logoblog

Cari

Tradisi Melayat Kuburan Pererat Silaturahmi

Tradisi Melayat Kuburan Pererat Silaturahmi

KIM WAWO,- Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang masih berpegang teguh terhadap warisan adat dan tradisi. Setiap perayaan Idul Fitri menjadi moment

Sosial & Keagamaan

KM LENGGE
Oleh KM LENGGE
27 Juni, 2018 07:19:25
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 9333 Kali

KIM WAWO,- Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang masih berpegang teguh terhadap warisan adat dan tradisi. Setiap perayaan Idul Fitri menjadi moment bagi sebagian besar masyarakat muslim di Nusantara untuk melakukan tradisi berjiarah ke kuburan sanak famili.

Tidak terkecuali masyarakat di dataran tinggi kecamatan Wawo kabupaten Bima menjadikan hari raya Idul Fitri untuk mendatangi area pemakaman untuk berjiarah ke kuburan.

Setelah usai pelaksanaan sholat Idul Fitri, masyarakat di kecamatan Wawo melakukan sungkeman dengan keluarga dekat, keluarga jauh dan tetangga disekitar lingkungan tempat tinggalnya. 

Menjalin silaturahmi dengan sesama muslim usai beribadah puasa selama bulan Ramadhan menjadi hal yang wajib di kecamatan Wawo. Mereka saling memaafkan antara orang tua dan anak, sesama saudara, keluarga, tetangga dan orang disekitar lingkungan tempat tinggal.

Suasana keakraban dengan balutan ramah tamah terlihat jelas pada wajah mereka memaafkan dan saling ihklas melepas ego di hari yang fitrih itu. Mereka melebur dosa dalam jabat tangan dan pelukan menjalin persaudaraan dengan ikatan persatuan.

Yang muda mengunjungi yang tua, dari rumah ke rumah membawa keihlasan batin untuk meminta maaf dan memperkuat ikatan kekeluargaan mengunjungi sanak famili bersama melebur dosa di 1 Syawal usai melewati bulan penuh rahmat itu.

Setelah usai bersilaturahim dengan orang tua dan sanak famili, Sore harinya masyarakat di kecamatan Wawo berbondong bondong berjiarah di pemakaman sanak famili yang telah duluan menghadap Ilahi.

 

Baca Juga :


Masyarakat Wawo pada khususnya dan Masyarakat Bima pada umumnya meyakini bahwa setiap malam takbiran Idul Fitri menyambut hari kemengan 1 Syawal, arwah keluarga yang telah berada di alam barja tetap mengunjungi rumah mereka.

Sehingga faktor ini juga yang meyakini masyarakat untuk melayat ke pamakaman keluarganya untuk membacakan doa bagi arwah agar tenang di alam barjah.

Area pemakaman terlihat ramai oleh keluarga yang melayat, baik itu keluarga yang dekat maupun jauh. Keluarga yang berada diluar daerah misalnya pada momentum Idul Fitri sengaja pulang kampung untuk silaturahmi dengan kluarga dan melayat ke kuburan keluarga dan sanak saudaranya. 

Momentum ini dijadikan ajang untuk bersilaturahmi dengan saudara jauh atau keluarga yang belum sempat bertemu usai pelaksanaan sholat Idul Fitri di pagi harinya.

Pada hari yang fitri 1 syawal telah merekah seluruh alam menyambut dengan penuh sukacita terlukis kebahagiaan tiada terukur dalam setiap pribadi yang telah menempa diri sepanjang Ramadhan kerinduan dan harapan untuk berjumpa kembali di tahun-tahun mendatang juga turut bergetar dalam sanubari kaum muslimin agar dapat bersilaturahmi lagi. (    )



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan