logoblog

Cari

Tutup Iklan

Peluncuran Program Kemaslahatan BPKH

Peluncuran Program Kemaslahatan BPKH

Jakarta, KM_Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengadakan kegiatan Peluncuran Program Kemaslahatan Umat. Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 19/10/2018 di Auditorium HM.Rasjidi Gedung

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
19 Oktober, 2018 18:51:58
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 1870 Kali

Jakarta, KM_Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengadakan kegiatan Peluncuran Program Kemaslahatan Umat. Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 19/10/2018 di Auditorium HM.Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jalan MH. Thamrin Kav.6 Jakarta Pusat. Turut dihadiri Menteri Agama RI, Kepala Badan Pelaksana BPKH, Ketua Dewan Pengawas BPKH, Ketua Komisi VIII DPR RI, dan Ketua Umum MUI.     

Peluncuran Program Kemaslahatan sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis Bantuan Kegiatan Kemaslahatan, yakni: Bantuan Tanggap Darurat Palu, Bantuan Rehabilitasi NTB, dan Bantuan Ambulance Masjid Istiqlal dan Asrama Haji.   

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Prov. NTB, H. Nasruddin, S.Sos, M.Pdi bersama Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kanwil Kemenag Prov. NTB, Drs. H. Muhammad Amin, M.Pd menghadiri kegiatan tersebut. “Kami diundang BPKH karena NTB mendapatkan bantuan dari BPKH untuk masjid, KUA, dan Asrama Haji yang terkena dampak gempa. Termasuk Prov. Sulawesi Tengah yang mengalami gempa dan tsunami”, ungkap Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov. NTB.

Lebih lanjut H.M. Amin menjelaskan, ada 3 tahap yang harus ditempuh, yakni: penetapan prioritas kegiatan kemaslahatan, penjelasan proposal serta persetujuan Badan Pelaksana dan Pencairan Dana ke Lembaga/Organisasi penerima dengan pernyataan tanggung jawab mutlak.

Adapun prioritas kegiatan kemaslahatan tahun 2018 dan 2019 sebagai berikut: pertama, Bantuan Bencana Gempa dan Tsunami Palu dan Donggala (Tanggap Darurat). Kegiatan yang dilakukan adalah pembersihan lumpur dan kotoran, pemberian bantuan berupa tenda, selimut, sarung, mukena, peralatan perempuan dan bayi, serta bantuan alat kesehatan dan obat-obatan. Termasuk percepatan penggembalian setoran awal bagi calon haji meninggal. Kedua, Bantuan Bencana Gempa Bumi Lombok (Rehabilitasi). Rehabilitasi dilakukan di masjid dan KUA manasik haji yang mengalami kerusakan serta Asrama Haji NTB yang mengalami rusak ringan.   

Harapannya supaya anggaran DAU (Dana Alokasi Umum, red) bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan umat. Adapun ruang lingkup dan batasan kegiatan kemaslahatan umat meliputi: Kegiatan Pelayanan Ibadah Haji, Pendidikan dan Dakwah, Kesehatan, Sosial Keagamaan, Ekonomi Umat, dan Pembangunan Sarana dan Prasarana Ibadah”, tutup H.M. Amin.  (NR)  

 

 

Baca Juga :


 

 

 

 

            



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan