Karena BLT Membawa Berkah

KM. Sukamulia – Minggu, 23 November 2014, sekitar pukul 07.30 wita, warga Pohgading Timur berbondong-bondong menuju Kantor Post Pringgabaya. Ada yang pergi menggunakan jasa ojek, ada yang mengendarai cidomo, dan banyak pula yang berangkat menggunakan kendaraan peribadi. Sekitar pukul 08.00, ratusan orang warga Desa Pohgading Timur sudah memadati halaman Kantor Pos. Mereka berjejal dan saling berdesakan untuk mendekat ke tiga orang petugas Kantor Pos Pringgabaya yang akan melayani mereka mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Suasana sangat riuh dan bahkan beberapa orang penerima BLT jatuh karena saling berdesakan dan yang lebih lucu lagi, ada diantara mereka yang melupakan anak-nya sehingga anak tersebut samapi diinjak oleh massa yang tidak sabar untuk mengambil Bantuan Langsung Tunai yang sudah lama mereka tunggu-tunggu.   

Melihat kondisi yang demikian maka petugas Kantor Post langsung mengambil kebijakan. Warga yang sudah berkumpul disuruh kembali ke Kantor Desa untuk meminta nomor anterian di Kepala Desa atau pejabat yang dikuasakannya. Mendengar kebijakan yang dikeluarkan oleh Petugas Kantor Post tersebut maka warga langsung berteriak, seolah mereka tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Namun apa boleh buat, Petugas Pencairan BLT di Kantor Post tidak akan menerima mereka untuk mencairkan uangnya apabila mereka tidak memiliki nomor antrian.

Dengan wajah yang masam, calon penerima BLT berangsur bubar dan berbondong-bondong menuju Kantor Desa Pohgading Timur. Penulis terus mengikuti kegiatan massa, sambil tersenyum girang penulis terus memantau keadaan.

Sekarang, tinggal Kepala Desa yang sibuk melayani warga-nya. Untungnya, Pak Abdul Razak (Kaur Kesra Desa Pohgading Timur) cekatan memlayani warga-nya. Di sela-sela kesibukannya melayani calon penerima BLT tersebut, saya melontarkan beberapa pertanyaan kepada beliau. Menurut keterangan beliau, penerima BLT untuk Desa Pohgading Timur berjumlah 520 orang yang terdiri dari 175 orang warga Dusun Sukamulia, 186 orang warga Dusun Baeik Gaet, 74 orang warga Dusun Bagek Lawang, dan 166 orang warga Dusun Gegurun.

Warga yang sudah mendapatkan nomor antrian langsung kembali ke Kantor Post dan sekitar pukul 10.30 Wita, Kantor Post kembali dijejali oleh warga yang telah mendapatkan nomor antrian dari petugas Desa Pohgading Timur. Setelah mendapatkan nomor antrian maka keadaan cukup tenang sebab Petugas tinggal memanggil nomor antrian saja. Dengan demikian warga Dusun Pohgading Timur yang akan menerima BLT tidak berdesak-desakan lagi.

Untung Petugas Kantor Pos Pringgabaya cekatan mengambil kebijakan, jika saja hal itu tidak dilakukan, kemungkinan Kantor Post Pringgabaya akan meledak oleh warga… heheee. Ahirnya pencairan BLT berlangsung dengan tertib dan aman serta terkendali, sehingga pada pukul 12.15 Wita penerima BLT yang berjumlah 520 orang itu dapat menerima uang mereka tanpa kendala.

Perlu diketahui bahwa masing-masing penerima BLT mendapatkan uang sejumlah Rp. 400.000 dan tanpa dipotong sepeser-pun. Hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Pohgading Timur betul-betul memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat-nya.

Hal ini sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Imaq Anela, “kami menerima uang sejumlah Rp. 400.000 tanpa dipotong sepeser-pun. Saya secara peribadi menilai bahwa Pemerintah Desa Pohgading Timur telah memberikan pelayanan yang baik bagi kami sebab seperti cerita yang saya dapatkan bahwa di desa-desa lain para penerima BLT memang menerima uang tunai sebesar Rp. 400.000 namun setelah menerima, mereka dimintai potongan untuk biaya administrasi oleh Kadus ataupun Ketua RT mereka”. Tukas laki-laki berambut putih itu.

Di sisi lain, kebijakan Petugas Kantor Post yang mengharuskan penerima BLT untuk mengambil nomor anterian pada petugas desa membuat pengojek dan kusir cidomo tersenyum lebar. Bagaimana tidak, semakin sering penerima BLT bolak-balik dari Pohgading Timur ke Pringgabaya maka semakin banyak pendapatan yang mereka peroleh sebab sebagian besar Warga Dusun Pohgading Timur yang menjadi penerima BLT tidak memiliki kendaraan peribadi sehingga mereka harus menggunakan jasa ojek dan ataupun jasa si kusir cidomo.

Nasipudin (Tukang Ojek) mengatakan bahwa “hari ini saya mendapatkan rizki yang banyak, pada hari-hari bisa paling-paling saya hanya mendapatkan Rp. 40.000 dan bahkan kadang-kadang saya hanya mendapatkan Rp. 20.000. Namun pada hari ini mendapatan saya melonjak. Tadi saya keluar jam 07.00 dan istirahat jam 12.30 Wita dan saya mendapatkan rizki sebanyak Rp. 182.000. Ternyata jasa ojek saya pada hari ini cukup laku”. Jelas laki-laki setengah baya itu dengan sambil tertawa girang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Amaq Iwan (Kusir Cidomo), beliau bercerita bahwa karena pencarian BLT beliau mendapatkan tumpangan yang banyak, tidak seperti pada hari-hari bisanya.

“hari ini saya sangat bahagia sebab cidomo saya banyak ditumpangi oleh warga yang akan mengambil BLT ke Kantor Post. Dari Pohgading Timur ke Kantor Post saya menarik ongkos sebesar Rp. 3.000. Tadi pagi, saya mulai nambang sejak jam 08.00 Wita dan istirahat pada jam 12.00 Wita dan saya mendapatkan hasil sejumlah Rp. 207.000. Biasanya sich saya hanya mendapatkan Rp.60.000 dan itupun jika saya nambang dari pagi hingga sore, namun Alhamdulillah hari ini Allah telah memberikan saya rizkin yang lumayan banyak”. Kata laki-laki berusi 46 tahun itu dengan wajah yang bahagia.

Kenyataan di atas membuktikan bahwa pencairan BLT tidak hanya membawa berkah bagi penerima BLT saja. Pencairan BLT di Desa Pohgading Timur ternyata membuat banyak orang tersenyum, setidaknya ada ribuan senyuman yang menghiasi wajah warga Pohgading Timur dan sekitarnya. Penerima BLT tersenyum, anak-anak dan keluarga mereka juga tersenyum girang melihat orang tuanya pulang membawa uang, Kusir Cidomo dan keluarga-nya juga ikut tersenyum, demikian juga dengan Tukang Ojek dan bahkan penulis juga tersenyum girang menyaksikan Penerima BLT yang langsung membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga mereka dengan uang BLT yang mereka terima dan bahkan penulis tertawa terbahak-bahak ketika melihat penerima BLT membeli barang-barang mewah seperti HP, Kipas Angin, dan lain-lain dengan uang BLT yang mereka terima itu.[] - 05

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru