10 malam pertama Alloh akan mengkaruniakan rahmat kasih sayang berupa rezki, menurunkan magfirah dan  berikutnya turunkan magfirah. Dan 10 malam ketiga Aloh menurunkan pembebasan api neraka.

            Dia juga menjelaskan, surga itu dirindukan oleh 4 golongan. Diantaranya, orang yang suka baca Alquran. Orang yang pandai menjaga lisannya atau lidahnya. Orang yang memberikan makan kepada orang yang tengah lapar dan orang yang berpusa di Bulan Ramadan dengan niat yang tulus semata mengharapkan pahala dari Alloh SWT.

           Pada kesempatan tersebut tim safari dan dari klub motor ninja Lombok yanh diketuai Gino Firdaos menyerahkan sumbangan Alquran bagi Masjid Al Ijtihad. Sumbangan Al-Quran ini diharapkan bisa memacu warganya untuk selalu istiqomah membaca Al-Quran. (Wardi)



 
KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok

KM Rinjani Lombok diinspirasi oleh tekad bersama sesama anggota untuk membangun informasi produktif, komunikatif dan aspiratif di seputar Lobar dan gumi Lombok umumnya. Anggota: Hernawardi (Ketua), Fathurrahman, Ardipati, L. Suhaemi, Rian F, L. Budi D. Hp

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan