Makna Dzikir di Hari Ibu

KM Nggusuwaru – Setiap tahun, organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bima selalu memperingati Hari Ibu. Sebagai bentuk pernghormatan dan penghargaan jasa para ibu, kali ini organisasi besutan Mahbud Djunaidi itu kembali menggelar peringatan Hari Ibu. Ekspresi itu diwujudkan dengan kegiatan positif yakni menggelar dzikir, tausyiah, diskusi serta sholat berjama’ah.

Kegiatan itu digagas Korps PMII Putri pengurus Cabang Bima Masa Khidmat 2013-2014 yang dikomandoi Sahabati Laila Maghfirah selaku Mandataris Ketua. Kegiatan dilaksanan, Senin 22 Desember di sekretariat FKGMNU (Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdlaltul Ulama). Hadir Narasumber dalam diskusi, Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Bima, Dzul AmirulHaq dan Musthofa Umar.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Komisariat PMII Bima dari berbagai kampus ini dimulai dengan sholat Maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan dzikir dan tausiyah oleh Musthofa Umar. Acara tersebut berlangsung Khidmat. Meskipun diguyur hujan, namun tidak mematahkan semangat anggota dan kader untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan hingga pukul 22. 30. WITA.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog seputar makna hari ibu yang di pandu langsung Dzul Amirulhaq yang juga Ketua DPD KNPI Kota Bima. Dalam pengantarnya, Dzul menyampaikan tentang pentingnya memahami makna hari ibu bukan hanya sekedar dirayakan. Namun esensi dari makna perayaan hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya ini, harus dijadikan spirit perjuangan dan pergerakan dalam memajukan organisasi. “Terutama PMII ke depan yang akan menyonsong Konfercab VIII Januari 2015 mendatang,” ingatnya. (AD) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru