logoblog

Cari

508 Orang Calon Jema’ah Haji Kabupaten Bima

508 Orang Calon Jema’ah Haji Kabupaten Bima

Kabupaten Bima, KM. Pada musim haji 1440 H/2019 M, sebanyak 508 orang calon jema’ah haji berasal dari kabupaten Bima. Dengan perincian

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
14 Juni, 2019 09:35:53
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 1581 Kali

Kabupaten Bima, KM. Pada musim haji 1440 H/2019 M, sebanyak 508 orang calon jema’ah haji berasal dari kabupaten Bima. Dengan perincian calon jema’ah haji laki-laki berjumlah 252 orang dan calon jema’ah haji perempuan berjumlah 256 orang.

Berdasarkan keterangan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, H. Abdul Haris, M.Pd, kuota awalnya sebanyak 477 orang. Sementara yang mendaftar ada 453 orang, akan tetapi ada tambahan karena lansia (lanjut usia) dan cadangan. 

Karena faktor usia ada 2 orang, tunda keberangkatan ada 4 orang, meninggal ada 2 orang, dan mutasi ke kota Bima ada 1 orang”, ungkap Kasi PHU.

Jema’ah haji Embarkasi Lombok Provinsi NTB terbagi ke dalam 11 kloter, 8 kloter pada gelombang 1 dan 3 kloter pada gelombang 2. Calon jema’ah haji kabupaten Bima dipecah menjadi 2 kloter, kloter 5 utuh sebanyak 450 orang dan kloter 8 sebanyak 58 orang bergabung dengan calon jema’ah haji dari Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Dompu.

Jumlah kloter utuh sebanyak 450 orang, sisanya bergabung dengan kloter lainnya. Hal ini dikarenakan pesawat yang mengantar jema’ah haji menuju Tanah Suci yakni maskapai Garuda berkapasitas 455 orang, dengan perincian 450 orang jema’ah haji reguler ditambah 5 orang petugas, yakni: Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dokter, serta 2 orang tenaga medis”, Kasi PHU menjelaskan secara rinci.   

Jema’ah Haji Embarkasi Lombok yang masuk gelombang pertama akan mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Perkiraan tanggal keberangkatan sekitar pertengahan Juli 2019.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bima, Drs. H. Syahrir, M.Si menambahkan, berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Penyelenggaraan Ibadah Haji adalah rangkaian kegiatan pengelolaan pelaksanaan ibadah haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jema’ah haji.  

 

Baca Juga :


Ada 3 kewajiban pemerintah terhadap jema’ah haji, yakni: pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jema’ah haji. Pemerintah berkewajiban mengadakan pembinaan terbaik, pelayanan terbaik, serta perlindungan jema’ah haji sesuai dengan amanat UU tersebut”, jelas Syahrir.

Jema’ah haji kabupaten Bima akan mendapatkan bimbingan manasik haji sebanyak 10 kali, 8 kali tingkat kecamatan dan 2 kali tingkat kabupaten Bima.

Kami akan melayani dengan sebaik-baiknya karena memang itu sebagai wujud reformasi birokrasi. Tanpa adanya tendensi apapun. Saya berpesan jaga kesehatan dan jaga kekompakan. Jika kesehatan tak didukung, maka pelaksanaan rangkaian ibadah haji akan terganggu”, pungkas Kepala Kantor menutup keterangannya. (NR)  

Keterangan Foto: H. Abdul Haris, M.Pd, Kasi PHU Kabupaten Bima. 

    



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@gmail.com, rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan