logoblog

Cari

Memperingati Harlah IPNU-IPPNU 2019

Memperingati Harlah IPNU-IPPNU 2019

Mataram. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Mataram menggelar Acara perayaan hari lahir NU yang ke-93

Sosial & Keagamaan

Hendra doping
Oleh Hendra doping
24 Februari, 2019 17:45:26
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 15997 Kali

Mataram. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kota Mataram menggelar Acara perayaan hari lahir NU yang ke-93 kemudian Fatayat Nu ke-69, IPNU ke-65 dan IPPNU ke-64 selama tiga hari berturut-turut. Acara yang berlangsung sejak tanggal 21 sampai sabtu tanggal 23 kemarin berjalan dengan lancar.

Panitia acara menegaskan bahwa acara tersebut untuk merefleksi kembali semangat dalam mengembangkan ajaran-ajaran Ahlussunnah Wal-Jamaah An-nahdliyah, acara yang telah berlangsung sejak dua hari yang lalu ialah sebagai bentuk totalitas kita terhadap organisasi papar Idham Khalid. 23/02/19.

Sebelum acara puncak pada tanggal 23 Februari 2019 telah kita laksanakan Do'a Kebangsaan untuk keselamatan para Pemimpin dan Para Kyai kita berlangsung 2 hari yang lalu. Pada tanggal 21 kemarin kita telah melakukan Do'a bersama (Pembacaan Yasin dan Solawat Asyighil) kemudian tausiahnya disampaikan oleh wakil Ro'is Syuriah PWNU NTB TGH.L. Soimun Faisal, M.Pd.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa santri harus paham makna dari kegiatan yang berlangsung pada malam ini lebih-lebih pondok ini adalah tetesan dari Pendiri NU  Lombok, Kemudian beliau menceritakan kembali sejarah Alm. Kakek dari Hj. Warti'ah, M.Pd yang telah sukses mengembangkan NU di pulau Lombok terutama sekali dengan adanya Pondok Nurul Islam Sekarbela tempat dimana kegiatan  yang mulia ini berlangsung. 21/02/19

Kemudian hari Jum'at 22 Februari 2019 Do'a kebangsaan (pembacaan Istigosah dan Wirid dari Alm. TGH. Taqiudin Mansur) terus menggema mengenang 100 hari wafat beliau sebelum tausiah yang disampaikan oleh Ketua Tanfidziah PCNU Kota Mataram Fairuz Abadi atau yang sering dikenl dengan nama Abu Macel. Dalam tausiah beliau menceritakan Banyak hal salah satunya kisah dari Syekh Syatibi yang akan menghadiri majelis ilmu. Ribuan jamaah berbaris menanti kehadiran Syekh Syatibi dengan penuh harap dan sabar, berbaris sepanjang jalan dan berdesak-desakan jamaah menanti mengitari pepaosayang disiapkan untuk syekh. Tibalah saatnya kedatangan Syekh dengan menunggang keledai pincang dan menggunakan pakaian sufi (baju dengan penuh tambalan dimana-mana). Apa yang terjadi, barisan dan jejalan jamaah hanya menatap sinis dan membiarkannya berlalu begitu saja. Yang mengejutkan jamaah, pembesar dan panitia adalah justru Syekh Syatibi yang berpakaian sufi itu menuju lokasi pengajian. Syekhpun disuruh turun dan bahkan diusir dari tempat tersebut. Syekh pun pergi dan jamaahpun masih menunggu dengan sabar. syekh Syatibi kembali datang dengan jubah mahal dan bersih lengkap dengan payung-payung kebesaran bersama santri pengawalnya. Apa yang terjadi? Syekh disambut begitu meriah, dielu-elukan dengan teriakan memanggil nama Syekh, berebut salaman hingga berbagai musik dan tarian Islam ditampilkan melengkapi kemeriahan.. 

Lalu Syekh Syatibi menyindir para jamaah, pembesar dan panitia di awal pengajiannya "semua kalian lebih mencintai dan menghormati baju kebesaran dibanding ilmu", lalu tiba-tiba Syekh membuka baju kebesarannya sehingga yang tersisa adalah baju sufinya yang penuh tambalan.

 

Baca Juga :


Banyak hal yang bisa kita ambil dari kisah tersebut terutama sekali dalam menilai seseorang, menjustifikasi seseorang,  kader NU wabil Khusus IPNU-IPPNU harus mampu berfikir dan berprilaku sesuai Garis Perjuangan yang telah di tentukan dalam organisasi. Tutur beliau 21: 30 Wita di Masjid PONPES Nurul Islam Sekarbela.

Hari ini adalah puncak dari acara Perayaan HARLAH IPNU ke-65 dan IPPNU ke-64 yang dimana hari ini kita akan melakukan pelatihan Soft Skill kader-kader NU Kota Mataram. Seminar Kepemimpinan, kemudian Kewirausahaan dan Madrasah Media akan kita lakukan sampai sore nanti, kita tidak tanggung-tanggung dalam melakukan prosea kaderisasi agar kedepan NU punya generasi yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama sekali dalam Media Sosial sangat diperlukan kader yang paham dunia Online, agar mampu melawan konten-konten yang negatif apalagi yang ada yang mau melawan Kyai-Kyai Kita. Kata Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Mataram 23/02/2019 di Lokasi acara Seminar.

Untuk selanjutnya kita akan terus melakukan penguatan dalam kaderisasi baik formal maupun non formal agar dalam menyambut satu abad NU kader IPNU-IPPNU mampu mengambil peluang untuk berkarya.



 
Hendra doping

Hendra doping

Yusril Ihza Mahendra Sinah, 21 januari 1997 Dusun Sinah Desa Pengembur Pujut Loteng Mahasiswa UNU-NTB Prody Ekonomi Islam 082340953891

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan