Berat Tapi Ringan

Gogotong merupakan suatu kegiatan sosialyang menjadi ciri khas masyarakat lringgasela khususnya RK.HIKMAH Bg.REMPUNG, dari dahulu rasa kebersamaan sampai saat ini, karena adanya sikap social tanpa pamrih dari masing-masing inidividu untuk meringankan beban yang dipikul, umumnya hanya di Lombok, beberapa daerah dan wabilkhususnya di Pringgasela,  sepengatahuan saya setelah saya sering lalang buana dari sabang sampai merauke itu menurut kaca mata saya.

Mengembalikan fungsi Gedung TPA sebagai sentral aktifitas umat sebagaimana telah diteladankan Rasulullah Muhammad SAW, jelas-jelas merupakan amar sekaligus mandat yang tidak bisa kita elakkan. Dan untuk memiliki daya mampu sebagai pemegang mandat tersebut, diperlukan kerja keras dengan ketulusan hati, menghimpun beragam potensi keumatan. Lebih tegas lagi, kemampuan kita untuk mensinergikan beragam potensi umat merupakan sesuatu yang niscaya.

“Santren TPA  jamiatul quro’” santren yang di pimpin oleh H.Maksum Ahmad, berdiri dari sejak saya belum lahir hingga kini, kata orang tua dulu sebelum saya tau bangunannya mulai dari bilik bambu, sampe memnjadi bangunan permanen (beton), “Santren TPA  jamiatul quro’’ merupakan santren tempat saya mengaji waktu sore dari sejak saya ber umur 6-9 tahun merupakan santren yang mencetus para calon generasi penerus khususnya dalam bidang mengenal huruf—huruf Al-qur’an. Alhamdulillah hingga sekarang saya bisa mengaji,dan kini karena semakin banyak paran anak-yang mengaji dengan keadaan ruang yang cukup luas namun tetap saya tidak cukup,sehingga dilakukan dengan penambahan ruangan ke atas dengan cara melakukan pengaecoran, alahamdilillah degnan partisipasi masyrakat yang RK.Hikmah yang begitu ramai pengecoran dilakukan yang seharusnya sehari menjari  ± 3 jam, ternyata masyarakat RK.Hikmah bukan sekedar social melalui tenaga melainkan masyarakat menyumbang dana seikhlasnya bahkan sampai konsumsi dengan mengeluarkan nasi bungkus per kepala keluarga satu bungkus,saking banyaknya nasi bungkus masih banyak yang tersisa, disitu bisa kita lihat bahwa kesadaran masyarakat yang tinggi, hingga sekarang  sekitar 80% bangunan hamper jadi namun menunggu dan sumbangan yang terkumpul lagi,belum lagi mencukupi  fasilitas santren seperti lemari, karpet,sajadah, lehan tempat menaruh Al-Qur’an sewaktu mengaji dll. [] - 01

Sallam KM.PRINGGASELA

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru