logoblog

Cari

Panitia Persiapan Kegiatan Utsawe Dharma Gita Terbentuk

Panitia Persiapan Kegiatan Utsawe Dharma Gita Terbentuk

Mataram_Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, ini berarti bahwa Pembangunan Nasional tidak hanya

Sosial & Keagamaan

H.DJOKO PITOYO,S.SOS
Oleh H.DJOKO PITOYO,S.SOS
08 Oktober, 2019 09:42:52
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 391 Kali

Mataram_Pembangunan Nasional pada hakekatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia, ini berarti bahwa Pembangunan Nasional tidak hanya meningkatkan kemajuan kehidupan di bidang fisik, tetapi juga di bidang rohaniah keagamaan. Sehingga kehidupan manusia dan masyarakat Indonesia menjadi lebih mantap serta memiliki lahir dan batin yang selaras, serasi dan seimbang.

Keberadaan Dharma Gita dikalangan umat Hindu nusantara memiliki keragaman dalam bahasa, irama lagu, maupun cara-cara melakukannya, hal itu telah mengantarkan umat Hindu pada kekayaan budaya di bidang seni yang tak terbatas dalam memberi dukungan dan membangkitkan rasa keagamaan sesuai dengan budaya daerah masing-masing, maupun dalam meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran agama Hindu. “Salah satu tugas Kementerian Agama Bidang Hindu adalah bagaimana memperkuat, pemahaman dan pengamalan ajaran Agama itu sendiri, salah satunya adalah melalui Utsawe Dharma Gita yang sebentar lagi akan dilaksanakan di Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah dibentuknya Pengurus LPDG Provinsi NTB Periode 2019-2023 dengan SK Gubernur Nomer : 743-690 Tahun 2019 tertanggal 15 September 2019”, ujar Ketua LPDG Provinsi NTB I Wayan Widra di ruang kerjanya.

Ketua LPDG Provinsi NTB I Wayan Widra ingin segera membentuk Panitia Pelaksana untuk segera melakukan koordinasi kepada semua pihak dan menyusun program pelaksanaan kegiatan Utsawe Dharma Gita Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam menentukan juara terbaik sebagai duta NTB pada Utsawe Gita Dharma Tingkat Nasional Tahun 2020 nanti.

Berdasarkan kitab suci Weda, Utsawa Dharma Gita pada hakekatnya adalah Phalasruti, Phalasloka dan Phalawakya. Phalasruti mengandung makna pahala dari pembacaan kitab-kitab sruti atau wahyu yang pada umumnya disebut mantra yang berasal dari Hyang Widhi. Phalasloka adalah pahala dari pembacaan kitab-kitab susastra Hindu seperti kitab Itihasa, yakni Ramayana dan Mahabarata. Phalawakya adalah tradisi pembacaan karya sastra Jawa Kuna, berbentuk prosa atau parwa. Utsawa berarti festival atau lomba, sedangkan Dharma Gita adalah nyanyian suci keagamaan.

 

Baca Juga :


Dengan demikian, Utsawa Dharma Gita adalah festival atau lomba nyanyian suci keagamaan Hindu. Utsawa Dharma Gita sebagai kidung suci keagamaan Hindu telah lama berkembang di masyarakat melalui berbagai pesantian, baik yang ada di Bali maupun luar Bali. Sebelum menasional, Utsawa Dharma Gita dilaksanakan Pemda Bali dalam bentuk lomba kekawin dan kidung. “Semua unsur, terutama para Pemuda Hindunya diharapkan untuk terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini (UDG, Red.)” ujar I Wayan Widra, “Langkah pertama yang sudah kami lakukan setelah terbentuknya Kepengurusan LPDG ini adalah mengadakan Rapat Perdana Pengurus LPDG Provinsi NTB di Pura Dalem Karang Jangkong beberapa hari yang lalu”, imbuhnya.

Agama Hindu sebagai salah satu agama yang besar di dunia hendaknya dihayati dengan benar sehingga mampu menyumbangkan visi spiritual, paradigma, etik dan moral yang dapat mendungkung perkembangan peradaban. Dalam kaitan tersebut, upaya untuk memberikan wahana terhadap pemahaman ajaran Weda bagi umat beragama Hindu perlu diberikan porsi yang memadai, sebab mengamalkan ajaran agama untuk belajar mengatasi ketidaktahuan, pungkasnya.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan