logoblog

Cari

Dialog Intern Tokoh Agama Kristen

Dialog Intern Tokoh Agama Kristen

Kota Bima, KM. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima melalui Penyelenggara Kristen menggelar kegiatan Dialog Intern Tokoh Agama Kristen. Kegiatan diadakan

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
28 Juli, 2019 11:39:54
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 1037 Kali

Kota Bima, KM. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima melalui Penyelenggara Kristen menggelar kegiatan Dialog Intern Tokoh Agama Kristen. Kegiatan diadakan selama 2 hari, yakni  25 dan 26 Juli 2019 di Gereja Ekklis Tanjung Kota Bima. Peserta kegiatan terdiri dari para pendeta dari kota Bima dan kabupaten Bima.

Plh Kepala Kantor Kemenag Kota Bima, Drs. H. Furqan Ar Roka didampingi Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kota Bima, Desak Made Candrawati, S.Pak, membuka secara resmi kegiatan, Kamis pagi, (25/07). Pada kesempatan itu, Furqan menyampaikan materi “Kebijakan Pemerintah Dalam Kerukunan Intern Umat Kristiani”.

Furqan mengungkapkan, dialog merupakan agenda penyelenggara Kristen untuk terciptanya kerukunan di tengah masyarakat yang dimulai dari intern Kristen sendiri. Jika rukun intern Kristen, tentunya akan mudah membentuk kerukunan antar umat beragama dikarenakan sudah mapan dan kompak dalam menjalankan ibadah masing-masing.

Dalam membina kerukunan intern umat Kristen, harus ada komunikasi sebagai penentu kerukunan antar umat beragama. Salah berkomunikasi, salah menanggapi komunikasi, bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu juga beredarnya hoax yang berpotensi merusak kesatuan dan persatuan bangsa”, urai Furqan. 

Di samping itu juga, kondisi politik saat ini sangat memprihatinkan. Mudahnya saling mengejek dan memfitnah sehingga membangkitkan radikalisme yang merusak tatanan demokrasi. Dibutuhkan kerja keras untuk menghentikan radikalisme di kota Bima. Walaupun umat Kristen minoritas, harus tetap menjaga kerukunan sehingga tercipta sinergi yang kuat antar umat beragama.

Mari kita rasional dalam berpikir, proporsional dalam bertindak, dan moderat dalam beragama. Tidak usahlah ekstrim. Apalagi sampai menghujat, meniadakan, dan mendegradasi kemanusiaan. Perbedaan adalah keniscayaan. Menjaga perbedaan tetap indah. Tugas kita semua menjaga kerukunan umat beragama”, harapnya.

Kerukunan adalah kebutuhan yang mendasar. Didalamnya ada sikap toleransi, sikap saling pengertian, dan saling menghargai.

 

Baca Juga :


Kementerian Agama RI baru-baru ini mencanangkan tentang “Moderasi Beragama”. Moderasi Beragama tak hanya berlaku bagi umat Islam, akan tetapi berlaku juga bagi pemeluk agama lain termasuk umat Kristiani.

Moderasi Beragama ini, tambah Furqan, penting dilakukan dikarenakan dinamika kehidupan terus berubah sangat tinggi dan semakin kompleks. Moderasi Beragama merupakan jantung bagi Kemenag.   

Moderasi Beragama berbeda dengan Moderasi Agama. Moderasi Beragama adalah bagaimana memoderasi cara menjalankan atau mengamalkan agama. Jadi, bukan agamanya yang dimoderasi, melainkan cara kita beragama itu yang harus kita jaga jalurnya pada jalur yang tidak berlebihan”, ungkap Furqan menutup keterangannya.   (NR)                       

  



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@gmail.com, rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan