Marak, Perjudian Dikalangan Anak-Anak

KM Bali 1-Judi saat ini bukan lagi menjadi kebiasaan buruk orang dewasa. Tetapi judi juga sudah merambah dikalangan anak-anak. Perjudian dikalangan bocah dengan usia berkisar antara 7 hingga 15 tahun ini terbilang variatif. Mulai dari judi Game favorit hingga adu pinalti sepak bola. Tidak hanya itu, jumlah taruhannya pun juga bermacam-macam. Mulai dari kisaran Rp.2000 hingga menyentuh angka puluhan ribu rupiah. Beberapa bocah yang diwawancara mengaku uang taruhannya itu adalah uang jajan yang diberikan orang tua mereka masing-masing. Namun bocah-bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini lebih memilih uang jajannya itu digunakan untuk berjudi ketimbang membeli jajan atau makanan ringan kesukaannya. Tidak tanggung-tanggung, jika beruntung para bocah ini dapat memperoleh uang ratusan ribu rupiah dari hasil memenangkan taruhannya tersebut. Meski dalam undang-undang aktifitas perjudian dilarang disemua kalangan usia, namun perjudian dikalangan anak-anak dibawah umur ini masih belum tersentuh sama sekali oleh aparat hukum yang ada di Kabupaten Dompu. Padahal, dihampir setiap warnet di Dompu, ada sejumlah anak yang bermain game dan mempertaruhkan uangnya. Yang tidak kalah ironis lagi adalah aktifitas perjudian Adu Pinalti sepak bola yang dilakukan oleh bocah-bocah ini. Untuk sekali kesempatan menendang, bocah-bocah yang masih mengharap uang jajan dari orang tuanya ini rela merogoh koceknya Rp.2000 sampai Rp.5000. Pesan bagi para orang tua agar lebih berhati-hati dan lebih mengawasi anak-anaknya masing-masing dalam membelanjakan uang jajannya. Tentunya, para orang tua tidak ingin anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang buruk karena baik dalam pandangan negara, agama pun memandang aktifitas perjudian merupakan perbuatan yang tercela.(Oz) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru