360 Pekerja Anak Kembali ke Sekolah

Kegiatan pendampingan pekerja anak pada program pengurangan anak dalam rangka mendukung program keluarga harapan (PPA–PKH) 2014, secara resmi dibukan oleh Bupati Bima Drs H Syafrudin HM Nur, di gedung SKB Bolo, Kamis (22/5). Kegiatan ini dihadiri oleh asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bima Putarman SE, para kepala SKPD terkait serta pendamping dan siswa binaan program PPH–PKH.

Bupati Bima dalam arahan mengatakan, program pendampingan pekerja anak pada program PPA–PKH  merupakan Program Nasional yang tertuang dalam RPJMN Tahap II periode tahun 2010-2014. Dan, akan dilaksanakan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai instansi terkait, baik Pemerintah maupun Non Pemerintah, termasuk Komite Aksi Nasional Penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (KAN-PBPTA).

Menurut Bupati, secara kelembagaan, program ini dimaksudkan untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) dan merupakan salah satu ikhtiar untuk memecahkan persoalan sosial serta mengurangi jumlah pekerja anak. Program PPA-PKH dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial.

Disamping itu, kata Bupati, program ini sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia yang dituang dalam RPJMD Kabupaten Bima  Tahun 2011-2015 sebagai penjabaran lebih lanjut dari Visi Misi dan kebijakan strategis Bupati dan Wakil Bupati Bima terpilih.

Misi penting yang ingin dicapai adalah terwujudnya Kabupaten Bima yang maju, ditandai dengan adanya kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan lahir berupa peningkatan pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Sesuai data dari Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam beberapa tahun terakhir, program PPA-PKH  telah banyak menarik pekerja anak  ke dunia pendidikan. Tahun 2011 lalu, telah berhasil menarik sebanyak 60 orang pekerja anak. “Alhamdulillah,  tahun 2014 berhasil menarik 90 orang pekerja anak dan dikembalikan ke dunia pendidikan formal,”: ungkap Bupati.

            Melalui  PPA-PKH, secara bertahap akan dapat mengurangi jumlah pekerja anak yang berasal dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan putus sekolah melalui pendampingan dikembalikan ke dunia pendidikan. Sekaligus  dapat mengurangi jumlah pekerja anak terutama yang bekerja pada jenis pekerjaan terburuk.

            Kepada para tutor maupun pendamping, agar selama kegiatan berlangsung dapat memberikan pencerahan kepada anak–anak yang berasal dari kecamatan, sehingga dari pembelajaran tersebut kedepanya para siswa dapat kembali ke sekolah. 

            Sementara itu, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi  Kabupaten Bima Drs Ishaka dalam laporannya memaparkan, kegiatan PPA–PKH ditujukan untuk mendukung program PKH di kabupaten Bima. Program ini telah memasuki tahap kelima sejak dimulainya tahun 2010, dan telah berhasil mengurangi pekerja anak dari pekerjaan terburuk yang dialami oleh RTSM.

“Jumlah pekerja anak yang dikembalikan ke sekolah formal maupun non formal dari tahun 2010 hingga 2013 sebanyak 360 orang pekerja anak, dengan rincian tahun 2010 sebanyak 60 dari pekerja anak, 2011 yakni 60 dari pekerja anak, tahun 2012 sebanyak 150 dari pekerja anak, tahun 2013 sebanyak 90 dari pekerja anak,” jelasnya.

Ishaka  juga memaparkan, tahun 2014 ini, Kabupaten Bima mendapatkan jatah 90 anak penerima manfaat program PPA–PKH yang berasal dari RTSM. Waktu pelaksanaan diberikan kepada pendampingan sejak 19 Mei 2014 hingga 14 Juni 2014 nanti. Anak–anak ini berasal dari berbagai kecamatan, diantaranya 12 orang  dari Palibelo, 15 orang dari Belo, 23 orang di Bolo, 10 orang di Woha, 8 di Wera,  2 dari Ambalawi, 10 di Soromandi dan 10 dari Madapangga.

Total angaran yang dikucurkan untuk melaksanakan program PPA–PKH melalui DIPA Kemenakertrans RI sebesar Rp450,5 juta, yang diperuntukan untuk membiayai berbagai item kegiatan yang ditetapkan dalam petunjuk operasional kegiatan (POK) PPA–PKH.

Untuk pekerja anak penerima manfaat ini tidak saja diberikan pendampingan, bekal, ilmu pengetahuan, motivasi oleh para pendamping dan tutor—akan tetapi diberikan fasilitas lain yaitu Alat Tulis Sekolah (ATK) dan seragam lengkap termasuk mendapatkan beasiswa selama 4 bulan x@ 250.000 per anak x 90 anak =Rp90 juta.(adi) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru