Tragedi Tolikara, Masyarakat Tidak Terprovokasi

Tragedi penyerangan oleh oknum Gereja Injil di Indonesia (GIDI) terhadap Ummat Muslim Tolikara Papua yang sedang menunaikan Shalat Iedul Fitri 1 Syawal 1436 H, bertepatan pada hari Jum'at tanggal 17 Juli 2015 lalu, atau yang terkenal dengan "Tragedi Tolikara" menyisakan duka yang mendalam bagi Ummat Muslim di Indonesia.

Begitu besar ekses negatif atas kekejaman penyerangan terhadap Muslim Tolikara yang tengah menjalankan ibadah Shalat ID setelah sebulan menjalankan kewajiban puasan ramadhan. Terganggunya ketentraman warga dan munculnya kebencian dari kalangan muslim, serta kecaman demi kecaman dari kalangan muslim, adalah kondisi yang tidak diinginkan bersama.

Menyikapi tragedi berdarah tersebut, para ulama, kiyai, cendekiawan muslim dan aktivis islam yang tergabung didalam berbagai khalaqah dan organisasi Islam, mengutuk keras tindakan tersebut. Selain itu, mereka menuntut kepada pihak Kepolisian untuk mengusut secara tuntas kasus yang menimbulkan korban jiwa dan harta tersebut.

Atas kejadian tersebut, institusi Polri dibawah kamando Jenderal Polisi Badrudin Haitin, langsung mengambil langkah pengamanan dan langkah hukum untuk menyelesaiakannya secara tuntas dalam bingkai penegakkan hukum yang berkeadilan dan bermartabat.

Selain itu, untuk menghindari dampak kejadian yang lebih luas dan berkelanjutan, Kapolri langsung memerintahkan seluruh jajaran Polda di Indonesia untuk mengambil langkah koordinasi dan pengamanan, untuk meminimalisir beberapa hal-hal yang akan terjadi. Instruksi tersebut kemudian diteruskan ke jajaran Polres dan Polsek diseluruh Indonesia.

Menindaklanjuti instruksi Kapolri Badrodin, Minggu 26 Juli kemarin, Kapolres Dompu AKBP Brury Soekotjo, saat berada di kantor KPUD Dompu menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh lintas agama, dan elemen masyarakat lainnya sesuai petunjuk pimpinan.

Selain koordinasi, pihaknya tengah melakukan pengamanan terhadap Masjid dan Gereja yang ada. Pengamanan tersebut tutur Brury untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah. Dirinya pun menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan bersama, tidak terprovokasi kasus Tolikara, dan tetap menjaga silaturrahmi diantara sesama, ajak Kapolres. [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru