logoblog

Cari

Ibadah Dilipatgandakan, Pesan Imtaq Ramadhan

Ibadah Dilipatgandakan, Pesan Imtaq Ramadhan

Tausiah dalam rangka Imtaq bersama lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang sampaikan oleh penceramah Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA menjelaskan bahwa

Sosial & Keagamaan

KIM PROVINSI NTB
Oleh KIM PROVINSI NTB
27 Mei, 2018 18:28:23
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 11764 Kali

Tausiah dalam rangka Imtaq bersama lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang sampaikan oleh penceramah Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA menjelaskan bahwa saat ini kita berada di bulan Ramadhan yang sesungguhnya bulan yang agung dan mulia, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Semua kebaikan, berkah, dan anugerah selama 30 hariu di bulan ini diberikan untuk kaum muslimin dengan datangnya bulan yang penuh berkah ini.

 

Dalam tausiahnya Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA mengajak kaum muslimin para ASN lingkup Pemrov. NTB  untuk menyambut bulan ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya untuk dapat berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih di bulan Ramadhan.

 

“Mari kita sambut bulan penuh berkah ini dengan kegembiraan dan keceriaan, memuji Allah yang telah mempertemukannya (dengan bulan Ramadhan), dan meminta pertolongan kepada-Nya agar mampu berpuasa dan mengerjakan berbagai amal shalih lainnya,” ajak ustad muda kelahiran Mekah ini.

 

Di bulan ini pertama kali kitab suci umat Islam Al-Qur’an diturunkan. Allah memuji bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya karena bulan ini dipilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bulan Ramadhan juga disebut sebagai malam seribu bulan. Karena saat seorang muslim melakukan sebuah kebaikan di bulan Ramadhan, ia akan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan.

 

“Mari perbanyak membaca Al-Qur’an sebagai kitab dan petunjuk dalam mengarungi kehidupan kita. Membiasakan membaca kitab suci merupakan kewajiban bagi kita umat muslim baik dibulan setelah Ramadhan dan lebih utama di bulan Ramadhan ini,” ajak penceramah lulusan Kairo ini

 

Di bulan ini juga adalah pengampunan bagi dosa-dosa kita  dan dikabulkannya doa-doa bagi yang berpuasa. “Dalam sebuah Hadis Riwayat Bukhari dijelaskan bahwa setiap muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya bahkan dengan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan kita kembali bagaikan seorang bayi yang baru lahir. Di bulan Ramadhan juga, Allah berfirman bahwa setiap doa yang dipanjatkan maka pasti akan dikabulkan,” tegas pria 33 tahun ini.

 

Pada kesempatan itu juga, Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, MA menjelaskan tentang QS. AL Maidah ayat 64-66 yang dibacakan oleh Qori, Ustad H. Ahmad Sanusi pada awal pembukaan acara Iman dan Taqwa (Imtaq) di 10 hari Puasa Ramadhan 1439 Hijriyah lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemrov NTB) yang diikuti ratusan ASN organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jum’at (25/5) di Graha Bhakti Praja, kantor Gubernur NTB.

 

Orang-orang Yahudi berkata: ‘Tangan Allah terbelenggu,’ sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu, dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka; Allah menafkahkan sebagaimana Allah kehendaki. Dan al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Rabbmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan, dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya, dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (QS. 5:64)

 

 

Baca Juga :


Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertaqwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka, dan tentulah Kami masukan merekake dalam Surga-surga yang penuh kenikmatan. (QS. 5:65) Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (bukum) Taurat, Injil dan (al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yangdikerjakan oleh kebanyakan mereka. (QS. 5:66)” (al-Maa-idah: 64-66)

 

Dalam surat Al Maidah ayat 64-66 itu, Allah memberitahukan tentang orang-orang Yahudi, mereka dikutuk secara terus menerus oleh Allah sampai hari Kiamat. Mereka mengatakan bahwa Allah sebagai Rabb yang bakhil dan sebagai Rabb yang miskin, sedang diri mereka sendiri sebagai orang-orang kaya. Mereka mengungkapkan kebakhilan Allah itu dengan mengatakan;[ “Tangan Allah terbelenggu.”

 

Dan Allah Ta’ala telah mengungkapkan arti kebakhilan itu dalam firman-Nya: yang artinya, Janganlah kamu menjadikan tanganmu terbelenggu ke lehermu. Dan pengertian itu pula yang dimaksudkan oleh orang-orang Yahudi, semoga Allah melaknat mereka.

 

Dan Allah Ta’ala telah membantah tentang apa yang mereka tuduhkan kepada-Nya, dan membantah mereka atas tuduhan yang dibuat-buat oleh mereka, dan atas rekayasa mereka dalam membuat pendustaan terhadap-Nya.

 

 “Sebenarnya tangan merekalah yang terbelenggu, dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu.” Dan demikian itulah yang terjadi bagi mereka suatu urusan yang besar, sebab sebenarnya mereka itulah yang diliputi dengan kebakhilan, kedengkian, sikap pengecut, dan kehinaan.

 

Pada Jaman Nabi Muhammad SAW kaum bani Israil tertimpa kemelaratan. Sehingga mereka menuduh Tuhan Muhammad adalah miskin pembawa kesialan bagi mereka. Kaum Bani Israil selalu membangkang dari perintah Allah SWT, sehingga di hari akhir nanti mereka akan disiksa dengan ajab yang pedih.

 

Di akhir tausiahnya, Dr. TGH. Abdul Aziz Sukarnawadi, mengajak ASN lingkup Pemrov. NTB untuk semakin yakin akan kekuasaan Allah SWT. Ikuti dan patuhi perintah Allah SWT. Kisah kaum Bani Israil menjadi pelajaran bagi umat manusia agar tidak mengikuti mereka. Melalui Rasulullah Nabu Muhammad SAW, Allah telah menyempurnakan agama islam sebagai penutup semua agama. “Momentun bulan Ramadhan mari perbanyak ibadah, semuah perbuatan yang baik bernilai ibadah dan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. (Edy)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan