logoblog

Cari

Sosialisasi Haji Dan Umrah Kota Bima 2019

Sosialisasi Haji Dan Umrah Kota Bima 2019

Kota Bima – Ahad, 04/08/2019, Kantor Kementerian Agama Kota Bima Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
04 Agustus, 2019 22:48:31
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 374 Kali

Kota Bima – Ahad, 04/08/2019, Kantor Kementerian Agama Kota Bima Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Kegiatan bertempat di Aula FKUB Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bima dan diikuti oleh puluhan tokoh agama maupun tokoh masyarakat di kota Bima.

Panitia kegiatan menghadirkan 4 (empat) orang narasumber, yakni:

pertama, Drs. H. Furqan Ar Roka, Kepala Seksi PHU Kantor Kemenag Kota Bima, menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pemerintah Dalam Penyelenggaraan Haji/Umrah”. Furqan menjelaskan, dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang dikenal dengan istilah UU PIHU, terdapat banyak perbedaan yang signifikan antara substansi pokok dalam UU PIHU (UU Nomor 8 Tahun 2019) dengan UU PHU sebelumnya (UU Nomor 13 Tahun 2008);    

kedua, H. Ahmad, S.Ag, MM, Kabag Kesra Setda Kota Bima, menyampaikan materi tentang ““Kebijakan Pemerintah Kota Bima Dalam Penyelenggaraan Haji”. Pemerintah Kota Bima melalui Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) berintegrasi dengan Kemenag kota Bima mengadakan bimbingan manasik haji secara gratis bagi seluruh jema’ah haji kota Bima. Dampaknya sangat luar biasa, jema’ah haji kota Bima yang kena DAM (denda) jumlahnya sedikit;  

ketiga, H. Amrin Anshari, SH, JFU (Jabatan Fungsional Umum) Pengembang Dana Haji Seksi PHU Kantor Kemenag Kota Bima, menyampaikan materi tentang “Dokumen Haji/Umrah”. Ada 3 fase pengurusan dokumen haji, yaitu: pendaftaran, pelunasan, dan pemberangkatan. Untuk proses pendaftaran haji memerlukan dokumen, seperti: KTP, KK, Akta Kelahiran, dan Foto. Untuk proses pelunasan ongkos haji memerlukan dokumen, seperti: Bukti Setoran Haji (BPIH), Buku Tabungan Haji, Materei, dan Foto. Sementara dokumen untuk pemberangkatan, seperti: KTP, KK, Akta Kelahiran, BPIH, dan Foto;

 

Baca Juga :


keempat, Syaifuddin, SH, JFU Penyusun Pendaftaran dan Pembatalan Haji Seksi PHU Kantor Kemenag Kota Bima, menyampaikan materi tentang “Prosedur Pendaftaran/Pembatalan Haji”. Syaifuddin menjelaskan, pendaftaran haji dilakukan setiap hari kerja sepanjang tahun, pendaftaran haji dilakukan di kantor Kemenag kab/kota domisili sesuai KTP, dan pendaftaran wajib dilakukan sendiri oleh calon jema’ah haji untuk pengambilan foto dan sidik jari.

Selanjutnya, untuk pembatalan haji terdiri dari 2 faktor, yaitu: pembatalan nomor validasi dan pembatalan nomor porsi. Pembatalan nomor validasi adalah pembatalan bagi jema’ah haji yang sudah menyetor dana setoran awal BPIH ke rekening BPIH, namun tidak memenuhi persyaratan (usia kurang dari 12 tahun dan berhaji kurang dari 10 tahun) atau sebab lain, misalnya meninggal dunia, sakit, dan kebutuhan mendesak. Pembatalan nomor porsi adalah pembatalan setelah jema’ah haji mendaftar di Kantor Kemenag (sudah mendapatkan nomor porsi) atau jema’ah haji dalam proses menunggu keberangkatan.   (NR)

 



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@gmail.com, rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan