logoblog

Cari

5 Hal Penting Evaluasi Haji 2019

5 Hal Penting Evaluasi Haji 2019

Jakarta, Kampung Media. Kementerian Agama RI sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan haji menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan

Sosial & Keagamaan

Nurrosyidah Yusuf
Oleh Nurrosyidah Yusuf
11 Oktober, 2019 13:23:09
Sosial & Keagamaan
Komentar: 0
Dibaca: 357 Kali

Jakarta, Kampung Media. Kementerian Agama RI sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan haji menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1440 H/2019 M. Kegiatan dihelat selama 3 hari, 08 – 10 Oktober 2019 di Hotel Borobudur Jakarta.

Rakernas diiikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag seluruh Indonesia, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah seluruh Indonesia, Kepala UPT Asrama Haji seluruh Indonesia, Pejabat dan ASN pada Ditjen PHU Kemenag RI, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Dengan mengusung tema “Haji Berkualitas”, Rakernas dilaksanakan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena hanya berselang kurang lebih sebulan masa operasional haji tahun 2019 berakhir pada 15 September 2019 lalu.

Menurut Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka Rakernas, Selasa sore (08/10) menyatakan, pelaksanaan Rakernas yang lebih cepat menjadi peluang untuk dapat melakukan perbaikan kualitas penyelenggaraan haji lebih awal. Proses evaluasi penyelenggaraan haji bisa lebih cepat dlaksanakan. Penyampaian laporan ke DPR bisa lebih cepat. Hal ini akan berdampak pada persiapan haji untuk tahun berikutnya agar lebih cepat melakukan peningkatan kualitas layanan haji.   

Menag juga menyampaikan, upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan haji tidak ada batasnya karena kepuasan itu tak terbatas. Akan tetapi, pemerintah harus punya tolok ukur yang jelas.

Ada 5 (lima) hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan haji, yaitu:

Pertama, Memahami apa yang sudah dianggap baik oleh jema’ah haji. Pertahankan yang dianggap baik, bahkan harus ditingkatkan.

Kedua, Menjadikan peningkatan kualitas manasik haji sebagai fokus layanan haji tahun berikutnya. Jema’ah haji perlu memahami apa makna serta filosofi dari ritual ibadah haji yang dilakukan.

 

Baca Juga :


Ketiga, Menangani secara serius permasalahan Armuzna (Arafah Mudzalifah dan Mina). Permasalahan Armuzna selalu menjadi titik kritis penyelenggaraan ibadah haji terutama permasalahan kepadatan tenda di Mina.

Keempat, Mengupayakan perluasan pelayanan fast track. Saat ini pelayanan fast track hanya ada di Embarkasi Jakarta. (Fast Track atau jalur cepat adalah proyek besar Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memungkinkan layanan imigrasi Arab Saudi lebih cepat sehingga tidak perlu mengantre selama berjam-jam. Fasilitas Fast Track diberikan kepada 5 negara: Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, dan Tunisia. red (Google)).

Kelima, Mencermati masalah sosialisasi terkait istitho’ah haji. Indikatornya harus disosialisasikan.         

Sementara itu, Dirjen PHU, Nizar Ali menjelaskan bahwa Rakernas akan dibagi ke dalam 5 (lima) komisi. Setiap komisi akan membahas masalah-masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya. Komisi ini akan didampingi oleh pemimpin sidang yang telah dibekali dengan pertanyaan kunci. Adanya pertanyaan kunci bertujuan untuk memantik ide peningkatan kualitas haji yang lebih baik.  (NR)

 



 
Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf

Nurrosyidah Yusuf. Alamat: Jl. Seruni No.14 Lingkungan Saleko Kel. Sarae Kec. RasanaE Barat Kota Bima NTB. Email: rosyinurosyidah@gmail.com, rosyinurosyidah@yahoo.com. Facebook: Rosyi Nur Rosyidah. Twitter: @RoseNurrosyidah

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan