logoblog

Cari

Desa Kuripan, Jadi Kampung Ramadhan Baznas Pertama di NTB

Desa Kuripan, Jadi Kampung Ramadhan Baznas Pertama di NTB

Giri Menang, KM. Untuk kali pertama di NTB, Kampung Ramadhan digelar di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), tepatnya di Desa Kuripan, Kecamatan

Sosial & Keagamaan

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
12 Mei, 2019 08:46:51
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 3655 Kali

Giri Menang, KM. Untuk kali pertama di NTB, Kampung Ramadhan digelar di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), tepatnya di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan. Kegiatan ini secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Sabtu (11/5) sore.

Kampung Ramadhan ini merupakan salah satu kegiatan BAZNAS Microfinance (BMFi). Tujuannya untuk membangkitkan dan mendorong penguatan usaha mikro terutama para mitra BUMD. Tujuan lainnya untuk memberi stimulus kebangkitan Lombok sebagai wisata halal dunia.

Hal itu disampaikan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas RI, Irfan Syauqi Beik saat acara pembukaan Kampung Ramadhan.

Di Kampung Ramadhan ini ada 100 stand yang disiapkan Baznas bersama Pemerintah Desa Kuripan selaku panitia penyelenggara. Selain diisi masyarakat sekitar, stand juga diisi UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Lobar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar, dan Mitra BMD Gunungsari Lombok Barat. Panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis dari salah satu Rumah Sakit swasta.

Di tempat yang sama, Direktur Baznas Microfinance, Noor Aziz menyebutkan, stand kegiatan kampung Ramadhan, menyediakan stand-stand untuk mengakomodir masyarakat berjualan produknya. Pihak Baznas membuka peluang ke masyarakat, sehingga produk mereka dapat dinikmati bukan hanya di desa ini tapi juga luar desa.

“Tak hanya sekedar berjualan di sepanjang jalan Desa Kuripan, Kampung Ramadhan juga menggelar sejumlah agenda bertema islami seperti Lomba Da'i Cilik, Hafiz Cilik dan Lomba Tadarus, nonton Bareng Film Iman Di Pangkuan Sang Faqir,” jelas Aziz. Kata dia, film ini mengangkat tentang kemanusiaan yang merupakan film hasil rilisan Baznas.

“Film ini telah diputar di bioskop besar di Jakarta," tambah Aziz.

Rencananya, kegiatan yang dimulai Ba'da Ashar ini, akan digelar selama sepekan. Namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang hingga menjelang Lebaran. Pihak Baznas sendiri merencanakan hanya seminggu. Tapi kalau masyarakat mau melanjutkan sampai akhir Ramadhan, pihak panitia pelaksana yang dikomandoi Pengurus Bumdesa Kuripan akan melanjutkan kegiatan sampai akhir Ramadhan.

Kepala Desa Kuripan, Hasbi menimpali, ditunjuknya desa Kuripan menjadi tempat diselenggarakannya Kampung Ramadhan, setelah sebelumnya mengajukan diri kepada Baznas. Kata dia, langkah ini diambil untuk memeriahkan dan memberi semangat Ramadhan bagi masyarakat Kuripan dan Lombol Barat.

"Saya baru tiga bulan jadi Kepala Desa, tentu kita mikir ke depan, inovasi apa yang bisa kita perbuat. Masyarakat juga sangat antusias dengan kegiatan ini,” kata Hasbi.

 

Baca Juga :


Pada kesempatan itu Hasbi berharap, ke depan supaya program pemerintah desa lebih ditonjolkan pada prgoram ini, dimana ada nuansa islami yang dibangun. Namun pihaknya mengucapkan terima kasih kepada bupati dan Kepala Dinas Koperasi Lobar atas terselenggaranya kampung ramadhan di desa Kuripan ini.

Sementara itu Bupati H. Fauzan Khalid menilai, kegiatan yang diinisiasi Baznas ini sebagai hal yang positif dan luar biasa. Untuk itu Fauzan meminta, agar di tahun berikutnya pemerintah desa bersama dinas terkait dapat melanjutkannya.

"Baznas ini sebagai pencetusnya dan membantu kita di awal dan slanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab kita melanjutkan kegiatan positif semacam ini," tegas bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kontribusi yang luar biasa dari Baznas untuk Lombok Barat. Bahkan sejak gempa bumi beberapa waktu lalu, Baznas diakui Fauzan menjadi yang pertama berinisiatif untuk memfasilitasi Lombok Barat membuka pasar, menggantikan pasar yang rusak akibat gempa di wilayah utara Lombok Barat.

"Alhamdulillah, tindak lanjut dari Baznas Pusat kini sudah punya kantor tetap untuk Baznas Microfinance di Gunungsari. Semoga kita buat nanti cabang-cabangnya termasuk di wilayah Gerung, Kediri, Kuripan, dan lainnya. Tujuannya untuk membantu masyarakat yang kurang modal juga mengatasi “bank subuh” (rentenir)," harap bupati.

Sebagai bentuk apresiasi untuk Baznas pusat, lanjut bupati, sudah mulai mendiskusikan kemungkinan untuk mendirikan Rumah Sakit Gratis di Lombok Barat. Pihaknya memohon dukungannya dan berharap cita-cita ini di tahun 2020 bisa diwujudkan. Rumah Sakit Gratis baru ada tujuh se-Indonesia, kalau saja harapan bupati ini bisa terwujud, berarti Kabupaten Lombok Barat menjadi Rumah Sakit Gratis yang ke delapan.

 



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan