logoblog

Cari

Tutup Iklan

Spirit Alquran

Spirit Alquran

Sejak islam masuk di tanah Bima, proses pembumian Alquran terus dilakukan di segala pelosok. Kegiatan belajar agama dan mengaji dilakukan dari

Sosial & Keagamaan

alan malingi
Oleh alan malingi
15 November, 2018 08:20:02
Sosial & Keagamaan
Komentar: 1
Dibaca: 1411 Kali

Sejak islam masuk di tanah Bima, proses pembumian Alquran terus dilakukan di segala pelosok. Kegiatan belajar agama dan mengaji dilakukan dari Surau dan masjid hingga rumah ke rumah. Tradisi Ngge e Nuru atau belajar di rumah guru menjadi pemandangan setiap hari mewarnai dinamika kehidupan masyarakat Bima kala itu. Ngge e Nuru adalah pesantren tradisional masyarakat Bima yang sangat efektif melahirkan generasi Qurani di masa silam.

Spirit Alquran juga menjelma dalam pesan pesan melalui pantun Bima yang sudah sangat melekat dalam memori kolektif masyarakat hingga saat ini. Hal itu tergambar dalam bait pantun Bima di bawah ini :

Au di ru' u dou ma da loa karo 'a
Doho Ta awa ngena jangko iwa
Raka si mbei ru' u kato mbei kai ro' o

Artinya :

Tiada guna orang yang tidak bisa baca Alquran
Duduk di bawah menunggu pemberian teman
Jika mendapat bagian hanya dibungkus daun

Pantun di atas memberikan spirit kepada masyarakat terutama anak anak untuk belajar Alquran. Orang yang bisa membaca alquran berwibawa dan dihormati. Mereka duduk di antara orang orang cerdas, alim ulama dan cendekia serta mendapatkan Jangko atau pemberian yang banyak. Sedangkan orang yang tidak bisa alquran hanya duduk di bawah menerima pemberian yang sedikit.

Pada masa lalu Rumah warga di Bima adalah rumah panggung. Doho Ta Awa adalah duduk di halaman rumah, bukan di atas rumah. Biasanya orang orang yang duduk di atas rumah adalah para tetua, alim ulama dan orang orang yang bisa mengaji jika ada hajatan hajatan warga. Kalimat " Doho ta awa ngena jangko di iwa " adalah perumpamaan betapa rendahnya orang yang tidak bisa mengaji.

 

Baca Juga :


Pentingnya belajar Alquran juga tergambar dalam " ngaji karo a pahala na'e di ru'u." Belajar Alquran pahala besar yang didapatkan.

Mungkin spirit melalui pantun pantun inilah yang menyebabkan islam di Bima selama lebih dari tiga ratus tahun lamanya bersemi indah dalam kehidupan masyarakat. Maka tidak heran jika Bima menyandang gelar serambi mekkah kedua dan almarhum Hamka pun memberikan apresiasi bahwa jika ingin belajar islam datanglah ke Bima.

Masa kejayaan kesultanan Bima telah banyak mencetak kader kader ulama kharismatik hingga ke pentas internasional. Mereka antara lain Abdul Gani Al Bimawi, Syekh Subuh, hingga di abad ke 20 tampil ulama ulama kharismatik yang banyak tersebar di seluruh pelosok Bima.

 



 
alan malingi

alan malingi

blogger dan penulis asal Bima-NTB. Kontak : 08123734986-0811390858. Kunjungi juga www.bimasumbawa.com dan www.alanmalingi.wordpress.com.Facebook, WA, Twitter dan Instagram Alan Malingi.

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. SAEPUL BAHRI

    SAEPUL BAHRI

    15 November, 2018

    mudah-mudahan generasi2 milenial banyak menjadi tahfiz alquran


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan