logoblog

Cari

Arab Saudi Diminta Tunda Kebijakan Rekam Biometrik

Arab Saudi Diminta Tunda Kebijakan Rekam Biometrik

Jakarta, KM_Rencana Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa menuai pro-kontra. Kebijakan ini dirasa akan memberatkan Indonesia yang

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
12 Januari, 2019 09:37:42
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 561 Kali

Jakarta, KM_Rencana Pemerintah Arab Saudi menerapkan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa menuai pro-kontra. Kebijakan ini dirasa akan memberatkan Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia telah meminta Pemerintah Arab Saudi menunda penerapan kebijakan rekam biometrik bagi calon jemaah ibadah umrah. Permintaan ini telah disampaikan melalui lisan maupun surat. Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Arab Saudi. Indonesia meminta agar rencana penerapan kebijakan tersebut ditunda.

Terkait itu, Menag bertemu dengan Menteri Haji Arab Saudi agar kebijakan tersebut dipertimbangkan kembali karena sangat menyulitkan jema’ah Indonesia. Pemerintah Arab Saudi mengatakan akan mendalaminya lagi terkait proses biometrik bagi calon jema’ah umrah Indonesia. Tentunya tidak ada pilihan lain selain menunggu jawaban dan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi.

Selama ini, calon jema’ah umrah dan haji Indonesia untuk mendapatkan visa tidak perlu menjalankan proses biometrik di Tanah Air. Sebab, proses rekam itu dilakukan saat tiba di Arab Saudi dan itupun tidak menjadi syarat untuk mendapat visa. Baru pada 2018 lalu muncul kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi yang mensyaratkan penerbitan visa harus dilakukan biometrik seperti sidik jari, mata dan data lainnya di tempat tertentu atau perwakilan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Perwakilan ini tidak semuanya ada di setiap provinsi di Indonesia bahkan di kabupaten/kota. Hal inilah yang menimbulkan keresahan bagi calon jema’ah umrah. Sebab, hal itu sangat menyulitkan bila ditinjau dari kontek wilayah Indonesia yang sangat luas dan kepulauan. Kebijakan biometrik jelas sangat menyusahkan calon jema’ah Indonesia.

Keterangan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag RI, Prof. Nizar Ali, permintaan penundaan ini sampai pihak Visa Facilitation Service (VFS) Tasheel selaku operator yang ditunjuk dapat menyiapkan segala sesuatunya secara layak. Sebagai solusi, Nizar merekomendasikan agar pengambilan biometrik ini dilakukan sebelum jema’ah keluar dari Indonesia seperti halnya jema’ah haji, atau kerjasama sharing data biometrik antara Arab Saudi dengan Kantor Imigrasi Indonesia. Ini akan sangat membantu mengurangi lalu lintas jema’ah yang memakan biaya cukup besar bagi mereka yang tinggal di daerah.

Senada dengan Nizar Ali, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus M. Arfi Hatim memberikan penjelasan bahwa langkah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang mengharuskan rekam biometrik sebagai syarat pengajuan visa umrah telah menimbulkan kekhawatiran. Banyak jema’ah yang mengurungkan niat untuk melaksanakan ibadah umrah karena terkendala syarat rekam biometrik tersebut. Hal ini disebabkan sulit dan mahalnya proses rekam biometrik. Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan, menjadi salah satu alasan proses rekam biometrik tersebut menjadi sulit dan mahal. Sementara keberadaan kantor layanan biometrik sangat terbatas. Ada biaya tambahan yang dikeluarkan untuk dapat sampai ke lokasi layanan biometrik tersebut.

 

Baca Juga :


Pemerintah, baik melalui Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Agama telah meminta agar kebijkaan ini ditinjau. Namun Pemerintah Arab Saudi hingga saat ini masih bersikukuh untuk melaksanakannya. Kebijakan ini telah memancing reaksi masyarakat dan pengusaha perjalanan ibadah umrah dan sempat ditunda pelaksanaannya pada bulan September 2018 lalu. (NR)   

 



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan