logoblog

Cari

Tujuh Jalan Berbeda Menggapai Surga

Tujuh Jalan Berbeda Menggapai Surga

Minggu kemarin TGH.Ibnu Khalil berkesempatan mengisi pengajian di Ponpes HIDAYATUDDARAIN, Dasan Geres, Gerung. Ini pertama kalinya tuan guru bajang ini mengisi

Sosial & Keagamaan

KM HIDAYATUDDARAIN
Oleh KM HIDAYATUDDARAIN
17 November, 2018 14:05:36
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 6358 Kali

Minggu kemarin TGH.Ibnu Khalil berkesempatan mengisi pengajian di Ponpes HIDAYATUDDARAIN, Dasan Geres, Gerung. Ini pertama kalinya tuan guru bajang ini mengisi pengajian ditempat kami. Beliau cerita jadwalnya cukup padat dari pagi sampai malam. Waktu istirahat berkurang. Pagi sebelum berangkat, ia terlebih dahulu menghadiri acara ditempat lain.

Belakangan saya baru tahu ternyata beliau kelahiran Pene, Jerowaru, Lombok Timur lalu tinggal di Beleka dan mendirikan Ponpes Sholihurrahman disana. Nyantri di Sukorejo, Situbondo, Jatim lalu mengajar dan berkhitmat di Ponpes Qomarul Huda, Bagu, Lombok Tengah atas permintaan TGH.L.Turmuzi Badarudin. Setelah itu baru ke Makkah.

Pada pertemuan pertama ini TGH. Ibnu mengulas kitab Minahussussuniah yang mengulas pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan sahabat dekat, sekaligus sepupunya Saidina Ali Karromallahu Wajhah. Suatu hari Nabi Muhammad bercengrama dengan Ali. "Wahai Ali, maukah engkau saya cerita kelompok atau golongan orang masuk surga.

Tentu saja Saidina Ali sangat senang akan dicerita. Nabi Muhammad lalu menjelaskan 7 orang yang akan menjadi ahli surga dengan jalan-jalan yang berbeda. 1. Pemuda yang bertaubat. Orang sering mengatakan, masa muda masa-masa muda itu masa mencari jati diri dan identitas. Semua mau dicoba dan cicipi, termasuk yang mengarah keprilaku kemaksiat dan haram.

2. Orang yang bersedekah secara diam-diam atau rahasia. Untuk membersihkan hati dan niatnya ia tidak ingin orang lain tahu perbuatannya memberi sedekah kepada orang lain. Ia tidak mau jadi riya' dan takabur yang tentunya bisa menghanguskan arti sadaqah-nya. Ibarat pribahasa, tangan kanan memberi, tangan kiripun tidak tahu.

3. Orang yang istiqomah sholat dhuha. Semua bisa sholat dhuha, mudah dan gampang. Yang sulit itu istiqomah. Padahal sholat dhuha itu diyakini banyak orang sebagai cara melancarkan rezeki.

4. Orang yang takut meninggal kebiasaan sholat berjamaah. Ini juga tidak mudah, butuh niat dan kemauan kuat agar bisa konsisten. Para ulama sering memberikan tips hidup barokah, berkeluarga barokah, rizki barokah dan pekerjaan akan barokah kiatnya adalah dengan rutin melaksanakan sholat jamaah.

 

Baca Juga :


5. Orang sering meneteskan air mata karena selalu takut kepada Allah. Setiap mengingat Allah ia selalu menangis, bersujud dan bertafakkur akan kecilnya dirinya dan maha besarnya Allah. Mengingat besarnya nikmat Allah yang ia terima.

6. Orang suka berdesak-desakan dalam berbagai pengajian dan kajian yang diberikan oleh para ulama. Mereka sangat antusias untuk belajar, berguru dan menimba ilmu dari ulama-ulama yang alim, tawadduk dan istiqomah memberikan penerangan iman kepada ummat.

7. Orang selalu menjaga diri memakan makanan yang halal. Ia sangat berhati-hati menjaga sumber makanannya, cara memasak agar bebas dari sumber subhat, bahkan haram. Ia percaya, makanan yang tidak halal bukan saja bisa menjadi penyakit tapi juga membuat yang memakan hidupnya tidak tenang dan tidak bahagia.

Demikian sahabat sekalian, sedikit rangkuman isi pengajian Minggu, 11 Nopember 2018 yang dibawa oleh TGH. Ibnu Khalil. Semoga beliau selalu sehat dan bugar untuk bisa menjadi suluh bagi ummat. Semoga hajat & ikhtiarnya dimudahkan jalannya oleh Allah SWT.[]



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan