logoblog

Cari

Sistem Zonasi Meminimalisir Jema’ah Haji Tersesat

Sistem Zonasi Meminimalisir Jema’ah Haji Tersesat

Jakarta, KM. Setiap tahun saat musim haji tiba, berbagai inovasi penyelenggaraan ibadah haji dilakukan Kementerian Agama RI sebagai upaya untuk memberikan

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
23 Mei, 2019 15:12:56
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 816 Kali

Jakarta, KM. Setiap tahun saat musim haji tiba, berbagai inovasi penyelenggaraan ibadah haji dilakukan Kementerian Agama RI sebagai upaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk jema’ah haji Indonesia. Salah satu bentuk layanan yang diberikan kepada jema’ah haji Indonesia khususnya selama di Arab Saudi adalah layanan akomodasi jemaah haji. Demikian H.M. Ali Fikri, S.Ag, MM, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Prov. NTB menjelaskan materi yang dibahas saat Sosialisasi Zonasi Penempatan Jemaah Haji.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Mei 2019 ini dihadiri 62 peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon III dan IV Ditjen PHU, Kabid PHU Kanwil Kemenag se-Indonesia. Kegiatan bertempat di Merlynn Park Hotel Jakarta.

Salah satu inovasi yang dimunculkan dalam layanan akomodasi di Makkah pada tahun ini adalah penempatan jema’ah haji berdasarkan sistem zonasi. Sistem zonasi merupakan penempatan jema’ah haji pada wilayah tertentu berbasis embarkasi di tanah air.

Ali Fikri mengutip pernyataan Direktur Jenderal PHU Kemenag RI, Nizar Ali. Tahun ini Kementerian Agama akan melaksanakan Qur’ah (undian) penempatan jemaah haji berdasarkan zonasi sesuai dengan SK Dirjen Nomor 135 Tahun 2019 tentang Penempatan Jemaah Haji Indonesia di Makkah dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi Tahun 1440H/2019M.

Menurut Nizar, lanjut Ali Fikri, sistem zonasi merupakan salah satu inovasi dalam layanan akomodasi haji di Makkah yang dilakukan Kemenag. Hal ini yang membedakan Qur’ah yang dilakukan tahun ini dengan tahun lalu. “Ada tujuh wilayah zonasi yang meliputi Jarwal, Misfalah, Raudhah, Aziziah, Mahbas Jin, Syisyah, dan Rei Bakhsy,” kata Nizar.

Ada pun penempatan masing-masing embarkasi berdasarkan wilayah zonasi, sebagai berikut: 1) Syisyah: Embarkasi Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Padang (PDG), dan Makassar (UPG); 2) Raudhah: Embarkasi Palembang (PLM) dan Jakarta-Pondok Gede (JKG); 3) Misfalah: Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS); 4) Jarwal: Embarkasi Solo (SOC); 5) Mahbas Jin: Embarkasi Surabaya (SUB); 6) Rei Bakhsy: Embarkasi Banjarmasin (BDJ) dan Balikpapan (BPN); dan 7) Aziziah: Embarkasi Lombok (LOP).

Khusus jema’ah haji NTB yang tergabung dalam 11 kloter akan menempati sektor 6 di Makkah yaitu di wilayah Aziziyah. Alhamdulillah, kita akan berada di satu hotel dengan daya tampung hotel 5000 orang. Sehingga apa yang dikhawatirkan terjadinya kloter pecah hotel tidak terjadi di LOP”, jelas Kabid.

Menurut Kabid, inovasi sistem zonasi ini adalah untuk memudahkan pelaksanaan perjalananan ibadah  haji. Evaluasi pelaksanaan haji tahun 2018 lalu, salah satunya  tentang penempatan jema’ah haji.

 

Baca Juga :


Di masing-masing sektor ada, tidak terfokus pada satu sektor sehingga ketika jemaah haji tersesat atau tidak tahu arah pulang ke hotel dari Masjidil Harom, maka dengan sistem zonasi ini kita meminimalisir adanya jema’ah yang tersesat di Makkah”, terang Ali Fikri.

Penempatan jema’ah haji di Makkah dilakukan dengan mekanisme qur’ah untuk memberikan rasa keadilan kepada Jemaah haji karena bervariasinya akomodasi jemaah yang tersedia baik dari segi kualitas, wilayah, kapasitas dan harga sewa meski semua akomodasi yang disewa sudah sesuai standar minimal. Sistem zonasi hanya dilakukan untuk penempatan jema’ah di Makkah, sedangkan penempatan jema’ah di Madinah disesuaikan jadwal kedatangan jema’ah.

Nizar juga menjelaskan pada kegiatan sosialisasi tersebut bahwasanya Qur’ah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, pengundian kloter untuk seluruh wilayah yang tergabung dalam 70 maktab, untuk tahun ini kloter yang diqur’ah sebanyak 531 kloter. Setiap kloter diundi berdasarkan tipe pesawat untuk penempatan jema’ah haji pada masing-masing wilayah yang tergabung dalam 73 maktab.

Dengan sistem zonasi ini, khusus untuk katering jema’ah haji di Makkah, kita sudah me-request menu kedaerahan seperti ayam pelecing taliwang dan makanan khas dari pulau Sumbawa. Ini lah bentuk-bentuk inovasi yang nyata kita lakukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik terhadap jema’ah haji kita tahun 2019”, tutup Ali Fikri.   (NR)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan